#Ramadan 1
Ramadan, Bulan mulia yang kedatangannya selalu di nanti oleh banyak hamba. Berbagai euforia menjelang ramadan bertebaran dimana-mana. Dari iklan sirup sampai quotes dan poster dakwah menghiasi linimasa social media.
Setiap ramadan mungkin saja ada sesuatu yang berbeda kita temukan. Anggota keluarga yang ramadan sebelumnya masih bersama, ternyata tahun ini telah kembali kepada-Nya. Atau ramadan yang bisa dinikmati bersama keluarga, sahabat, kini harus melaksanakan sendiri di tanah perantauan. Dan apakah ramadan tahun lalu lebih berkualitas dengan tahun ini? Atau malah semakin meningkatkan kualitas terbaik.
Lalu, apa target ramadan kita tahun ini? Melihat beberapa project ramadan teman-teman, masya allah. Dan rupanya mereka berhasil menebarkan semangat positif itu kepada saya.
Insya allah project ramadan kali ini selain amalan amalan ibadah lainnya adalah akan menulis rutin selama 30 hari ke depan.
Hari ini saya akan sedikit berbagi tentang salah satu kisah dari sahabat Rasulullah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dari beliau kita belajar bahwa sejarah dan tradisi islam diisi dengan banyak sekali contoh ketaatan terhadap nilai nilai etika yang tinggi dalam bermuamalah dan menggunakan hak seseorang. Misalnya: Suatu ketika Umar bin abdul aziz, menerima tamu yang sangat jauh asalnya. Kedatangan tamu tersebut membahas perihal negara kaum Muslimin. Sambil mendiskusikan tentang masalah kenegaraan, beliau tetal menyalakan lampu, ketika pembicaraan beralih ke masalah pribadi dan keluarga, sang khalifah mematikan lampu dan berbincang dalam kegelapan. Tamunya menjadi bingung dengan perilaku Umar dan karena penasaran lalu menanyakan alasan tindakan tersebut. Beliay lalu menjawab "bahwa beliau membeli lampu menggunakan uang dari baitul mal, sehingga dia hanya bisa menggunakannya ketika sedang mengerjakan pekerjaan yang berhubungan masalah negara, dan bukan kepentingan pribadi! Tegas beliau.
Kisah ini membuat saya merenung panjang. Melihat kondisi negeri yang sedang dalam darurat. Maka di ramadan ini adalah momen muhasabah dan mendoakan negeri ini. Lalu jika ditelaah kepada setiap person maka sudahkah kita memiliki kesadaran untuk menjaga setiap amanah yang diberikan dengan selalu merasa bahwa pengawasan Allah 24 jam. Seorang khalifah yang begitu tinggi menjunjung nilai-nilai kebaikan.
Ramadan, masih tersisa 29 hari. Sungguh masih akan banyak momen dan kesempatan jikalau diberi umur panjang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas.
Yang kurang kemarin, hari ini, saatnya dioptimalkan!
| @triastariirfiani | May 6 th 2019











