Sebuah perjalanan panjang merupakan jalan yang singkat bagi perenungan
Semangkukasle
seen from China

seen from Spain

seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Maldives

seen from United States
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Spain
seen from Maldives
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
Sebuah perjalanan panjang merupakan jalan yang singkat bagi perenungan
Semangkukasle
Orang-orang dalam Perjalanan
Karena setiap orang yang kau temui dalam perjalananmu, punya perannya masing- masing untuk dirimu. Percayalah, Allah azza wa jalla telah mengatur hidupmu dengan begitu indahnya.
Jakarta, 29 Desember 2018.
Sebagai anak rantau, liburan panjang artinya adalah kembai pulang,untuk bertemu orang - orang terkasih, keluarga, saudara, sahabat-sahabat terdekat tentunya.
Nuansa liburan memang sangat terasa di stasiun, sepajang jalan menuju stasiun, orang-orang dengan koper serta barang-barang bawaannya berdesakan mengantri untuk masuk ke ruang tunggu, alhamdulillah meskipun berdesakan, masih banyak orang yang berbaris rapi dengan mengantri. Ini hal yang patut disyukuri, ya kan???
Kali ini mencoba pulang menggunakan kereta ekonomi rasa eksekutif, anak PJKA pasti tau nama keretanya. Perjalanan dimulai dari stasiun pasar senen menuju stasiun tawang,
Saat memasuki gerbong kereta, kursi penumpang sudah penuh terisi. Terpancar wajah kegembiraan di antaranya. Dari pasangan muda, kelurga kecil , hingga anak rantau yang ingin pulang atau sekedar menghabiskan waktu berlibur di kota yang akan disinggahi.
Selalu menyenangkan memperhatikan sekitar selama perjaanan. 6 jam 55 menit pasti tak akan terasa.
Sesaat sebelum kereta berangkat, seorang bapak-bapak mengajakku berbicara.
“Mbak, maaf, boleh tidak ya ini pindah tempat duduknya, supaya saya bisa duduk dengan anak saya. “
akhirnya pindah tempat duduklah dan ternyata ada hikmahnya loh dari pindah tempat duduk itu. Aku bertemu seorang teman baru, tenang, teman ini seorang perempuan kok. Perempuan anggun yang jadi teman berbincang selama 6 jam lebih. Aca namanya.
ada satu hal yang kuingat dari perbincangan kami,
“Mbak, tau enggak sih kalau Allah itu sebaik-baiknya pengatur. Kadang kita mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu seakan kita tidak percaya punya Allah. Padahal Allah pasti pilihkan yang terbaik buat hambanya. ya kan. ”
DEG.. rasanya tertampar dari kalimat itu.
Aca bercerita, jika Allah tidak memberikannya rasa malas saat akan berangkat ke bandara di tahun lalu, mungkin ia menjadi salah satu korban dari pesawat yang meledak itu.
ia bercerita lagi, seadainya Allah tidak membuat ia ketiduran saat akan berangkat ke kampusnya di Depok, mungkin ia menjadi salah satu korban dari kecelakaan KRL yang biasa ia tumpangi itu.
Terkadang saat ketiduran, kita justru kesal, mungkin bahkan ada yang sampai mengumpat, tapi siapa yang tau ada apa dibalik itu kan. Karena Allah kan yang mengaturnya.
Sebagai hamba kita hanya perlu berikhtiar sebaik mungkin. berdoa dan beribadah kan. Bukankah itu tugas kita selama di dunia sebelum akhirnya benar-benar pulang???
“ Mbak, tidak ada yang tau kita naik kereta ini, bisa sampai Semarang atau tidak, atau semisal besok pulang bisa sampai Jakarta lagi atau tidak”
Iya ya, kalau Allah azza wa jalla berkehendak, sebagai hambanya kita bisa apa selain berpasrah.
