Phlegmatic child’s temperament.

seen from United States
seen from Yemen

seen from United States
seen from Ukraine
seen from China
seen from Germany

seen from Portugal
seen from Kenya
seen from Canada
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from Portugal

seen from Russia
seen from India
seen from China
Phlegmatic child’s temperament.
Aku yang Pergi, Menghindar, atau Takut?
Kalau sudah tahu saling butuh, yaudah apalagi si? Seorang kawan mengatakan hal tersebut.
Terkadang aku terlalu pesimis dengan diriku sendiri, sebagai seorang yang memiliki sifat phlegmatis yang agak dominan pastilah ini menjadi salah satu karakter yang sulut untuk dilepas. Yaitu karakter untuk mudah terbuka tentang apa yang sesungguhnya dirasa. Hati-hati dengan sosok pleghmatis yang suka menyimpan sesuatu terlebih jika dirasa hal itu akan menyakitkan saat diucapka. Jadi lebih baik disimpan, daripada ada yang tersinggung.
Tentang cinta. Mungkin karakter ini yang bisa membuat cinta yang sama betah bertahan lama-lama. Karena tidak suka terlalu mengekspresikan hal-hal yang dirasa sangat privat dan intim kepada khalayak umum. Itulah sebabnya orang plegmatis bisa digolongkan orang yang betah dengan tekanan, terlebih ditambah sedikit karakter korelis yang terkenal tahan akan tekanan dan bantingan sekeras apapun.
Sanguinis yang dominan menimbulkan seseorang berkarakter lembut, tulus, tanpa pamrih, setia kadang tanpa alasan.
Mari padukan ketiga karakter ini dalam urusan percintaan. Seorang sanguinis-pleghmatis-korelis.
Hasil :
Seorang yang berkomitmen terhadap suatu tugas atau tanggung jawab, melakukan dengan totalitas, tulus, tanpa pamrih, kadang setia tanpa alasan, tetapi suka memendam hal vital yang dirasa dalam hati dan kuat dengan tekanan. Yaps silahkan simpulkan sendiri reader :)
About Me!
Yes I'm Phlegmatis - Melankolis. Terdapat 4 tipe kepribadian manusia yang dibahas dalam buku "Personality Plus" : Sanguinis (si Ceria/Populer), Koleris (si Kuat/Pemimpin), Melankolis (si Perfeksionis), Phlegmatis (si Pendamai).
Dari keempat tipe tersebut, Saya mungkin termasuk yang Phlegmatis-Melankolis cenderung Phlegmatis sih hehehe.
PHLEGMATIS
Orang Phlegmatis nyaris tidak punya musuh, karena kalaupun punya musuh, musuhnya pasti sulit menemukan hal yang membuatnya jengkel. ~~ ☑ [iya,mungkin musuh sedikit tapi tetep aja banyak juga orang yang jengkel gara-gara saya. Hehe ^^)v]
Phlegmatis mampu meredakan ide gila Sanguinis, tidak terkesan dengan keputusan cemerlang Koleris, dan tidak akan terlalu serius menanggapi ide rumit Melankolis. ~~ [I've no idea about this.. kkkk... :P]
Beruntunglah keluarga yang anggotanya ada si Phlegmatis, karena akan ada penengah yang sangat baik jika sedang terjadi pertikaian dalam keluarga. ~~ [mudah-mudahan, aamiin]
Orang Phlegmatis kurang cocok jadi pemimpin (kecuali kombinasi dengan pribadi lain » Koleris) , kebetulan mereka memang tidak antusias dengan penghargaan atau kedudukan. ~~☑ [iya banget!! f(^.^)]
Karena terlalu rendah hati, orang Phlegmatis menggap dirinya hanyalah orang dengan kemampuan rata-rata dan tidak punya kelebihan, "padahal ini pendapat yang salah, setiap orang punya keunikan masing-masing." ~~ ☑ [itu saya!! f(--") *notedformyself*!!!]
