Malam di bulan november ini menyayat hatiku.
Bagai wajahmu terukir di langit tipis yang dipenuhi bintang itu.
Dinginnya membawa ku pada setiap irama yang kudengar,
Kita dulu menyanyi, menari.
Tak berlari, lalu saling mencari.
Dan kini aku hanyalah sebuah bintang yang sendiri, duduk di beranda rumah.
Bersembunyi dari gelapnya semesta.
Mencoba menghibur hati, tapi apa daya.
Aku mati, habis disayat memori.














