Refleksi Tantangan Zona 7: Proyek Bahagia
Alhamdulillah, 12 hari terlampaui menjalankan proyek bahagia ala kami.
Alhamdulillah tantangan kali ini disambut baik suami dan anak. Suami yang saat ini masih wfh, memang jadi punya waktu lebih untuk berkegiatan bersama.
Dari mulai perencanaan, dimana kami mengemukakan ide masing-masing. Aah sebetulnya umma tak mengatakan sedari awal ide umma, umma mencoba menjadi pendengar yang baik, ingin menjalani proyek bahagia, berbasis apa yang abi dan Qowwam suka. Pun ternyata, setelah ide Qowwam dan abi terlaksana, sedang masih berlalu beberapa hari lagi, akhirnya kami juga bisa melakukan proyek yang umma usulkan, bahkan abi membantu juga prosesnya.
Qowwam yang sedang terobsesi menjadi chef menjadikan masak memasak sebagai ide proyek. Abi yang mau melaksanakan hajat nanam menanam juga akhirnya bisa menanam bibit yang masih ada di rumah dibantu dengan Qowwam. Umma, menyiapkan camilan usai mereka selesai. Esoknya, kami membuat ecobrick, proyek yang umma sudah sempat lakukan namun masih gagal karena masih ada beberapa kesalahan.
Proyek keluarga kami tentunya belum selesai, Qowwam masih ingin mencoba memasak makanan lainnya, abi juga masih harus mengontrol pertumbuhan tanaman, dan ecobrick yang kami buat juga masih setengah botol.
Inspirasi dari proyek bahagia adalah menjadikan sesuatu yang rasanya sulit, berat dilakukan sendiri menjadi lebih ringan dan membahagiakan bagi kami. Butuh banyak juga untuk lebih bersabaar, karena kami memang sedang sama sama belajar.
Jadi, selanjutnya kita buat proyek apa lagii??? 😄