Kelebihan Phlegmatis yang mengagumkan –► tetap tenang meskipun ada dalam pusat badai, kalau Sangunis pasti sudah menjerit sangat keras. ~~ ☑ [tampangnya aja sok tenang, padahal aslinya panik luar biasa, siap-siap banjir air mata.. fufufu]
Orang Sanguinis kurang memperhatikan bensin yang hampir habis, tapi pribadi Phlegmatis tidak mau ambil resiko mobil mogok di jalan dan segera mencari pom bensin sebelum bensin hampir habis. ~~ ☑
Tidak seperti orang Melankolis yang mudah sekali stres, orang Phlegmatis lebih pesimis sehingga rasa “kecewa”nya tidak terlalu besar jika menghadapi kegagalan. ~~ ☑ [sekarang itu yang saya rasain.. -___-"]
Kalau orang Koleris dikenal sebagai pebisnis karena antusiasmenya, orang Phlegmatis sangat piawai mengurus hal-hal yang sifatnya administratif dan butuh kesabaran. ~~ ☑ [thats right! Kalo kata salah seorang Kakak teman dekat saya, dan teman dekat saya itu, "Kalo urusan finishing mah bagian Ima jagonya.." aamiin.]
Orang Phlegmatis sangat mudah beradaptasi dan diterima dilingkungan baru karena mudah mengikuti aturan, dan hubungan sosialnya bagus tanpa musuh. ~~ ☑ [sosialnya ga bagus amat ah, saya terkadang malas untuk berada di keramaian, orang yg belum tau saya, pasti bilang kalo saya itu sombong. Hmm.. sangat mudah beradaptasi engga juga, tp bisa beradaptasi mungkin iyah ☺]
Karena lebih suka memendam perasaan, orang Phlegmatis sulit untuk berekspresi, seringkali terlihat datar. ~~ ☑ [sometimes I do. Bukan sulit berekspresi, tapi lebih ke pemalunya itu dan lebih menutup-nutupi perasaannya.. ehehehe :P]
Jerry Ford mengaku bisa naik ke puncak bukan karena program-programnya yang cemerlang, tetapi karena dia tidak membuat musuh dalam perjalanan menanjak ke atas » Plegmatis.
Kalau kamu lagi sedih & butuh seorang “good listener” carilah orang-orang Phlegmatis karena mereka pendengar setia tanpa memberikan interupsi. ~~ ☑ [good listener mungkin iyah, << aak PEDE banget saya, tapi iya saya lebih suka mendengarkan ketimbang bercerita, tapi bukan tanpa interupsi loh hehehe :P]
Orang tua Phlegmatis sangat baik kepada anak-anaknya, tapi mengakibatkan dia lemah terkait kedisiplinan anak-anaknya. ~~ ☑ [aamiin baik sama anak-anaknya, tapi harus disiplin ya Ilma calon Ibu....!! aamiin.. ^^)9]
Dalam sebuah organisasi, orang Phlegmatis dikenal ringan tangan sehingga disenangi banyak orang dalam tim. ~~ ☑ [Intinya klo dalam tim, saya ga suka klo tugasnya cuma engkang-engkang kaki, harus ada partisipasinya, dan apapun itu demi kebaikan tim, insyaAlloh saya lakukan.. ^-^]
Kelebihan lain yang perlu disyukuri oleh siPhlegmatisini antara lain:
Orang Phlegmatis mudah bergaul, pembawaanya sangat tenang, teduh, santai dan tidak suka berdebat. ~~ [bisa bergaul, pembawaannya cukup tenang, sedikit teduh :P dan saya suka berdebat ehehe :P]
Meskipun orang Phlegmatis tidak banyak bicara, tapi mereka cenderung lebih bijaksana dibanding pribadi yang lain, mungkin karena cintanya akan rasa damai. ~~ [ga banyak bicara kalo langsung, kalo nulis keluar semua itu yang ga bisa dibicarain :P But yap, saya lebih suka menghadapi segala sesuatunya dengan damai. Peace MbaMbro ^^)v]
Tipe Phlegmatis mudah sekali diajak rukun dan damai karena mereka tidak senang permusuhan & rasa benci, mereka juga bisa jadi penengah masalah yang baik.~~ [Iyaps saya ga bisa bener-bener benci sama orang :|]
