Aku kangen banget sama kamu…
Aku selalu benci saat dimana aku berharap kamu kembali.
Aku gapernah bilang, bukan berarti aku gapernah ngerasa.
Kalo kata anggi marito, tak segampang itu. Kalo kata Tulus sih ingkar mungkin ya…
Kalo kata kamu apa coba?
seen from Maldives
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from Russia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from China

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
Aku kangen banget sama kamu…
Aku selalu benci saat dimana aku berharap kamu kembali.
Aku gapernah bilang, bukan berarti aku gapernah ngerasa.
Kalo kata anggi marito, tak segampang itu. Kalo kata Tulus sih ingkar mungkin ya…
Kalo kata kamu apa coba?
Mengukur Keberkahan
Suatu rezeki yang berkah dapat dilihat dari ciri-ciri berikut:
Kalau kita diberi nikmat, apakah nikmat tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain?
Merasa cukup dengan nikmat yang ada. Berkah itu datangnya dari syukur. Jadi syukuri seberapapun nikmat yang kamu dapat.
Buat ngebedain mana nikmat bertambah karena syukur dan kufur:
Kalau nambah nikmat, kamu nambah taat. Nambah nikmatnya itu karena syukur.
Sebaliknya kalau ditambah nikmat malah nambah maksiat. Artinya bertambahnya karena kufur.
Rindu
/rin·du/
(ks) sangat ingin dan berharap terhadap sesuatu; memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman);
Cinta yang bersih akan menimbulkan rasa rindu yang mendalam. Seperti rindunya Allah kepada hamba-hamba-Nya, bahkan Dia pun rindu kepada hamba-Nya yang meninggalkan maksiat dan perbuatan dzalim. Kamu rindu gak sama Dia?
Cinta sebelum menikah itu ujian. Apapun bentuknya, LDR, pacaran, atau apapun itu, tetep ndak boleh. Belajar lah kepada Ali ataupun Fatimah bagaimana laku mereka ketika rasa cinta itu hadir. Hati itu seperti bejana, kalau sudah diisi satu hal, tak bisa diisi dengan sesuatu hal yang lain. Kalau hati sudah diisi dengan selalu ingat kepada dia, lantas di posisi mana hati harus selalu mengingat Dia? Lebih ingat mana, dia atau Dia?
~
Kemandirian Ekonomi
Setelah menikah, seorang suami berkewajiban menafkahi istrinya, baik itu sandang, pangan, maupun papan dengan cara yang baik. Karena itu seorang lelaki harus berusaha mandiri. Orangtua tidak berkewajiban lagi dalam menafkahi anak perempuannya.
Ketergantungan ekonomi kepada orangtua akan melahirkan dampak psikis dan memunculkan konflik-konflik lain setelah menikah, terutama konflik psikis bagi istri. Harga diri dan rasa percaya diri sebagai keluarga sulit dibangun. Ketidakberdayaan pada aspek-aspek lain yang seharusnya dibangun berdua sulit untuk dicapai. Mereka pun merasa lemah dihadapan orangtua, mertua, saudara, kerabat, bahkan terhadap diri mereka sendiri. Kepercayaan istri terhadap suami pun kurang bisa terbangun.
Dampak yang lebih luas, khususnya dalam pembentukan orientasi keluarga dan kesiapan memberikan pendidikan kepada anak. Kurangnya kepercayaan diri dapat mempengaruhi citra mereka tentang keluarga mereka sendiri. Hal lain akan berpengaruh dalam memberi pengasuhan anak, melahirkan sikap yang kurang sesuai dalam mengasuh anak.
Kalaupun orangtua tetap memberikan biaya hidup rumah tangga baru tersebut, seorang suami hendaknya memiliki keinginan yang kuat untuk mencari nafkah yang halal.
Rasul bersabda, "Ibadah itu ada tujuh bagian, yang paling utama adalah mencari rezeki yang halal."
Oleh karena itu, saat peminangan, lihat apakah calon suami telah mandiri. Atau apakah calon suami telah berusaha untuk mandiri, dan mempunyai iktikad untuk mandiri.
Mungkin ia belum berpenghasilan yang cukup. Namun pilihan ia untuk mandiri, insyaAllah menjadi sinyal kesiapannya memikul tanggung jawab sebagai suami dan kelak menjadi ayah.
“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.”
29 Oktober 2018
Pilihlah Agamanya
Baik laki-laki maupun perempuan hendaknya dalam memilih calon pedamping pilihlah karena agamanya.
Bagaiman ukuran seseorang yang baik agamanya?
Pengetahuan agama yang luas? Keluasan agama tidak bisa dijadikan patokan agama seseorang. Jika itu dijadikan patokan, kaum orientalis jauh memiliki ilmu agama yang luas dibandingkan kita pada umumnya.
Agama itu meliputi tauhid yang menjadi inti, dan syariat yang menjadi rambu-rambu dalam berkehidupan. Tauhid hidup dalam iman. Iman itu perkara hati. Dan orang tidak bisa menilai hati orang lain.
Namun keyakinan hati seseorang terwujud dalam sikap dan perilakunya. Agama seseorang insyaAllah dapat dilihat dari perilakunya, juga amal perbuatannya.
Rasulullah SAW pernah ditanya:
“Manakah di antara orang-orang mukmin yang paling utama imannya? Beliau menjawab: ialah orang yang baik akhlaknya.”
Rasulullah juga bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang berakhlak baik akan mencapai derajat dan kedudukan yang tinggi di akhirat, walau ibadahnya sedikit."
Tak mungkin kebaikan agama seseorang dapat diketahui dari shalat dan puasanya, KH. Abdurrahman Wahid melanjutkan, "... Keimanan dalam beragama dilihat dari aspek-aspek akhlak, penjagaan hak-hak orang lain, serta sikap tidak menzalimi orang lain. Adakalanya ketika seseorang sedang berpuasa, ia sangat takut kemasukan air saat berkumur. Tapi ia tidak takut melanggar hal-hak orang lain."
Imam Abu 'Abdillah pun berpesan, "Janganlah kalian tertipu dengan shalat dan puasa mereka. Sesungguhnya ada seseorang yang mengerjakan shalat dan puasa sampai-sampai seandainya ia meninggalkannya, ia merasa takut. Tapi lihatlah mereka dalam kebenaran bicara dan penuaian amanat."
Seseorang yang berakhlak insyaAllah lebih utama, termasuk sifat dan semangatnya terhadap agama. Seseorang yang mempunyai semangat dan sikap yang baik, insyaAllah lebih mudah menyerap ilmu agama yang belum ia dapatkan.
26 Oktober 2018