Beberapa waktu lalu aku extend dari perjalanan dinas di Indonesia Timur. Berbekal sedikit kenekatan, timbul keberanian, wkwk. Berhubung cari penginapan dan sewa kendaraan di kota nggak sulit, aku makin percaya diri (lebih tenang dikit).
Itinerary belum ada, modal chatGPT & google maps, aku mulai eksplorasi mandiri. Long story short, extend 2 hari kudapat 7 lokasi. Ini pun nggak start pagi buta, ya, hari pertama mulainya jam 14.00 dan hari kedua mulainya jam 10.00 wkwk. Alhamdulillah lokasinya cenderung dekat-dekat dan kuatur biar sekalian lewat. Mulai dari goa, pantai, gunung, sumber mata air, air terjun, wah seru banget!
Aku bisa sendiri. Kupang cantik sekali dan penduduknya ramah-ramah. Nggak mudah tersesat karena jalannya itu-itu aja. Cuma sedikit degdegan karena jalan yang itu-itu aja tadi penduduknya jarang-jarang, lampu jalan kadang-kadang, masjidnya manaa? Adanya gereja dan patung-patung penanda batas desa. Bukan apa-apa, ini bikin aku gak bisa istirahat suka-suka, sungkan, guys, wkwk.
Aku cari makanku sendiri. Tentunya membatasi opsi, mengamankan perasaanku sendiri dengan memilih kuliner di kota yang aku yakini saja kehalalannya. Sekali lagi, bukan apa-apa, mohon maaf atas pemilihan kata..
Aku geret koperku sendiri, bawa motorku sendiri. Bensin kuamankan sendiri, nggak perlu diingetin, wkwk. Jas hujan kusiapkan, bekal kuamankan, hidrasi kupastikan alias bawa minum pakai water bladder biar muat banyak, wkwk.
Di setiap destinasi ikonik, aku foto-foto sendiri. Nggak bisa selfie, tapi ada tripod si andalan sejati. Walaupun, setiap berhenti di destinasi, aku lebih banyak mengamati, bengong-bengong sambil ngobrol sama diri sendiri.. mengingat, memuji.. mengingat, bernyanyi, “jatuh cinta memang manis..”
Aku bisa sendiri. Aku berani sendiri. Kupastikan Kupang nggak akan jadi yang terakhir, jelajah bumi yang indah dan menggembirakan ini, “..apalagi ada kamu di sini.”