Menerjemah Rindu, Bagai Membaca yang tak Tertulis
Biarkan.. Ia hadir dalam wujud yang sederhana.
Sesederhana rindu itu sendiri.
Tidak,
Tidak perlu kau terlalu mengkhawatirkan keberadaannya yang faktanya memang akarnya semakin membumi.
Karena sekeras apapun kau berusaha untuk membacanya, ia sulit terbaca.
Karena sepeka apapun kau memahaminya nyatanya ia tak mudah dimengerti.
Ialah Rindu
yang kehadirannya memang fitrah
Yang setiap jengkal pertumbuhannya harus dikawal dengan dzikrullah
Ia tak untuk di buang
Ia tak untuk di pangkas
Ia tak untuk di hentikan
Namun ia butuh dikendalikan dengan sebaik baiknya pengendalian.
Bandung, 30 Desember 2017. 11:27 p.m.
