Fii amanilah,, semoga engkau selalu dalam lindungan Allah
Kalimat sederhana yang bermakna dalam. yang sekarang mualai kubiasakan dalam kehidupanku. ada doa baik di dalamnya.
saat bertemu Aca, aku seperti diingatkan kembali bahwa Allah adalah sebaik-baiknya perencana dan bagaimana berpasrah dan taak dalam kenjalani kehidupan. Jika bukan Allah yang mengatur untuk bertemu Aca hari itu mungkin aku hanya akan tidur dan mengamati pasangan muda mudi yang membuat baper. hahahaha
Cara Allah untuk mengingatkan hambanya memang semanis itu.
Itu tanda Allah masih sayang kan? Semoga ya. :’)
Semarang, 2 Januari 2019
Qadarullah, saat perjaanan kembali merantau ke ibu kota, bertemu kembali dengan Aca, kebetulan ia akan berkunjung ke neneknya yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempatku. Dan diberi tumpangan hingga ke tempat kos.
Rencana Allah itu memang seindah ini.
Kalau Allah tidak mengaturnya sedemikian, mana mungkin bisa bertemu kembali dengan Aca.
Terharu aku jika memikirkannya.
Jakarta, 3 Januari 2019.
Kembali ke rutinitas pekerjaan dan Allah masih berikan rasa syukur di hati untuk semua rencanaNya. Rencana super manis yang membuatku terharu, sesayang itu loh Allah dengan hambanya.
Percayalah, Allah menyayangimu, bagaimanapun terkadang keadaan membuatmu merasa tidak. Selalu ada hikmah disetiap rencanaNya. Percayalah itu, in shaa allah ketenangan hati akan kau dapatkan. :’) :’)
3 of 365
Kereta api tidak pernah terbang. Ia selalu setia pada rel yang dipijak. Kereta nggak cuma lewat satu kali. Kalau ketinggalan, masih ada kereta yang lain. Kita hanya perlu menunggu. Jadi, biarkan saja kereta itu lewat. Selamat Hari Kereta Api.... #PJKA #HariKeretaApi https://www.instagram.com/p/B278PqxFuzR/?igshid=k7w4l6p3g1ws
#भगवान_न_भूलो ऋ. मं नं 9सू.20 मंत्र1 में लिखा है!वही सब का रक्षक है!वही अच्छी आत्माओं को मिलता है और उनको अपना ज्ञान देता है! वह परमात्मा कबीर देव है। प्रमाण के लिए देखें साधनाtvपर रात7:30 बजे से #GRAMMYs @sabina @ONU_fr @Refugees @UN_News_Centre @UNAIDS @UNDESA @UNDP @UN_Women #ghughesbbqsauce #pjka #hsw https://www.instagram.com/p/BtucvYWhhdV/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=dafzq5yjnp40
Forgoten... #explorebandung #krd #pjka #explore #indonesia #bandung #vscocam
New Post has been published on Efek Gila
New Post has been published on http://efekgila.com/gerbong-jadi-rumah-kedua/
Gerbong Jadi Rumah Kedua
Saban Jumat malam, suasana gerbong kereta Progo berbeda dengan hari biasanya. Tidak ada ada lagi kursi yang kosong. Semua tempat duduk di kereta ekonomi jurusan Pasar Senen (Jakarta) – Lempuyangan (Yogjakarta) itu terisi penuh. Maklum, tiket ludes dua-tiga pekan sebelum hari pemberangkatan.
Di dalam gerbong kereta, sebagian besar penumpang terlihat saling kenal. Mereka bertegur sapa, bercanda, berbagi koran bekas yang akan digunakan sebagai alas tidur, atau ramai-ramai bertukar nomor kursi. Suasana yang menyenangkan dan kompak.
Ya, orang-orang itu berada dalam satu komunitas. Namanya Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA). Komunitas itu unik. Terdiri dari orang-orang yang senasib. Mereka bekerja di Jakarta pada hari Senin hingga Jumat. Lalu, pada Sabtu hingga Minggu, berkumpul dengan keluarga di kampung halaman di Solo, Yogyakarta, atau kota-kota sekitarnya. Orang-orang ini biasa disebut kaum penglaju.
