SPEECH BEFORE MISERY BUSINESS Los Angeles, California, 31 oct 2022

#interview with the vampire#iwtv#amc tvl#sam reid#jacob anderson




seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from China

seen from Denmark
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from Malaysia
SPEECH BEFORE MISERY BUSINESS Los Angeles, California, 31 oct 2022
Islam mengajarkan kesetaraan,
Mengajarkan untuk belajar,
Mengharamkan yang efeknya tidak baik,
Meninggikan derajat yang mau mengupgrade dirinya,
Bersyukur diberi iman dan Islam.
-----------------------------
🎬 Sebuah objektivitas Rocky Gerung
Pandemi—Rasisme
Photo by Jeremy Alford on Unsplash
Melihat kejadian yang terjadi di dunia, mengkritisi, sampai membela ataupun menjatuhkan pihak. Yah, itulah kita. Hampir 3 bulan di rumah, sejak 16 Maret 2020 kampus mulai diliburkan karena pandemi. Sejak itu juga, informasi bagaikan hujan yang jatuh dari langit, banyak dan penuh. Ada awan yang benar-benar membawa air hujan, ada yang ‘hanya’ sekadar mendung tapi tidak hujan.
Pandemi: Akhir Desember 2019 sudah ada warga China yang terinfeksi virus bernama SARS-CoV-2 itu. Sebenarnya itu tanda bukan sih? Yup, itu tanda. Semua negara harus siap hadapi lawan tak terlihat. Dan Maret-sekarang, Indonesia masih menerapkan physical distancing. Social distancing yang sekarang berusaha menjadi “new normal” penuh pro-kontra. Terlalu banyak informasi, capek dengarnya. Muncullah penyakit baru, Cabin Fever. Perasaan terkekang dan stress. Di luar takut virus, di rumah takut stress.
Konspirasi bermunculan. Ada yang salahkan China, Amerika, bahkan WHO. Jadi yang harus disalahkan siapa? Yang harus dibela siapa?
Rasisme: Amerika Serikat lagi rusuh karena rasisme polisi pada George Floyd. Semua menyuarakan ketidakadilan polisi. Black Lives Matter. Dari demo yang sekadar ngumpul-ngumpul, orasi, sampai vandalisme terjadi. Demo penurunan Trump juga disuarakan. Katanya dia tidak becus dalam penanganan Covid-19 sampai Amerika Serikat jadi No.2 Kasus tertinggi di dunia hingga rasis yang dilakukannya.
Lagi-lagi, siapa yang harus kita salahkan? Amerika, pemerintahnya, atau orang-orang yang demo? Dan siapa yang harus dibela?
Tidak harus menyalahkan siapa, membela siapa. Itu subjektif, tergantung keuntungan. Kan sifat manusia memang suka cari untung. Makanya zaman sekarang kita dituntut untuk pilah informasi bukan cari informasi. Dari kajian masalah-masalah yang terjadi, Ada satu pernyataan sepele tapi jleb:
Sistemnya memang bukan dari Islam
Ketika penyelesaian masalah secara subjektif, jelas ada ketimpangan. Penyelesaian pandemi semakin memusingkan, kasus bertambah, ekonomi yang perlu diperbaiki dengan pakai perspektif satu pihak jelas bermasalah lah. Kasus rasisme yang harus dituntaskan dari akar malah jadi ajang menyalahkan satu sama lain.
Perspektif kita yang perlu diubah, bisa dengan introspeksi dan pemilahan informasi. Kedekatan kita dengan agama juga harus ditambah. Ada satu quotes yang paling kusukai:
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi toleransinya
JIKA biasanya netizen di Asia Tenggara tidak pernah akur, tapi kini ada fenomena yang berbeda. Para warganet dari negara-negara ASEAN, yakni
