Aku berjalan di sela-sela angin kering siang hari dan hamburan cahaya matahari
Mengapa kau tak tinggal di sini saja?
Bersama kehidupan yang semakin palsu
Aku menelusuri gemerisik daun dan aku bermimpi tentang bibirmu yang ranum
Samar-samar suara gemericik air mengalir di belakang telingaku
Sayup-sayup, seperti cintamu
Seakan tersembunyi di sudut hati sebelah mana
Aku menelusuri cahaya bulan dan kerinduan yang aku temukan, dalam hatimu
Malam hanya pertanda bagi sebahagian manusia
Bagi kita, ia adalah rahasia
Aku tidak perduli dengan kunang-kunang yang mengintip kita malu-malu, atau lolong serigala yang merobek langit
Biar hujan turun menghanyutkan mereka bersama kenangan pahit dan doa-doa yang usang
Sedang kita terbasuk oleh rerintik suci
Siapakah yang menanam permata dalam matamu?
Anugerah yang sempurna, untuk diriku yang ragu.