Kepribadian Phlegmatis yang sabar membuat dia disenangi banyak orang tapi bikin orang Koleris gregetan. ~~ [InsyaAlloh selalu sabar, aamiin ☺]
Meskipun lebih senang hanya “melihat & mengawasi” artinya sebagai “penonton”, mereka memiliki rasa humor yang tajam juga loh, jangan anggap remeh Phlegmatis. ~~ [saya lebih suka di belakang panggung☺, And I do love jokes :D]
Dalam memecahkan masalah cenderung mencari cara paling mudah, ga mau yang sulit-sulit. Mereka juga tetap tenang walau bekerja di bawah tekanan. ~~ [ini bukan saya banget!! >_<]
Orang Phlegmatis sangat kuat dalam hal-hal yang sifatnya admnistratif ataupun birokratif, & cenderung ingin segalanya terorganisasi, ga suka segala sesuatunya berantakan. ~~ [Hmm..]
Sama seperti Melankolis, orang Phlegmatis adalah pendengar yang baik, cocok jadi pasangan Sanguinis atau Koleris , biar ada yang dengerin mereka. ~~ [Aamiin ^-^]
Phlegmatis juga punya sifat berbelaskasih/peduli, simpatik, & juga lebih suka menyembunyikan emosinya (gembira/sedih). ~~ [Yes I am, Captain!! ^^)v]
Sayangnya siPhlegmatis itu ya seperti ini ni:
Meskipun kehidupannya “seimbang” , tapi kadang terkesan “flat” alias biasa-biasa aja, kurang antusias & bergairah. ~~ [uh'uh f(,--)/]
Karena ga sukanya sama “konflik” jadi punya sifat “menghindari masalah” bukan menghadapi maslah, bahkan kadang bisa lari dari tanggung jawab. ~~ [ho'oh hikshiks,, f(T_T)/ Face it Ma! Face it!]
Orang Phlegmatis tidak suka didesak-desak atau digeret-geret, mereka juga sering menunda-nunda/menggantungkn masalah berharap masalah hilang seiring berjalannya waktu. ~~ [oummooo saya pisan.. hiks T_T")]
Kadang terlalu pemalu dan pendiam, inisiatif melakukan suatu hal kurang, lebih suka menunggu instruksi atasan. ~~ [gue bangets..!!! f(,--)/]
I'm Phlegmatis detected!!! (*´ο`*)>
MELANKOLIS
Si Melankolis itu:
Pribadi ini adalah seorang analisis sejati yang suka sekali dengan angka-angka, data, dan persentase. ~~ [X] Not trully Me! (o`o′o)
Orang melankolis terkenal juga taat dengan jadwal dan tujuan-tujuan yang akan dilakukan secara bertahap, mereka memiliki standar yang tinggi & perfeksionis. ~~ [...] I've no idea.. (?・・)σ
Orang Melankolis puas bekerja di belakang layar, tidak terlalu menyukai popularitas, & sangat berhati-hati dalam berteman, mereka juga dikenal hemat. ~~ [☑] ayay! (^_^)
Orang Melankolis sangat memperhatikan orang lain, perasaannya terkadang sangat sensitif, mereka juga setia mendengar keluhan teman-temannya. ~~ [☑] ayay ayem! (^_^)
Kalo di perusahaan biasanya tipe Melankolis ini pribadi yang loyal dan setia, rajin dan patuh terhadap aturan. ~~ [☑] aamiin.. (^_^)
Pribadi Melankolis melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (bahkan kadang terlalu kreatif), mereka akan mengakhiri apa yang mereka mulai. ~~ [ya, akan berusaha mengakhiri apa yang saya mulai. (゚ー゚)]
Jika tidak suka data-data maka mereka biasanya sangat suka hal-hal yang berhubungan musik, puisi, lukisan/karya seni lainnya karena pribadinya yang sensitif. ~~ [☑] ini pisan! Musik, Puisi, Gambar, Novel, I do love Art.. (*^◇^)/
Pokoknya Melankolis ini orangnya detail oriented banget ~~ [...] f(--)
Kelemahan si Melankolis sempurna ini antara lain:
Pribadi Melankolis kadang merasa tertekan dengan situasi yang berubah-ubah (susah beradaptasi), mereka juga mudah sekali merasa bersalah. ~~[☑] *angguk-angguk* (´~`) hihiks..
