Meraih Puncak Kesabaran
(merespon pemberitaan ustadz radikalis)
Bicara Tentang sabar, selama ini yang masyhur dan kita ketahui sebagai sosok yang paling sabar itu adalah Nabi Ayub as. kendati ditimpa penyakit serta musibah yang amat besar, beliau enggan mengeluh dan malu untuk meminta sembuh karena menganggap karunia tuhanNya sebelum ujian tersebut menimpanya jauh lebih besar.
Tapi tahukan teman2. Ternyata beliau bukanlah orang paling sabar di dunia ini. Ada teladan lain yang lebih sabar dari Nabi Ayub, yaitu para nabi yang Allah teguhkan kedudukannya sebagai ulul azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad) atau penghulu para Nabi.
Mengapa sabar mereka lebih utama dari sabarnya Nabi Ayub?
Sebab mereka sabar dalam berdakwah. Dan Kata Rasul puncak dari kesabaran adalah sabar terhadap ujian dakwah. Bayangkan apa yang akan terjadi bila setelah dilukai, dihujat, difitnah di caci maki, diboikot para Rasul tersebut berhenti berdakwah. Mungkin nikmat Iman dan Islam itu tidak akan sampai ke tangan kita hari ini.
Mungkin kesyirikan, dan kebiasaan jahiliyah makin merajalela saat ini. Maka Bayangkan bila hari ini kita dan org2 di bumi semua berhenti mengajak amar maruf atau membiarkan kemungkaran? Itulah kenapa orang yang mampu bersabar dalam dakwah sangat utama.
Seperti yang sedang terjadi pada guru2 kita sekarang , pada ulama yang di cap radikal. Mereka sedang ditimpa ujian dakwah.
Tapi demikianlah sunatullah sejak zaman para rasul, Dakwah kebenaran akan dituduh dan difitnah sebagai pemecah belah kebenaran karena dulu islam datang dlm keadaan asing dan mungkin kini akan kembali asing
Saya tidak mengerti, bahkan berulangkali sy baca, dan tonton berita dari berbagai chanel yang berbeda. Tetap saja alasan mereka yang melabeli para ulama radikal memang ga masuk akal.
Dilihat dari sudut padang manapun, saya tidak menemukan radikalnya...
Selain karena mereka selalu menyampaikan dakwahnya dengan dalil, mengajarkan islam sesuai sunnah tapi juga tak mengkultuskan sesat apa yang berbeda dengan mereka , terus yang namanya dalil itu kan dari Allah dari Rasul. Berarti yang mereka tentang sebenarnya adalah ajaran Allah dan Rasulnya.
Selama sy ikuti kajian ustad2 tersebut, ga pernah sama sekali ilmu yg mereka berikan membuat sy jd intoleran, jd membenci perbedaan, sebaliknya berkat kajian2 yg mereka sampaikan itu memperbaiki hidup saya secara pribadi maupun secara sosial.
Sy yakin pemberitaan yang beredar sekarang tentang ustadz2 radikal tidak merubah apa2 bagi yang hatinya sudah berpegang teguh pada sunnah. Tapi sy mengkhawatirkan saudara2 saya seiman yg masih mungkin goyah. Bisa jadi karena belum sampainya ilmu, sehingga keyakinan menjadi lemah, ataupun sederet alasan lain seerti kesulitan ekonomi dan permasalahan sosial yg membuat masyarakat kita mudah sekali dicuci otaknya.
Jadi disini sy cuma mengingatkan rekan2 sesama muslim agar jangan mudah terprovokasi , tabayyun jangan ingin dipecah belah oleh pemberitaan yang tanpa bukti dan tidak berdasar. Ingatlah musuh umat sebenarnya bukan orang2 kafir, tetapi orang2 munafik (mereka mengaku islam tapi juga menghancurkan islam)... Rasulullah tak pernah memerangi suatu kaum karena ia kafir (berbeda keyakinan), tetapi karena mereka munafik dan dzhalim dalam artian menentang dan menghalang2i jalan Allah (kebenaran)
Dan orang2 munafik agamanya berada di pinggiran . Mereka memilih2 syariat sebagaimana orang yahudi, menerima ketika syariat itu menguntungkannya. Dan berbalik arah meninggalkan agamnya, menghujat dan kembali pada kekufuran apabila agama tersebut dinilai merugikannya. Terutama apabila agama dihadapkan pada benturan budaya, tradisi, kebiasaan dan kepentingan dunia.
"Apakah kamu beriman kepada sebagian syariat (Al-Kitab) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (al-Baqarah: 85)
Orang2 munafik rugi dunia akhirat
Sebab dia tak mendapat apapun di dunia, sedangkn di akhirat dia mendapat kehinaan puncak dan itulah sebenar2nya kerugian yg nyata., ''Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.'' (QS An-Nisa [4]: 145).
Simak juga ayat-ayat berikut.
'Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (tidak dengan penuh keyakinan), jika ia memperoleh kebajikan tetaplah ia dalam keadaan itu (keimanan) dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana berbaliklah ia kebelakang (menjadi kafir lagi). Rugilah ia di dunia dan di akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.'' (QS Al-Hajj [22]:11).
"(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya. (Allah berfirman), Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 49)
"Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu)." (QS. At-Taubah 9: Ayat 56)
Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (Muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 13)
"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)." (QS. At-Taubah 9: Ayat 107)
Saudaraku cukup pengingat mengenai orang munafik tidak perlu kita menghakimi mereka, serahkan fitnah dan kedhaliman yang mereka lakukan kepada Allah dan Allahlah se adil-adilnya hakim, cukup menjadi pelajaran semoga kita bukan termasuk golongan mereka. Sebaliknya Orang beriman ketika diuji maka semakin bertambah kuat imannya. Dan disaat para ulama kita sedang berjuang menghadapi ujian tersebut , mari kita sertai perjuangan mereka dgn doa, jangan tinggalkan kajian, tetap rapatkan barisan dalam dakwah ahlusunnah. Mari saudaraku berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran sesulit dan sepahit apapun.Bersatulah dalam jamaah,sebenci dan sekecewa apapun. Karena berjamaah lebih baik daripada sendirian. Sampaikan dakwah setiap saat agar saudara kita merasa memiliki dn dimiliki. Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggulah dgn kesabaran dan keikhlasan. Saudaraku memang tak mudah bertahan di jalan dakwah, maka berbahagialah Allah masih berikan kesempatan untuk kita menapaki jalan ini. Karena hakikatnya bukan dakwah yang memerlukan kita. Tapi kitalah yang memerlukan dakwah.Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita di jalan ini sampai kelak Dia benar2 mengizinkan kita menapaki surgaNya. Aamiin












