(Ayudia) Kak Ucha : “anak kecil itu pinter banget, tapi dibalik kepintaran itu dia ga bisa mengendalikan dirinya. ngga mungkin dong, kan Sekala sekarang umurnya 2 tahun nih, terus tiba-tiba oke, gue udah selesai nonton nih, ini sekarang gue harus mandi, abis ini gue harus makan nih, nah itu ngga mungkin! itu orang tuanya harus ngatur.”
Video ini, baru dirilis sama keluarga belo beberapa jam yg lalu. Coba perhatikan lagi sepenggal omongan Kak Ucha, terutama bagian yang dibold. Sekarang lagi musim liburan semesteran mahasiswa. Terutama para adik tingkat saya (saya hampir yudisium, jadi ngga ada liburan mahasiswa lagi guys, welcome too the real life) se-Univ. Menjadi kaderisasi (red:semacam HRD kali ya-human resources and development) di organisasi ekstra-kampus “memaksa” saya untuk tetap keep in touch dengan mereka. Sekedar nanya kabar “jiwa” mereka dan kabar “liburan produktifnya” atau kabar “baca bukunya”, bahkan ngga jarang ikut nanyain kabar “sholatnya.”
Agak menyedihkan, beberapa. Yang membuat bangga, juga banyak sih.. terutama angkatan 2015 (masa produktif ceunah, red: PKL, KL, Jatek, Magang). Beberapa masih stuck di masalah pengendalian diri PENGENDALIAN DIRI. Beberapa, yang pas hari aktif kuliah (bukan pas liburan) sangat produktif,malah jadi ngga produktif, yang malah nge-game terus2anlah dst dst, over waktu senggang jadi ga bisa mengatur diri MENGATUR DIRI.
Coba kita sebagai calon orang tua, atau misal masih bingung sama pengendalian diri, tonton video ini dulu deh. In sya Allaah besok, (besoknya orang jawa) saya coba bikin rilisan (lebih ke opini sih) tentang pengendalian diri. In sya Allah, Bi idznillah..












