Tetaplah Bersungguh-sungguh, Meski Tak Dilihat
Assalamualaikum, guys. Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia dan tetap semangat ya walau kerinduan untuk berkumpul semakin tak terbendung. Semua akan indah pada waktunya!
By the way, kali ini giliran saya untuk berbagi tulisan lewat program pena proxsis yang selalu diadakan setiap ramadhan. Tulisan-tulisan sebelumnya dari rekan-rekan proxsis yang lain sudah ada bisa di akses di http://penaproxsis.tumblr.com/ dan langsung bisa kita coba self-assessment, pahami, resapi dan praktikan agar kualitias diri kita makin baik. Aamiin. Untuk tahun ini, saya coba akan berbagi tulisan mengenai betapa pentingnya kegigihan atau bersungguh-sungguh untuk mencapai ridha Allah.
Bersungguh-sungguh (mujahadah) dalam ibadah merupakan salah satu sikap yang sangat dianjurkan di dalam Islam. Banyak definisi/arti tentang bersungguh-sungguh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bersungguh-sungguh diartikan sebagai sebuah usaha dengan sekuat-kuatnya (dengan segenap hati, dengan sepenuh minat) untuk mengejar sesuatu yang diinginkannya. Begitupun dengan sabda allah SWT pada surat Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi:
وَالَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا فِيۡنَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulana; wa innallaaha lama'al muhsiniin.
Artinya: Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Sama halnya dalam bekerja, bekerja merupakan salah satu ibadah yang juga harus dilakukan oleh setiap insan manusia. Bekerja adalah salah satu konsep yang menjadi perhatian dalam Islam. Bekerja juga merupakan hal mendasar dalam kehidupan. Hidup manusia dapat dijalankan dengan baik jika setiap orang mau bekerja, baik untuk kepentingan individu maupun kepentingan sosial.
Mengapa dalam bekerja pun dibutuhkan kesungguhan?
Oh, please come on! Bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita, mencapai tujuan bahkan sampai menuju ridho Allah SWT kalau kita sendiri masih malas-malasan, tar-sok tar-sok (baca: entar-besok), terlalu banyak mengandalkan orang lain, tidak percaya diri atau bahkan terlalu percaya diri bahwa hari esok masih ada untuk kita, tidak menganggap bahwa dirinya begitu penting untuk kemajuan dan kesuksesan diri atau tim, bahkan tidak disiplin terhadap diri sendiri baik itu untuk kesehatan diri, menuntut ilmu, dan menyelesaikan tugas dan amanahnya yang menyangkut dirinya, kepada orang lain, serta pada Allah SWT?
Semua tujuan, keinginan, impian, bahkan yang baru terbesit oleh hasrat kita pun tidak mungkin dapat terwujud tanpa kesungguhan dan tekad kuat. Saya termasuk orang yang belum bisa percaya sampai detik ini bahwa sukses bisa didapatkan secara instan atau dengan bantuan orang dalam. Wkwkwk… Bagi saya, itu omong kosong. Sukses itu proses. Jika kita tidak menjalankan prosesnya, bagaimana kita bisa belajar dan berbenah diri dari setiap kegagalan dan kekhilafan yang kita lalui sebelumnya untuk kita ambil pelajarannya agar tidak terulang? Kita sendiri yang harus giat dalam melakukannya untuk mencapai tujuan. Makanya kenapa kegigihan itu perlu kita tanamkan dan praktikan. Karena janji Allah tidak pernah ingkar bukan? Tanpa bersungguh-sungguh, bukan tidak mungkin kalau kita akan:
1. Jauh tertinggal dengan rekan-rekan lain yang selalu konsisten dan disiplin dalam segala hal
2. Belum bisa memberikan banyak manfaat kepada sesama
3. Semakin sulit untuk menemukan inisiatif & solusi bahkan untuk kita sendiri karena terlalu mudah menyerah
5. Semakin tidak yakin akan kemampuan diri
6. Termasuk orang-orang yang merugi
Halangan dan rintangan pun pasti adanya dan selalu mengiringi langkah kita. Tentu orang-orang sukses itu adalah orang-orang yang terpilih. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak? Anything is possible! Semua bergantung pada diri kita sendiri. Kita yang memilih. Kesungguhan yang telah melekat di dalam jiwa-jiwa setiap Muslim akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi segala bentuk ujian yang Allah Ta’ala turunkan kepada setiap hamba-Nya. Karena dengan kesungguhan, seseorang akan memiliki sikap teguh pendirian, tidak mudah goyah dengan kebaikan yang dilakukannya. Ketika keteguhan dalam menjalan kebaikan telah tertanam di dalam hatinya, ia akan menjadi seorang Mukmin yang dicintai oleh Allah Ta’ala.
Capek? Istirahat sejenak.
Kenapa? Ketika gangguan itu mampu menghilangkan kesungguhan dalam diri kita, maka hal itu bisa membuat kita menjadi seorang yang lemah, takut dan tidak memiliki keberanian untuk meningkatkan diri yang akhirnya jauh dari rahmat dan ridha Allah SWT.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ, اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ
Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam (mengerjakan) hal-hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan dari Allah dan janganlah bersikap lemah.” (Hr. Muslim)
Bantai itu semua mulai dari sekarang melalui kegigihan mu!
Saatnya bangun, guys! Selesaikan semua tugas dan capai mimpimu! Tunjukan PASSION-mu dengan gigih dan nikmati suksesmu, soon!
Tetaplah bersungguh-sungguh dalam pekerjaanmu, meskipun tidak dilihat oleh siapapun.
Tetaplah disiplin meski tidak ada yang melihat atau yang lain sedang mengendur.
Tetaplah amanah meski kau tak dapat penghargaan apapun.
Teruslah mencoba, karena hari esok belum tentu ada buat kita.
Mata manusia memang terbatas. Jangan salahkan kawan, user, atasanmu, atau pelangganmu bila matanya belum bisa melihat semua segala upaya mu. Bisa saja mereka belum menggali lebih jauh atau bahkan melihat keseluruhan upaya mu saat ini.
Tapi yakinlah bahwa Allah selalu melihat segala bentuk upaya kita. Dia yang memiliki Maha segalanya. Lakukan itu untuk kita dan sebagai ibadah kita. Jika kita tetap bersungguh-sungguh, dengan segera atau di waktu yang tepat pasti akan kita tuai buah dari kesungguhan itu. Insya Allah.
Tulisan ini pun tentunya juga untuk diri saya sendiri sebagai bahan untuk tetap terus melakukan perbaikan kualitas diri dan kepada siapapun yang sedang berjuang dalam mencapai tujuannya. Semoga Allah selalu menuntun kita semua dengan pertolongan, kemudahan, kasih sayang dan ridha-Nya.
-Isma Husni Rakhmawati
Director PT Sinergi Solusi Pratama
05 Ramadhan 1442H // 17 April 2021