Karena merasa senasib, pada tiap pekan selalu ada kesempatan bagi mereka untuk bisa berkumpul. Terutama ketika masih bersama-sama berada di Jakarta atau di antara hari Senin-Jumat. Salah satu aktivitas yang rutin diadakan adalah jagongan. Itu dilakukan pada Jumat sore sebelum kereta berangkat.
Meski KA Progo berangkat pukul 22.30 WIB, penumpuang sudah berkumpul setelah maghrib atau sekitar jam 18.30 WIB, sebagian besar anggota PJKA sudah berada di titik pertemuan yang ditentukan. Biasanya di halaman Stasiun Senen atau tempat lain yang menyediakan jajanan ringan. Rutinitas itu dilakukan hanya untuk ngobrol atau sekadar menghilangkan penat.
“Banyak hal yang bisa menjadi bahan obrolan. Mulai pekerjaan, perkembangan harga tiket kereta, bahkan kami ngobrol untuk mencoba berbisnis bersama. Intinya, ketika bergabung dengan komunitas itu, kami merasa mendapatkan banyak manfaat dibandingkan ruginya,” ujar sesepuh PJKA, Stefanus Dwi Kristianto, Senin (26/10), pada EfekGila.com.
Jika ada kesempatan, anggota PJKA juga kerap berkumpul di luar hari Jumat. Kemasan acaranya dibuat berbeda, komplit agenda lain yang menghibur seperti arisan. “Memang aneh, bapak-bapak yang tinggal di Jakarta berkumpul untuk arisan. Tak itu justru yang membuat kami rukun,” komentar Agus Sumandiko, anggota lama PJKA.
Manfaat Ganda
Sepuluh tahun terakhir, jumlah pekerja luar kota yang mendatangani Jakarta terus membludak. Termasuk para penglaju yang berasal dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Karena efisiensi dan harga, mereka memilih kereta sebagai transportasi utama. Bukan lagi bus atau angkutan lain.
Situasi itu membuat intensitas pertemuan makin sering. Maka, muncullah ide dibentuknya PJKA. “Idenya spontan. Kami senasib dan butuh informasi-informasi yang akurat soal transportasi kereta api. Selalu saja ada anggota yang up-date dan bisa di-share ke seluruh anggota,” beber Stefanus.
Dalam perkembangannya, PJKA berfungsi ganda. Selain ajang ngumpul, komunitas ini ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap kebijakan PT Kereta Api. PJKA kerap bersuara keras, terutama jika ada kebijakan harga tiket ekonomi yang tidak memihak rakyat kecil.
Tahun lalu, seusai diskusi antara PT kereta Api dengan komunitas PJKA, subsidi harga tiket kereta ekonomi dimunculkan lagi. Alhasil, harga tiket ekonomi turun. Dari yang awalnya sempat menyentuh Rp 150.000, turun menjadi Rp 90.000. “Apa yang kami alami pasti dirasakan oleh sebagian besar penumpang tiket ekonomi. Maka, kami pun menyuarakannya secara bersama-sama,” tambah Stefanus.
Lambat laun, PJKA makin memanjakan anggota. Kebijakan memberlakukan penjualan ticket secara online, komunitas PJKA lebih mudah mengantongi tiket PP. Mereka tak membeli secara perorangan lagi, tapi diborong oleh koordinator jauh hari sebelumnya.
Biasanya H-90 ada koordinator anggota PJKA yang membeli tiket dalam jumlah banyak. Tiket itu sudah tertuliskan nama-nama anggota PJKA, bukan nama-nama asal yang tidak jelas identitasnya. “Kami tak mau main-main dan mematuhi peraturan. Bagi kami, kereta sudah menjadi rumah kedua,” pungkas Stefanus (HM).
https://www.youtube.com/watch?v=F1sfxftBjGs&ab_channel=DhannieSetiawan
Abu Dabhi Abi Dabhueh...