Literasi Cinta
Hatinya terbuka. Ia menerima beberapa paragraf yang mengisahkan tentang bagaimana seseorang yang paling baik melukiskan sejarah tentang penerapan cinta yang paling dalam. Dalam lingkup halal, tiada kata marah. Meski ada, api itu seakang teredam oleh segumpal salju. Dingin tak berbekas.
Begitu indah untaian cerita itu hingga beberapa ungkapan kasih sayang tertulis begitu harum di mata. Menyentuh hati hingga genggaman lembut bagai mengasihi seseorang yang menempati 'terbaik' dalam hati. Tidak ada malu dalam mengungkapkan rasa sayang, tidak ada sekat tabu dan berjalan sebagaimana tanpa halangan.
Hingga, tokoh protagonis yang tengah membaca kisah tersebut berdoa dan mengharapkan hal serupa. Ingin ikut merasakan bagaimana indahnya menjalin kasih tanpa perantara membaca. Langsung di depan mata. Suatu hari..
















