(belajar) Menjadi yang Seutuhnya..
Perjalanan hidup ini dipenuhi dengan berbagai kejadian yang tak selamanya bahagia. Kadang diselimuti sedih juga kecewa, kadang berganti tangis juga nestapa, bahkan kadang berganti sesal juga cemas tak terkira. Begitulah hidup yang semestinya, tak melulu soal pencapaian, karna kegagalan juga adalah sebuah perjalanan.
Hidup ini menjadi sebuah teka-teki yang tak ada jawabannya, kecuali kita menghadapi lalu melaluinya, kemudian mendapatkan jawaban setelahnya. Tidak perlu terlalu khawatir soal masa depan, tak perlu terlalu larut pada masa lalu, karna sejatinya kita sedang hidup dimasa kini. Menikmati setiap hembusan nafas dan langkah kaki dengan penuh syukur.
Tidak ada manusia yang seutuhnya hidup seperti asumsimu. Asumsi selalu bahagia tanpa tangis di dalamnya. Tidak ada. Yang ada adalah manusia yang terus belajar hidup menjadi manusia yang seutuhnya. Bahagia dinikmati, sedih dilalui, lalu berdoá untuk terus dikuatkan menjalani hari-hari yang tak pasti.
Begitulah kiranya, menulisnya memang tak semudah menjalankannya. Tapi percayalah, kita selalu punya kendali atas apa yang bisa kita kendalikan. Jangan biarkan energi-energi negatif terus menguras pikiran, membuatmu lelah kemudian mengutuk semesta yang tak sesuai dengan harapan.
Ada banyak hal yang bisa kita nikmati dengan tersenyum hari ini, meski harus menangis setelahnya. Tak apa, pelan-pelan saja.
-aksara.njoo










