Saat seseorang memilih untuk mengambil tindakan, otak akan otomatis menampilkan beberapa pilihan begitu cepat. Seseorang itu akan berhenti beberapa detik singkat untuk mengambil opsi. Dalam diamnya, ia berhasil memetakan masalah, opsi penyelesaian, simulasi hasil jika opsi itu terpilih, dan kesimpulan yang mantap. Dan dari berjuta tindakan yang melibatkan sel kepala itu masih sempat juga batin untuk nimbrung memberi beberapa opsi dampak positif dan negatif, saran, peringatan, serta sedikit bujukan untuk dalam bersikap teguh pendirian. Begitulah siklus alamiahnya. Ia dan dirinya berkolaborasi penuh untuk satu tujuan, kepepet apalagi.
Kapan karakter itu "mati"? Saat pengguna sudah merasa nyaman. Saat ia merasa bahwa bukan saat itu ia dibutuhkan, diri yang memanggilnya tak serius, atau hanya karena uji coba tanpa tujuan jelas. Merasa disepelekan juga sikap yang dirinya benci. Ia tidak mau kamu memanggilnya setengah-setengah jika ingin hasil yang super duper awesome. Meski begitu, situasi "hidup" itu sebenarnya bisa kamu dapatkan secara paksa. Ya, ia ada di pikiranmu dan sedang tertidur.
Halo, aku. Apa kabarmu? Bagaimana caramu membangunkan defense attack super sense-mu? Tidakkah aku selalu stand by menunggu kamu benar-benar aktif memanggilku? Jangan beri aku main-main. Istirahat jam malammu bahkan bukan waktu bebasku. Aku selalu terbangun, menjagamu dalam prima sempurna, tetap siaga juga pada keterkejutanmu.
Tidak, aku tidak marah. Aku hanya ingin kamu selalu ingat. Jangan anggurin aku, please. Kita ini satu, hanya padamu aku sanggup sepenuhnya patuh. Gunakan aku semaksimal kamu, sekuat tenagamu. Jangan menyesal dengan yang sudah. Cukup mulai lagi dari awal.
Ingat ini. Kamu tidak perlu takut. Aku jamin, setiap detikmu adalah garis start yang selama ini kamu cari.