Biasanya orang Melankolis lebih gampang inget hal-hal yang negatif/kekurangan orang lain, so hati-hati ya karena mereka berpotensi sebagai pendendam. ~~[No, Im not.. *eh terkadang dink* tapi ga sampe pendendam. inget hal-hal negatif sendiri mah iya (*`^´*)]
Orang Melankolis agak sulit bersosialisasi, mereka lebih senang sibuk dengan rutinitasnya/jadwalnya, mereka hidup berdasarkan definisi-definisi. ~~ [berdasarkan definisi-definisi iyah, tapi ga sesibuk itu juga. f(。_。) ]
Pribadi Melankolis juga dikenal sulit sekali mengungkapkan rasa sayang/cinta, cenderung memendam perasaanya. ~~ [no no no, ga sulit. Pemalu dan rada gengsi iyaa.. mwahahaha (^.^)>]
Hati-hati buat yang Melankolis, sering melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan. Sehingga bisa murung sendiri. ~~ [sometimes.. (´~`)┌ ]
Karena mengharapkan kesempurnaan Melankolis dikenal senang mengkritik segala hal, tetapi “sensitif” terhadap kritik/saran yang menentang dirinya. ~~ [...] (?・・)σ
Hati-hati kalo mau memberikan pujian ke orang Melankolis karena mereka sangat skeptis & “mudah curiga”. ~~ [...] (?・・)σ
Orang Melankolis lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan, artinya caranya harus benar-benar sesuai aturan dan ga menyimpang. [...] yakaliya.. f(-.-)>
With a Melankolis influenced sides.. (⌒^⌒)>
Ada banyak sekali cara untuk mengetahui dan menganalisis kepribadian/karakter seseorang dari beberapa penelitian yang dilakukan di dunia. Walau semua hasil terkadang tidak 100% benar, tapi bisa sangat dominan dan lumayan membantu untuk mengetahui karakter orang sekitar, dan tentu saja diri sendiri. Dan menurut saya, itu menarik dan seru.
Saat ini saya mencoba untuk melakukan test kepribadian KOLERIS - SANGUIN - PLEGMATIS - MELANKOLIS di http://www.quibblo.com/quiz/gSWExoy/Tes-Kepribadian-Sanguin-Koleris-Melankolis-atau-Plegmatis . Hasil dari Test ini akan memberitahu 1 kepribadian manakah yang paling dominan. Untuk kombinasi antara 2 kepribadian ini, silahkan cari-cari sendiri di Google. And my result :
PHLEGMATIS - SANGUINIS
Dalam tipe kombinasi kepribadian ini, sisi phlegmatis tetap dominan daripada sisi sanguinisnya. Orang ini ramah, mudah dan mampu bekerja sama dengan hampir semua orang. Dia mengutamakan keharmonisan hubungan dan menghindari konflik dengan orang lain. Walaupun mudah akrab dengan dengan orang lain, bukan berarti orang ini aktif dan berinisatif menjalin hubungan orang lain. Mereka tidak mengekspresikan kebutuhannya secara terbuka untuk bersosialisasi dengan orang lain seperti halnya orang tipe sanguinis murni. Namun, begitu orang ini mulai menjalin hubungan dengan orang lain, sisi sanguinisnya akan mengambil alih dan dia mudah akrab dan terbuka dengan orang tersebut.
