Dear, para pejuang SBMPTN.
Tulisan ini untuk kalian baca setelah hasil UTBK keluar.
Bahwa lulus SBMPTN bukan berarti kehidupan kuliahmu bakal lancar dan sukses.
Bahwa gapyear/ swasta bukan berarti kamu menjadi orang yang gagal.
"Pada akhirnya, orang-orang akan mengingat kamu di akhir bukan di awal.
Tulisan ini dibuat oleh orang yang sudah banyak menyaksikan lika-liku para pejuang SBMPTN dengan segala dramanya.
Bahwa negeri/ swasta, gapyear/ tidak, kampus favorit/bukan, pilihan pertama/ kesekian, sama sekali tidak menentukan kesuksesan seseorang.
Tulisan ini untuk kalian renungkan.
Saat kalian membaca tulisan ini mungkin kalian masih shock, dada sesak melihat layar device kalian. Sedih, kecewa, sakit, sungguh itu sangat wajar kalian rasakan. Menangis saja jika itu membuat kalian lebih lega.
Tapi, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui.
Jalur mandiri masih banyak terbuka. Khawatir dengan biaya? Komunikasikan dengan orang tua. Ingat, rezeki tidak ada yang tahu. Jika orang tua setuju dan merestui, gasss saja.
Kalau kata ibuk, rezeki itu sesuai kebutuhan hamba-Nya. InsyaAllah akan selalu ada dan dicukupkan apalagi jika untuk pendidikan.
Beasiswa ada untuk kalian perjuangkan, selama kalian mau berusaha mencari dan meningkatkan kualitas diri.
Kalian mulai mempertimbangkan gapyear?
Menunda 1-2 tahun kuliah sama sekali tidak berpengaruh pada kesuksesan kalian.
Banyak sekali bukti di luar sana, yang gapyear bisa melampaui teman-teman SMA-nya. Bahkan tidak sedikit yang lulus kuliah lebih dulu dari mereka yang lebih awal masuknya.
Kalian bisa memanfaatkan 1-2 tahun jeda untuk mempersiapkan diri agar lebih matang dan maksimal.
Kalian juga bisa memanfaatkan waktu luang untuk ikut kegiatan sosial, menjadi volunteer, atau mengembangkan soft kill yang selama ini hanya menjadi angan. Sungguh, banyak sekali kegiatan yang bisa kalian lakukan dan manfaatkan.
Kalian lebih memilih swasta?
Ingatlah ini, tidak selalu kampus swasta jadi nomor dua. Kalian tidak perlu minder dan rendah hati. Bahkan tidak sedikit kampus swasta yang lebih unggul dari kampus negeri.
Tugas kalian selanjutnya hanya belajar menerima dan mengambil kesempatan untuk terus berkembang.
Beberapa kasus mereka yang tertolak SBMPTN justru bisa memanfaatkan rasa sakitnya untuk menjadi motivasi.
Mereka jauh lebih self driven, produktivitas meningkat, dan mentalnya semakin kuat.
Dan, kalian akan jadi salah satunya.
Selanjutnya, untuk yang sedang berbahagia. Kalian yang lolos UTBK dan lulus SBMPTN.
Rasanya pasti senang sekali kan?
Satu ujian besar telah berhasil kalian selesaikan.
Mungkin kalian masih berlinang air mata bahagia atau baru selesai sujud syukur pada Sang Pencipta.
Agar kalian tidak tenggelam pada euforia dan merugi nantinya.
Mungkin kalian pernah mendengar jika kehidupan kampus itu tentang diri sendiri.
Semua orang bergerak pada kecepatannya masing-masing.
Mereka yang dulunya setongkrongan, tiba-tiba magang di perusahaan luar negeri.
Mereka yang dulunya berprestasi, tiba-tiba hilang tidak ada kabar.
Semua hal bisa terjadi ketika kamu masuk ke dunia perkuliahan.
Kalau ada satu hal yang ingin aku bagikan pada kalian adalah "Seperti apa sih kehidupan kampus itu?"
Kalian akan beradaptasi dengan sistem baru, dosen killer/ super baik tapi menghanyutkan, atau tekanan untuk masuk organisasi dari kakak tingkat padahal kalian tidak tertarik sama sekali.
Ingat dan pahami, transisi ke dunia perkuliahan itu tidak sama dengan SD-SMP atau SMP-SMA.
Nikmati masa bahagia kalian sekarang, rayakan jika perlu. Tapi, jangan terlarut dalam euforia.
Tarik nafas panjang, dan ambil langkah berikutnya.
Kesuksesan kalian akan ditentukan oleh setiap langkah yang kalian ambil saat ini, jika kalian berhenti melangkah, maka kesempatanmu semakin sempit.
Apa pun hasilnya kalian semua hebat dan luar biasa. Kalian sudah mau dan mampu berjuang sampai sejauh ini. 🥰
Saya dan orang-orang terdekat kalian sangat bangga, dan saya harap kalian pun merasa demikian.