JIKA biasanya netizen di Asia Tenggara tidak pernah akur, tapi kini ada fenomena yang berbeda. Para warganet dari negara-negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Viernam, Filipina, Singapura, Myanmar bersatu padu menghadapi lawan yang sama yakni netizen Korea atau KNetz.
Gerakan itu mencuat sebagai respons kolektif warganet Asia Tenggara menyusul pernyataan-pernyataan bernada rasisme warganet Korea Selatan di media sosial.
Fenomena solidaritas digital yang kini populer dengan sebutan SEAblings atau South East Asia Siblings itu kini mendominasi percakapan di berbagai lini masa media sosial. Bahkan tidak sedikit dari netizen negara lain di luar Asia Tenggara seperti India, Brasil yang ikut bergabung dengan SEAbling menyerang Knetz
Emoji bertema solidaritas dan kampanye anti rasisme
Berikut adalah emoji yang merepresentasikan kampanye anti rasisme atau bertemakan “solidaritas”: 🥺Wajah Memelas 😭Wajah Menangis Keras 💔Patah Hati ❤️Hati Merah 💜Hati Ungu 🤎Hati Cokelat 🖤Hati Hitam ✊Tangan Terkepal Ke Atas ✊🏻Tangan Terkepal Ke Atas: Warna Kulit Cerah ✊🏼Tangan Terkepal Ke Atas: Warna Kulit Cerah-Sedang ✊🏽Tangan Terkepal Ke Atas: Warna Kulit Sedang ✊🏾Tangan Terkepal Ke Atas: Warna…
BAHASA ROJAK: PILIHAN PALING REALISTIS MENJADI BAHASA NASIONAL MALAYSIA
Mungkin hanya di Malaysia, kita bisa menemukan empat bahasa yang berbeda dalam satu bahasa. Bagaimana bahasa Melayu dibumbui frasa bahasa Inggris, Mandarin atau Tamil, dengan kadar dominan bahasa menyesuaikan pendengar dan pembicaranya.
Dialah bahasa rojak. Bahasa sangat popular, yang makin meluas dan menular penggunaannya dalam masyarakat. Ia merupakan produk revolusi bahasa, dampak kemunculan media baru mengiringi pesatnya teknologi komunikasi. Sehingga mampu mempengaruhi cara masyarakat berkomunikasi.
Tidak hanya menjadi bahasa percakapan langsung sehari-hari, Bahasa rojak juga mendominasi aktivitas komunikasi masyarakat di media sosial, yang mana memperkokoh eksistensinya dengan melahirkan banyak istilah bahasa yang baru dan modern.
Inklusivitas bahasa rojak menjadi alasan banyak masyarakat memilih menggunakannya. Memudahkan mereka untuk menyampaikan maksud yang diungkapkan, relevan dengan penguasaan Bahasa masing-masing etnis.
Bahasa rojak juga dianggap melambangkan identitas masyarakat Malaysia. Digunakan dimanapun mereka berada di wilayah Malaysia tanpa batasan etnis tertentu.
Bagi sebagian masyarakat, dinilai mampu merefleksikan mimpi Malaysia, unity in diversity.
Roodkapje
Der binnen lu dij n dagtoak hebben aan t zuiken noar spiekers op leeg wotter. Dizze uutdrokken kin tegenwoordeg nait meer deur de beugel. Milieufanoaten binnen der falikant op tegen. De kombinoatsie spiekers en wotter laaidt tot roustvörmen en dus tot milieuvervoelen Zokswat mout je doarom radikoal schrappen uut onze prachtege, rieke en beeldende toal. t Paast in de nijmoodse trend van wokers om…
View On WordPress
Kanselir Jerman: Rasisme adalah kenyataan di negara kita
BERLIN (Arrahmah.id) – Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan bahwa rasisme di Jerman merupakan “kenyataan” yang tidak bisa dibantah. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Scholz melalui akun Twitternya pada Sabtu (1/7/2023), yang menandai hari menentang Rasisme Anti-Muslim. “Sayangnya, rasisme adalah kenyataan di negara kita. Sebuah kenyataan yang harus kita atasi bersama,” kata Scholz di…
View On WordPress