Cinta tidak terletak di hati, dia ada di semesta. Hati itu adalah tempat menyimpan berbagai perasaan. Dikatakan apabila segumpal darah itu baik maka baik pula dirinya. Dengan demikian siapa kita adalah apa yang kita simpan di hati kita.
-Rizwandra-
seen from Iraq
seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from Iraq
seen from Netherlands

seen from Iraq

seen from Canada

seen from Singapore
seen from United States
seen from Thailand
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Spain
seen from United States
seen from Thailand

seen from United States
seen from Spain

seen from United States
Cinta tidak terletak di hati, dia ada di semesta. Hati itu adalah tempat menyimpan berbagai perasaan. Dikatakan apabila segumpal darah itu baik maka baik pula dirinya. Dengan demikian siapa kita adalah apa yang kita simpan di hati kita.
-Rizwandra-
Aku ingin berpacaran dengan seseorang yang menganggap pacaran bukanlah cara satu-satunya dalam merayakan cinta.
Rizwandra
Sajak ayah kepada anaknya (tentang cinta)
Nak,
Cinta itu memilih siapa yang pantas dan berhak untuk dicintai. Kadang dalam prosesnya kita terlambat sadar bahwa orang yang kita cintai tidak cocok, namun dibeberapa hal seseorang dapat merubah dirinya entah menjadi pribadi yang lebih baik atau sebaliknya, begitulah hebatnya kekuatan cinta.
Ayah ingin kamu menjadi manusia yang bijak dalam berfikir dan bertindak. Jatuh cintalah secara anggun, jalani prosesnya dengan cara yang berkelas dan hidupilah cinta itu dengan cara yang santun. Memang pada hakikatnya naluri cinta butuh di kedekatan, selalu mengingat-ingat orang yang dicintai, dan inginnya diperhatikan, namun akan jadi sangat menyiksa apabila tidak disambut dengan hal serupa. Cinta itu berarti berharap, saat kita mencintai seseorang maka tentunya kita berharap untuk dicintai, setidaknya itu berlaku saat mencari kekasih. Tapi, bagaimanapun balasan dari orang lain terhadapmu itu bukan lagi persoalanmu. Kamu juga perlu belajar ilmu ikhlas, karena ikhlas itu yang akan membantumu menemukan yang terbaik, tidak hanya dalam perkara jodoh melainkan dalam banyak hal dan aku pikir kamu cukup mengerti soal itu.
Pada intinya aku hanya ingin menuliskan sajak yang singkat ini kepadamu; kalau kamu nanti merasakan cinta yang begitu hebat, kamu harus tetap ingat bahwa tak ada yang kekal di dunia ini. Maka, atas dasar itu, Dia-lah cinta diatas segalanya, kita bisa berbuat apapun, tapi pasti ada pertanggungjawabannya, tak ada yang luput dari pandangan-Nya. Teruslah kejar cinta-cintamu, lindungi cintamu dan mintalah petunjuk dari Sang Maha Cinta.
(Dari Ayah yang bahagia mencintaimu)
Teguran Suci
Untuk menemukan jalan baru, terkadang kita harus tersesat dahulu. Sebuah pepatah yang dapat dijadikan tema untuk mencapai titik balik dalam menemukan jalan yang benar. Sebagai manusia biasa tentunya kita tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan, baik dalam kata ataupun perbuatan, tersembunyi ataupun terang-terangan, direncanakan ataupun tidak. Adapun kesalahan yang dialami dapat dijadikan pengalaman agar mampu memilih pilihan benar di kemudian hari. Kebahagiaan dan kesedihan ternyata bergantung dengan pada apa yang kita perbuat. Dalam surat An-Nisa ayat 79, Allah berfirman “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri…”
Kemudian, Aku ingin mengaitkannya dalam bingkai cerita yang terjadi disekitar kita khususnya pengalaman titik balik dalam diri penulis menemukan jalan baru itu. Dikala segala sesuatu disikapi secara berlebihan, abai dengan segala apa yang menjadi kewajiban yang telah diperintahkanNya dan membiarkan diri dalam kebodohan, sehingga terasa ada suasana dimana hati sering gelisah, tidak tentram dan gundah tak tentu arah. sehat badan namun hati bermasalah, boleh jadi karena terlalu ikut campur dengan ketetapan-Nya. kondisi batin semacam itu yang menyebabkan sesak di dalam hati. Selalu berharap pada orang lain menyebabkan mudah merasa dikecewakan. Kemudian, pikiranku tertuju pada pesan nasihat yang mendalam dari Hasan al-Bashri rahimahullah, “Sungguh, apabila aku dijatuhkan dari langit ke permukaan bumi ini lebih aku sukai daripada mengatakan: Segala urusan berada di tanganku!.”(dalam Aqwal Tabi’in fi Masa’il at-Tauhid wa al-Iman). Dan juga teringat doa yang indah dari Ali Zainal Abidin, cicit Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Wahai Tuhanku, jangan Engkau serahkan aku ini kepada diriku, aku tidak mampu untuk menguruskannya dan jangan Engkau serahkan diriku ini kepada orang lain, niscaya mereka akan menyiayiakan aku.”
Umpama penyakit bila ingin menyembuhkan atau mengobatinya adalah dengan cara memahami penyakit itu dan satu-satunya cara memahaminya adalah dengan mempelajarinya. Lantas obat apa yang bisa menyembuhkan penyakit hati ini?. Kata Allah, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yunus: 57)
Seketika mudah bagi Allah untuk memberikan hidayahnya bagi siapa saja yang ingin meraihnya. Tentu semua manusia ingin merasakan bahagia dalam hidup ini. Namun, untung atau malang seseorang, susah dan senang adalah tentang pilihan sikap. Ingin selalu bersyukur atau takabur itu pilihannya. Etika seorang Muslim ketika menghadapi kesulitan ialah tetap bertawakal dan penuh pengharapan, dengan begitu kita dapat melihat keindahan cahaya Rahmat-Nya. Disadari atau tidak, sudah berapa banyak doa-doa yang dahulu kita panjatkan telah dikabulkan dan hingga bisa sampai ada pada hari ini pun juga karena doa yang kita harapkan kepada-Nya.
Kata Hamka, “bukan harta yang sedikit itu yang menyebabkan susah, bukan harta yang banyak yang menyebabkan gembira. Pokok gembira dan susah payah adalah jiwa yang gelisah atau jiwa yang tenang dan damai…!”
sesungguhnya mencari calon istri yang bisa diajak pacaran lebih baik daripada mencari pacar yang bisa dijadiin calon istri. ✌ #sabdaindra
Rizwandra
Ada kalanya, harus menceramahi diri sendiri hanya karena terlalu membelamu di dalam hati.
Rizwandra