Temen2 apa sih do'a terpenting yang selalu kalian panjatkan, yang hampir ga pernah putus dan terlewatkan.
Ingin selamat dunia akhirat? Ingin membahagiakan orang tua? atau ingin banyak rejeki, punya jodoh yang soleh? sesepele dan apapun itu tentu mintalah sama Allah... tapi jangan lupa, ternyata ada doa yang utama, yang harus kita panjatkan paling mula2. Yaitu mendoakan pemimpin kita, begitu pentingny sampai2
"Seandainya seseorang hanya memiliki satu doa yang makbul, maka mintalah pemimpin yang adil” (HR. Ahmad tertulis dalam Al-Furu’, 2:120)
Sebab sebesar apapun harapan kita untuk bisa hidup dengan baik, akan sulit jika pemimpin dan bangsanya kacau. Segala mimpi2 kita akan terdistraksi, sehingga hidup yang bahagia yang selalu kita minta dalam doa2 akan sulit didapat. Bahkan berjuang perkara akhirat pun akan terhambat.
Teman2 kita lihat bangsa kita sedang engga baik2 aja, kita ngga bisa menyalahkan hanya yang diatas. Sebab dalam berbagai ayat dan hadist menafsirkan bahwa "Pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya". Tapi banyak orang yang justru menyikapi semua ini dengan menghujat, mengejek, mengutuk habis2an pemimpin. Naudzubillah padahal baik buruknya sebuah kondisi itu akan sebagaimana yang kita pikirkan, seringnya kemalangan kita terjadi akibat prasangka kita sendiri. Sebab prasangka buruk akan membuka jalan bagi syaitan mewujudkannya. Bisa jadi kerusakan bangsa yang terjadi belakangan ini adalah karena buah bibir dan hasadnya hati kita.
Doakanlah kebaikan bagi pemimpin kita, sebab kebaikan mereka akan menjadi kebaikan bagi rakyat, dan dalam kerusakan mereka terkandung kerusakan bagi ummat.
Se-dzhalim apapun pemimpin kita kita tetap harus taat, selama itu tidak berhubungan dengan larangan berakidah. Karena jika memberontak tentu kerusakan yang ditimbulkan akan lebih besar dan parah.
“Engkau mendengar dan Engkau menaati pemimpinmuMeskipun hartamu diambil dan punggungmu dipukul. Dengarlah dan taatilah (pemimpinmu)” (HR. Muslim no. 1847).
"Dan barangsiapa yang menaati pemimpin, maka sungguh dia telah menaatiku. Dan barangsiapa yang durhaka kepada pemimpin, maka dia telah durhaka kepadaku.” (HR. Bukhari no. 2957 dan Muslim no. 1835)
Ada ngga ya disini yang, secarut marut apapun kondisi negerinya. Ia tak pernah putus asa mendoakan kebaikan, sekejam sedzholim apapun sebuah rezim, ia tetap mendoakan agar pemimpinnya adil.bahkan doa2 tersebut bak absen wajib yang tak pernah luput dari list doa2nya selama ini.
Kalau ada Maa Sya Allah, menurut rasul ia termasuk golongannya, bahkan disebutnya sebagai pengikut sunnah sesungguhnya.
“Orang-orang yang mendoakan kebaikan bagi pemimpin kaum muslimin, merekalah kalangan salaf, dan orang-orang yang tidak mendoakan kebaikan bagi pemimpinnya, maka ini adalah tanda bahwa mereka telah menyimpang dari aqidah ahlus sunnah (ahli sunnah) .” (At-Ta’liqat Al-Mukhtasharah).
Selain mendoakan apa lagi yang mesti kita lakukan ? Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri kita sendiri, dan mengajak ummat pada kebaikan semampu jangkauan kita... Karena kumpulan orang2 baik akan memperbaiki keadaan, dan membuka pintu pertolongan Allah .
"Tegakkanlah negara (daulah) Islam dalam diri (dada) kalian (taqwa) , niscaya akan tegak (daulah Islam) di negeri kalian.”Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. Al-Hajj [22]: 40)”