Tipe ini sangat ingin menyenangkan orang lain, dan dia punya kemampuan untuk itu karena dia ramah dan punya selera humor yang bagus. Orang ini akan kecewa jika sering dikritik dan dicap negatif oleh orang lain. Jika demikian, yang dilakukannya bukanlah membalas perlakuan orang tersebut, namun menggandakan daya upayanya untuk menyenangkan orang tersebut agar opini mereka terhadapnya berubah.
Si Phlegmatis-Sanguinis ini menyukai kegiatan yang melibatkan banyak orang atau keramaian. Namun, yang dia sukai bukanlah terlibat di dalamnya, tapi hanya menjadi penonton atau pengamat, seperti menonton film, konser musik, dan sebagainya. Dia lebih suka berada dalam sebuah kelompok kecil daripada keramaian besar seperti yang disukai tipe sanguinis murni yang berpendapat "semakin ramai, semakin meriah, dan semakin baik".
Tipe ini cenderung mengorbankan kesenangannya sendiri derni menyenangkan orang lain atau menjaga keharmonisan hubungannya dengan orang lain. Jika sudah tidak bisa mengorbankan diri lebih banyak lagi, atau tertekan, yang dilakukannya adalah menyendiri, misalnya menonton televisi, bermain game komputer, makan, atau tidur, daripada mengungkapkan secara negatif perasaannya.
Salah satu kelemahan mendasar tipe phlegmatis-sanguinis adalah dalam hal produktivitas kerja. Orang ini cenderung puas jika sudah mencapai prestasi kerja yang sebenarnya jauh di bawah kemampuannya. Pencapaian seperti ini bisa jadi karena kurangnya perencanaan (ingat, tipe sanguinis tidak suka perencanaan jangka panjang) atau mungkin mereka menganggap tantangan yang lebih besar akan merepotkan di kemudian hari. Tipe phlegmatis-sanguinis ini akan tergoda untuk berhenti bekerja apabila hasil akhir pekerjaan tersebut diperkirakan tidak sebanding dengan tenaga yang bakal dikeluarkannya.
Hasil ini 85% YES. Sebelum saya mengetahui seluruh penjelasan macam kepribadian ini, saya pikir saya dominan dengan Sanguin. Ternyata benar, Plegmatis.
(I have one reason that no one knows why I like publishing my own character.)
Sekian.
Di Balik Sanguinis, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis
Sebetulnya tulisan mengenai tipe ‘kepribadian’ sanguinis, phlegmatis, koleris dan melankolis ini merupakan kumpulan twit saya pada tanggal 29 Juli 2012. Berawal dari kebingungan saya setiap kali ditanya mengenai empat tipe kepribadian tersebut oleh teman-teman yang memiliki latar belakang pendidikan non-psikologi. Selama 6 tahun kuliah, saya sebetulnya tidak pernah ‘ngeh’ dari mana asalnya tipe2 ‘kepribadian’ sanguinis, phlegmatis, koleris dan melankolis.
Di buku manapun yang saya pelajari pun sepertinya tidak membahas mengenai teori ini. Sebetulnya secara samar-samar saya ingat sempat disinggungnya mengenai teori ini saat mempelajari mata kuliah Sejarah Aliran Psikologi di semester pertama, namun demikian saya tidak ingat ada uraian yang cukup lengkap mengenai teori ini (atau jangan-jangan saya-lah yang tidak dapat memahami bahasa buku tersebut yang memang agak ‘njelimet’ dibandingkan bahasa buku teks lain selama saya berkuliah. Buku tersebut memang cuma bisa tertandingi oleh buku teks mata kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan dalam hal keruwetan bahasa).
