(33) (Korban Nafsu) Tadi, aku bersantai disebuah kost. Kost yg sangat berdekatan dengan sawah-sawah penduduk lokal. Suhu disini lumayan menjulang panasnya. Aku lihat ada beberapa manusia yg bertempur melawan terik, berlumur tanah becek, membunuh rerumputan liar yg mulai meninggi posturnya. Tersadar sejenak aku, berbulan-bulan mereka bersabar agar hasil keringatnya mampu menjadi nominal yg nantinya akan digunakan untuk menyambung hidup. Hingga benih menjadi bibit itu rentang waktunya sangatlah lama bagiku. Dan untuk rupiah yg akan mereka raih nantinya, itupun aku rasa tak terlalu banyak. Aku lihat beberapa mahasiswa yg asyik memakan makanan mereka. Nasi mereka bersisa sangat banyak. Terkadang aku menyerapah hebat, mereka tak pernah bekerja dgn keras untuk nasi yg mereka telan. Mereka tak sadar bagaimana orang tua mereka berlaga kontra penat agar uang bulanan anak-anaknya tercukupi. Bisakah sekali saja mereka berbenah? Ada banyak org yg memakan nasi sisa kemarin, ada puluhan keluarga yg menahan lapar karena tak mampu membayar beras, ada dibelahan dunia lain para dhuafa yg berharap bisa makan kenyang dan terlelap setelahnya. Mereka tahu apa? Andai kata mereka menjadi tulang punggung keluarga dan mendapati karbohidrat matang yg dicari dgn upaya keras itu masih berserakan diatas piring, apakah mereka hanya diam dan tidak marah? Padahal, salah satu cara menghargai orang tua mereka cukup dgn tidak menyisakan makanan yg mereka beli dari uang saku yg dikirim rutin orang tua mereka masing-masing. Pak Tani, aku hari ini belajar banyak. Tentang usaha penuh rela dan aliran peluh yg berpanenkan hasil. . . #quote #quotes #katakata #kata #cumakatakata #cumakata #literasi #bukanpuitis #bukanpenulis #bukanmotivasi #bukanpenyair #bukansastrawan #bukanseniman #penikmatkata #penikmatseni #malang #puisi #sajak #cumapuisi #cumasastra #sastra #sastraindonesia #coretan #aksimenulis #ayomenulis #gerakanmenulis #tulisanamatir #belajarmenulis #serdaduaksara #raisme (di Malang)













