Baik laki-laki maupun perempuan hendaknya dalam memilih calon pedamping pilihlah karena agamanya.
Bagaiman ukuran seseorang yang baik agamanya?
Pengetahuan agama yang luas? Keluasan agama tidak bisa dijadikan patokan agama seseorang. Jika itu dijadikan patokan, kaum orientalis jauh memiliki ilmu agama yang luas dibandingkan kita pada umumnya.
Agama itu meliputi tauhid yang menjadi inti, dan syariat yang menjadi rambu-rambu dalam berkehidupan. Tauhid hidup dalam iman. Iman itu perkara hati. Dan orang tidak bisa menilai hati orang lain.
Namun keyakinan hati seseorang terwujud dalam sikap dan perilakunya. Agama seseorang insyaAllah dapat dilihat dari perilakunya, juga amal perbuatannya.
Rasulullah SAW pernah ditanya:
“Manakah di antara orang-orang mukmin yang paling utama imannya? Beliau menjawab: ialah orang yang baik akhlaknya.”
Rasulullah juga bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang berakhlak baik akan mencapai derajat dan kedudukan yang tinggi di akhirat, walau ibadahnya sedikit."
Tak mungkin kebaikan agama seseorang dapat diketahui dari shalat dan puasanya, KH. Abdurrahman Wahid melanjutkan, "... Keimanan dalam beragama dilihat dari aspek-aspek akhlak, penjagaan hak-hak orang lain, serta sikap tidak menzalimi orang lain. Adakalanya ketika seseorang sedang berpuasa, ia sangat takut kemasukan air saat berkumur. Tapi ia tidak takut melanggar hal-hak orang lain."
Imam Abu 'Abdillah pun berpesan, "Janganlah kalian tertipu dengan shalat dan puasa mereka. Sesungguhnya ada seseorang yang mengerjakan shalat dan puasa sampai-sampai seandainya ia meninggalkannya, ia merasa takut. Tapi lihatlah mereka dalam kebenaran bicara dan penuaian amanat."
Seseorang yang berakhlak insyaAllah lebih utama, termasuk sifat dan semangatnya terhadap agama. Seseorang yang mempunyai semangat dan sikap yang baik, insyaAllah lebih mudah menyerap ilmu agama yang belum ia dapatkan.