Setelah saya membaca The Psychology Book, akhirnya saya tahu bahwa istilah 4 tipe kepribadian sanguin, phlegmatis, koleris, dan melankolis ternyata datang dari Claudius Galen, seorang filsuf sekaligus dokter yang hidup pada tahun 129-200 Masehi. Ide Galen untuk menjelaskan mengenai kepribadian manusia berangkat dari teori Yunani kuno tentang mekanisme tubuh berdasarkan distribusi cairan tubuh (humourism) yang dikemukakan seorang filsuf yang juga cukup familiar namanya di buku teks mahasiswa psikologi, yaitu Empedocles. Apabila kita tarik mundur sedikit, kita akan tahu bahwa Empedocles pernah mengemukakan bahwa distribusi cairan tubuh kita merupakan representasi dari proporsi 4 elemen dasar (earth, air, fire, dan water) dalam tubuh. Memang terdengar agak absurd, namun orang-orang pada masa tersebut menerima teori yang berpendapat bahwa tubuh kita mengandung elemen-elemen dasar tersebut.
Namanya juga filsuf, apabila kita bayangkan di jaman tersebut kan kita tidak punya pedoman dalam menjelaskan fenomena alam. Ini justru cikal bakal munculnya pola berpikir ilmiah, dimana seseorang dapat berpendapat didasarkan argumentasi-argumentasi tertentu dan orang lain dapat membuktikan atau justru mengembangkan hipotesis orang tersebut lewat pencarian fakta. Hippocrates, yang juga lebih dikenal sebagai “Father of Medicine” melakukan hal ini, ia bahkan mengembangkan model medis dan anatomi dari teori Empedocles tersebut.
Berangkat dari teori tersebut, 200 tahun kemudian Galen mengemukakan bahwa ada hubungan langsung antara proporsi banyaknya cairan tubuh tertentu dengan aspek-aspek kepribadian manusia. Aspek kepribadian yang dimaksud misalnya seperti kecenderungan emosi dan tingkah laku kita dalam berbagai konteks peristiwa, atau ia sebut juga sebagai “temperamen”. Menurut Galen, kalau salah satu cairan tubuh (humour) porsinya lebih banyak dalam tubuh, maka salah satu tipe kepribadian juga akan tampil dominan pada orang tersebut.
Galen mengemukakan, orang Sanguinis adalah mereka yang punya kadar darah lebih banyak dalam tubuh[1] Orang dengan tipe kepribadian Sanguinis cenderung hangat (warm-hearted), ceria, optimis, PD, namun juga egois. Sedangkan orang Phlegmatis adalah mereka yang punya lebih banyak kadar lendir dalam tubuh[2]. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung tenang, cool, rasional, dan konsisten namun juga lamban dan pemalu. Orang Koleris adalah mereka yang punya kadar cairan empedu lebih banyak dalam tubuh[3]. Karakteristik orang Koleris menurut Galen adalah bersemangat, antusias, enerjik, dan passionate. Terakhir, orang Melankolis adalah mereka yang punya kadar black bile lebih banyak dalam tubuh[4]. Orang dengan tipe kepribadian melankolis cenderung lebih mudah sedih dan depresi (mood-nya lebih gloomy), artistik dan puitis.
Dengan adanya pandangan dasar bahwa keseimbangan cairan tubuh mempengaruhi kepribadian manusia, maka Galen percaya permasalahan kepribadian/temperamental manusia bisa diatasi dengan pendekatan fisik, seperti diet dan latihan fisik yang tepat.Galen bahkan beberapa kali menangani orang yang datang dengan keluhan sebagai orang yang ‘terlalu egois’ dengan cara mengeluarkan sejumlah darah orang tersebutkarena menurut Galen, ‘egois’ adalah salah satu karakteristik tipe temperamen Sanguinis yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kadar darah dalam tubuh.
