Rasamu sekarang bisa jadi sebagai ujian atas permimpian yang sedang kau tuju. Jangan lengah ya kawan apalagi lelah bisa jadi tinggal sedikit lagi langkah kaki itu akan sampai pada tujuan yang diharap, atau mata itu sudah tinggal 5 cm memandangnya. Rasamu padanya hanya akan menyakitimu jikalau semuanya tak berakhir apa yang kau idamkan. Biarlah dia tumbuh secara alami tanpa kau pupuk sehingga rasa itu akan subur secara sendirinya beriring kau merampungkan apa yang seharusnya selesai. Memang kita harus jahat masalah hati untuk saat ini karena di sana banyak hati yang menunggu untuk tidak dikecewakan salah satunya orang tua. Meskipun jarang katanya terucap tetapi dalam hatinya dia berharap. Ingatlah orang tua yang senyum bangga dengan kita waktu kita kecil dan kumohon tetaplah ukir senyumnya atas kebanggannya karena dia telah melihat kita menyelesaikan apa yang kita mulai. Hari ini bisa jadi langkah sejauhmu disebabkan oleh diam-diamnya doa mereka, kerja keras yang tak kenal lelah demi melihat anak-anaknya memiliki kehidupan atau setidaknya bisa lebih baik darinya. Maka cintailah dia yang sudah nyata dan ada daripada memupuk rasa yang belum tentu akhirnya.
-Sri Fafa
38/356








