Mengenalmu Baik
Kau yang kini ada dalam harap, kau yang kini ada dalam benak. Goresan pena bertuliskan rasa, coretan tinta yang mengekspresikan cinta. Aku mengenalmu seperti kamu mengenalku, aku melihatmu seperti kamu melihatku.
Aku mengenalmu baik, dan mungkin kau juga mengenalku baik. Tidak ada apa-apa di antara kita, walau pun aku tak tahu apa yang akan dirasa di hari-hari berikutnya. Hari yang ku angan-angankan, dan mungkin kau pun mengangankannya.
Kau perempuan baik, pribadi yang baik, sebaik-baiknya di antara perempuan yang ku kenal baik. Tak peduli seberapa kelam masa lalumu, seburuk apa pun kau sebelum mengenal aku.
Aku percaya, setiap kebaikan akan tumbuh menjadi manfaat. Seperti kebaikan-kebaikanmu yang membuatku menjadi semangat.
Selama kita menjadi orang baik, atau lebih tepatnya berusaha menjadi baik, aku tak terlalu berharap bisa bersamamu dan kau pun tak terlalu berharap bisa bersamaku. Karena memang kau bukan alasan utamaku untuk berusaha menjadi lebih baik.
Aku mengenalmu baik, kenangan kebaikan darimu akan selalu kuingat, setiap butir kebaikan akan tetap kusimpan dalam benak.
Terima kasih atas kebaikan-kebaikan yang telah kau berikan, terima kasih juga atas harapan yang pernah kau titipkan.
Untuk kamu, perempuan yang baik.
©goresan-aksara