Cara Galen waktu itu adalah dengan memotong daging orang tersebut atau mengambil darahnya lewat pembuluh darah (sama seperti sekarang saat kita ambil darah untuk cek laboratorium).Pandangan ini bertahan di dunia kedokteran sampai masa Reinassance, hingga ditemukan ada lebih dari 200 kesalahan Galen dalam menyusun sistem anatomi. Meskipun agak absurd dan error, pandangan Galen ini menjadi awal berkembangnya teori kepribadian dalam psikologi modern.
Misalnya, tahun 1947, Hans Eysenck menyimpulkan bahwa aspek temperamen dalam kepribadian seseorang memang memiliki dasar biologis. Dari situ Eysenck kemudian mengembangkan trait kepribadianneuroticism dan extraversion. Walau pendekatan Galen dianggap pseudo-science, ilmu psikologi modern sepakat dengannya soal adanya hubungan antara masalah mental dengan fisik. Hingga kini, sebagian besar ilmuwan psikologi modern juga berpendapat bahwa gangguan psikologis atau kecenderungan kepribadian orang memiliki landasan biologis.
Dengan demikian, saya harap pembaca juga mengerti mengapa saya seringkali jadi agak bingung juga jika ditanya atau diminta untuk memberikan diagnosis mengenai ‘aku ini tipe sanguinis, melankolis, koleris, atau phlegmatis?.’
Alasan saya:
Pertama, saya tidak mungkin membedah sang penanya terlebih dahulu untuk tahu mana cairan tubuh yang lebih dominan dalam tubuh sang penanya.
Kedua, dasar pandangannya mengenai keseimbangan cairan tubuh juga sudah kurang tepat dan dibuktikan oleh sains pada masa itu.
Ketiga, saya pribadi agak kurang sreg dengan pengelompokan kepribadian manusia jika tujuannya belum jelas.
Saya khawatir nantinya saat sudah mengetahui kecenderungan kepribadian dengan sejumlah traits-nya malah membuat orang yang bersangkutan membatasi diri sendiri. Contohnya, saat orang mengetahui kecenderungan kepribadiannya adalah pencemas dan ekspresif dalam emosi, orang tersebut bisa saja membenarkan segala perilakunya yang mungkin mengganggu orang lain dalam lingkungannya atau justru menghambat dirinya untuk berkembang dengan alasan bahwa perilaku tersebut sudah merupakan “sifat dasarnya” sehingga ia tidak berusaha menyesuaikan diri dengan lebih baik. Oleh sebab itu, saya sebisa mungkin menghindari memberikan label atau diagnosis terhadap orang lain kalau nantinya malah jadi membatasi atau tidak membantu orang tersebut ;)
Demikian sharing saya tentang tipe ‘kepribadian’ sanguinis, koleris, phlegmatis, dan melankolis-nya. Semoga dapat memberikan tambahan materi belajar bagi kita semua :)
Sumber :
Collin, Catherine, dkk. 2012. The Psychology Book– Big Ideas Simply Explained. London : Dorling Kindersley Limited
http://heyinishanti.blogspot.com/
http://chirpstory.com/li/15116
http://en.wikipedia.org/wiki/Galen
PS : Terima kasih Teh Cune yang sudah merangkum twit-ku dan menyusunnya dengan rapi dalam blog-nya
————————————————————————————————————————— [1] “Sanguin” berasal dari bahasa Latin “sanguineus” yang artinya “yang berhubungandengan darah”
[2] “Phlegm” berasal dari bahasa Yunani kuno “phlegma” yang artinya “cairan lembab dan dingin dalam tubuh”
[3] “Choler” berasal dari bahasa Latin “cholera” yang artinya “cairan kuning-hijau dihasilkan liver (cairan empedu)”
[4] “Melancholy” berasal dari bahasa Yunani “melas chole” yang artinya “cairan yang dihasilkan oleh ginjal”. (Maap ga nemu padanannya dalam bahasa Indonesia -S)