Awan kelabu di bulan Juni
Mengawali bulan dengan kegembiraan, mewujudkan cita pergi bersama menikmati pantai, sederhana menyantap santapan khas laut. Kapan lagi bisa kaya gini, begitu ucap abah.
Pekan berikutnya pun masih berkumpul bersama selayaknya kami di pekan pekan biasanya
Bertambah ceria karena dua cucu kesayangan abah bertambah usia pada bulan yang sama
Hanya selang sepekan, sabtu itu kami masih berkunjung, sayang dengan kondisi abah dan enin yg tak begitu sehat. Saat itu, aku, abah dan enin mengobrol lama, sambil beristirahat di kamar mereka, tak ada yg serius dalam obrolan kami, tapi ternyata itu adalah saat terakhir aku bisa mendengar suara abah dalam waktu lama. Beberapa hari berlalu, kenyataan yang sama sekali tak kami sangka abah enin, adik-adik ternyata positif. Si virus ternyata juga menghampiri kami. Aku, dengan tanda-tanda yang hampir sama, pun ternyata positif. Pula Qowwam.
Entah berapa kali semenjak kami positif, kami bertatap dalam panggilan video. Dan sedari awal pula, aku yang cengeng ini, entah berapa kali menangis. Tapi, aku yakin kami semua akan kembali sehat.
Aku yang hanya bisa menatap bapa dari jauh. Bapa yang sangat jarang sekali sakit, kali ini terlihat sangat kelelahan. Hingga bapa meminta mamah untuk yuk kita dirawat bareng-bareng, biar kita bisa sehat lagi bareng-bareng. Selama dua hari bapa mamah menunggu beratapkan tenda di puskesmas.
Barulah di hari Senin, bapak mendapatkan kamar. Namun sayang, keinginan bapa untuk terus bersama mamah tak bisa terpenuhi. Bapa yang bergejala lebih berat, harus masuk ke IGD, tapi tak ditemani mamah. Kami titipkan hp bapa agar bisa terus berkomunikasi..
Saat pertama masuk ke igd, di panggilan video pertama bapa hanya bilang, bapa dingin, dan kami titipkan selimut pada nakes yang ada. Malam, saat bapa sudah di kamar perawatan dan ternyata itulah panggilan video terakhir bersama bapa. Mamah meminta maaf karena tak bisa menemani bapa, bapa gapapa kan sendiri. Dan dijawab bapa, iya ini bapa sedang menyesuaikan diri.
Hingga esok harinya, panggilan video kami ke bapa tidak diangkat. Pihak rumah sakit menghubungi bahwa bapa dalam kondisi kritis. Kami langsung menuju ke sana dan kabar duka itu yang kami terima.
Sangat cepat, tak ada pesan terakhir yang bapa sampaikan.
Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu ...













