Previlege Harta dan Agama
Previlege atau kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti hak istimewa atau hak khusus yang dimiliki oleh semua orang untuk mendapakan kemudahan dalam hidup. Begitu mungkin singkatnya...
Akhir-akhir ini lagi seneng banget sama topik bahasan ini, entah kemudian jadi berpikir aku ni, sebenarnya punya previlege nggak sih? atau jangan-jangan justru nggak punya sama sekali...
Ternyata, setelah mencari-cari bahasan tentang previlege ini aku sepakat buat angkat tulisan tentang previlege dalam keluarga. Iya, sok-sokan banget bahas previlege tentang keluarga padahal belum berkeluarga...
Previlege dalam keluarga ini kemudian aku kerucutkan jadi dua topik, yaitu tentang finansial dan agama. Why agama, biar ceritanya gampang karena aku bakal bahas dari segi keluarga ku...
Pertama, previlege harta, seperti sebuah tulisan yang pernah aku baca, kalau kamu lahir di keluarga yang berada, bapak kamu punya jabatan, dsb nya, ya jelas aja previlege nya akan jadi lebih besar, apalagi posisinya kamku adalah anaknya. Peluang tentang hak khusus dan hak istimewa itu terbuka lebar...
Sering banget kita temui di kehidupan nyata bukan? kita nggak bisa menyalahkan mereka, karena bisa jadi dibalik keluarga mereka yang sekarang sudah sukses tersebut ada perjuangan dibaliknya, misal “aku harus kerja keras, biar besok anakku nggak hidup susah” kemudian ketika keluarga tsb berhasil menjadi sukses, tentu saja itu previlege si anak...
Kemudian bagaimana nasib dari orang-orang yang keluarganya tidak seberuntung itu? bukan berarti jalan tertutup, namun lebih ke sadar diri bahwa kamu harus menciptakan previlege itu untuk generasi penerus. Karena sejatinya kita pun bisa melakukan apa yang kita mau meskipun tidak punya previlege keluarga dari segi finansial...
Kedua, previlege dari segi agama. Nah kenapa si sebenernya previlege agama ini menarik banget buat dibahas, itu karena siapa kita pasti berawal dari siapa keluarganya. Orang-orang yang punya lingkungan agama yang kuat pasti akan dengan mudah mendapatkan ilmu dan ajaran agama yang baik sehingga anak tersebut nantinya bisa tumbuh berdasarkan nilai-nilai agama yang keluarga nya anut. namun, bagaimana kalau ternyata hal itu tidak ada dikeluarga kita?
Keluarga yang tidak memiliki previlege agama yang kuat, tentu saja harus belajar dari luar, dari teman, dari lingkungan yang dia temui. Itulah mengapa kita sering mendengar kalau lingkungan pertemanan itu akan mempengaruhi sedikitnya 60% dari orang tsb...
Aku akan mengambil contoh yang terjadi di keluarga ku. keluarga ku bukan tipikal keluarga yang religius banget. Bisa dikatakan Islam yang ada di lingkungan rumah kami ya Islam seperti pada umumnya. Maka dari itu, aku tidak punye previlege di bagian itu, karena merasa selama ini ya tau tentang ilmu agama secara lebih itu ya dari luar, dari teman-teman...
Maka, jika hal tersebut sudah kita sadari sedari dini, tentang previlege yang tidak kita miliki. sudah semestinya kita berusaha mencarinya ditempat yang semestinya. Dengan cara memilih circle pertemanan yang baik contohya...
Satu hal yang pasti, previlege hanya menyumbangkan sebagian kecil kesuksesan kita. Kitalah yang harus mencarinya sendiri...














