Copet dan Pemalak Gentayangan di Kota Tua
Copet dan Pemalak Gentayangan di Kota Tua : Aksi pemalakan dan copet masih gentayangan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat. Warga yang berkunjung ke pusat sejarah Jakarta itu resah hingga ketakutan dan hingga kini belum ada tindakan dari pihak kepolisian.
Padahal Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengintruksikan untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan di Ibu Kota Jakarta agar pesta olahraga Asian Games 2018 berjalan aman termasuk tamu dari berbagai macam negara itu merasa nyaman.
Di Stasiun Jakarta Kota contohnya, copet semakin menggila mencari mangsa. Mereka mengincar masyarakat yang ingin menggunakan angkutan Busway. Para copet tersebut berkeliaran tanpa takut dengan pihak kepolisian.
Dalam rubrik di Pos Kota “Aspirasi Warga Jakarta”, SMS yang masuk mengimbau masyarakat yang menggunakan Bus Tranjakarta dan yang melintas di Stasiun Jakarta Kota untuk waspada, lantaran banyak copet berkeliaran.
“Hati-hati bagi penumpang yang ada di busway stasiun jakarta kota, karena banyak copet yang berkeliaran disana,” tulis SMS dari nomor HP 085213474xxxx.
Selain itu, aksi pemalakan juga dialami sepasang kekasih, Adi Putu, 30 dan Debby, 26, Minggu (26/8/2018) siang di Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.Sepasang kekasih ini diminta uang Rp 500 ribu oleh preman dengan alasan membayar sewa lapak.
“Tanggal 29 Agustus 2018, saya mau foto prewedding. Kata fotografer saya yang mengunjungi ke Kali Besar cek lokasi, ternyata harus membayar Rp 500 ribu Kawasan Kali Besar itu bakal jadi lokasi saya untuk sesi foto. Tapi malah harus bayar. Bukannya gratis,” kata Putu kepada wartawan.
Dapat kabar itu, Putu mengakui kaget, dan yang meminta uang itu preman di Kawasan Kota Tua. “Fotografer saya diminta sama preman di sana (Kota Tua). Jadi kalau mau sesi foto di Kali Besar atau di spot Kawasan Kota Tua harus bayar Rp 500 ribu. Saya pikir di sana banyak pengunjung di Kota Tua swafoto, bahkan ada pengunjung yang bawa kamera digital boleh-boleh saja foto-fotoan di sana,” ucap pria warga Pejaten, Jakarta Selatan.