Bagi Allah swt itu gak ada yang ribet
Ribet itu bagi manusia saja

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Kazakhstan

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Ukraine
seen from Malaysia

seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
Bagi Allah swt itu gak ada yang ribet
Ribet itu bagi manusia saja
Sisi Buruk mu
Sebaik baiknya orang mengenal dirimu, dirimu lah yang paling baik mengenal diri sendiri.
Kamu lebih baik mengenal dirimu, terutama sisi burukmu.
Aku kagum dengan orang-orang yang tau sisi buruk dari dirinya, lalu mereka mentreatment sisi buruknya, beragama cara dilakukan untuk mentreatment sisi buruk itu supaya tidak semakin memburuk
Bahagiamu, belum tentu bahagiaku,
Kita sering menyamakan kebahagiaan hidup sendiri dengan orang lain,
atau lebih sering membandingkan kebahagian diri sendiri dengan orang lain juga?
Hayoo lebih sering yang mana?
Akuuuuuu, hahaha
Ngaku sendiri ya, jadi malu
Iya, aku salah satu dari miliaran manusia di bumi ini yang menyamakan atau membandingkan
entah karna kebiasaan atau karna lingkungan sekitar
entah apa sebabnya, ehm lebih baik gak perlu mencari tahu sebabnya deh
Lebih baik memilih untuk mengurangi pemikiran yg seperti itu,
kenapa?
Menurut aku merugikan diri sendiri dan juga orang lain
Ruginya gimana nih?
Rugi untuk diri sendiri
Dikhawatirkannya kita menjadi hamba yg kufur nikmat saat kita membandingkan kebahagiaan kita dg orang lain. sepertinya hidup mereka lebih bahagia daripda aku, enak ya.
Dikhawatirkan pula kita jadi iri dengki Astagfirullah, semoga dijauhkan dari sifat ini
Menyiksa diri sendiri, akibat membandingkan kebahagiaan membuat hati menjadi gak tenang, akan berdampak ke standar kebahagiaan, mengerikannya standar bahagia itu duniawi,
Rugi untuk orang lain atau merugikan
ketika kita menyamakan kehidupan kita dg orang lain dg sudut pandang kita apalagi sampai terucap ke orang lain, dikhawatirkan kita membuat orang tersebut menjadi sedih. Ketika kita terucap
"Kamu gak mau kuliah s2 lagi? gak usaha cari beasiswa gitu? seru loh"
"kamu gak kerja di dekat orangtua aja? gak rindu sama orang tua?"
"kamu kapan married? Seru loh nikah, ada teman yg diajak diskusi tiap hari"
Dan pertanyaan2 lainnya
Kita Gak pernah tau bagaimana usaha orang tsb, eh tetiba kita menyamakan kebahagiaan kita dengan mereka. Merasa hidup kita lebih bahagia daripada hidup mereka.
Kenapa begitu? karna aku pernah menjadi pelaku tersebut. pelaku yg menyamakan dan membandingkan kebahagiaan aku dg orang lain,
Dan ternyata maha baik Allah swt memberikan ruang berfikir dan mengingat kan bahwa 2 hal tersebut tidak baik.
Tidak baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Guys,
ketika kita melihat postingan teman kita di media sosial atau mendengarkan cerita orang lain,
Berbahagialah jika kehidupan mereka baik,
Doakanlah jika mendengar kehidupan mereka sedang diterpa ujian, smg mereka lulus ujian dariNya
Karna apa yg kita lihat, apa yg kita dengar belum tentu sama dengan apa yg mereka upayakan.
Maluku Tengah, 24 Mei 2019
Ikhlas itu sulit,
Sesulitnya soal ada jawabannya, sesulitnya ikhlas hanya butuh waktu
Packing
Packing, wajib dilakukan sebelum keberangkatan. Memilih dari aneka dan jumlah barang, hanya segelintir yang akan dibawa. Memilih barang yang akan dibawa sesuai kebutuhan dan fungsi di perjalanan atau ditempat baru.
Memastikan barang apa saja yg akan dibawa dan yg ditinggal. Kalian tahu bukan, barang yg ditinggal, adalah barang yg tak begitu dibutuhkan selama diperjalanan atau ditempat baru nanti. Tak apa jika barang itu ditinggal, dia akan baik-baik saja, sesekali akan kutanya bagaimana barang itu, masih baik kan atau usang? atau mungkin sesekali aku akan menengoknya sekedar melihat bahwa barang itu baik-baik saja.
Aku masih banyak waktu untuk melakukan packing,
Aku masih banyak waktu untuk memilah apa yg akan aku bawa dan yg akan aku tinggal,
Aku masih banyak waktu apa pun yg akan ku tinggalkan, akan baik-baik saja, akan bertemu kembali,
Aku masih banyak waktu memilih perjalanan baru nanti pilihan yg terbaik, semoga Allah swt meridhoiNya
Keresahannya
Beliau, sangat baik dalam bertutur kata, sebisa mungkin perkataannya tersampaikan dengan baik, sebisa mungkin meminimalisir keresahan hati dan pikiran usai pembicaraan ini.
Beliau, sangat paham siapa lawan bicaranya, cukup dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan beliau, sang lawan bicara paham kearah mana pembicaraan ini dan apa tujuan pembicaraan ini.
Maka, aku menarik kesimpulan dibalik pembicaraan lama itu, ada keresahan yang beliau rasakan
Keresahan selayaknya orangtua lain, diusia anak sulungnya layak menyempurnakan separuh agamaNya, namun, waktu itu belum tiba,
"Layak menurut Umi, belum menurut Allah swt"tuturku
"iya, Allah swt Maha Baik sama mbak, sambil menanti, dikasih pekerjaan yg serasa liburan, dipertemukan dg orang-orang baik" balasnya
"Makanya apa pantas mbak mengeluh kpdNya karna belum dipertemukannya, padahal Allah swt Maha Baik atas kebaikan dan nikmatNya" jawabku
"Sebentar lagi bulan ramadhan mbak, dibanyakin doa, sedekah, dan upaya-upaya lainnya ya mbak, semoga Allah swt segera memberikan petunjuk" saran umi
Sebaik-baiknya meredam keresahan adalah saling mengingatkan atas kebaikan dan nikmatNya yang tak henti-henti
Bukan seberapa jauh perjalanan itu, namun bagaimana kau memaknai perjalanan itu?
Bertambah rasa syukur kepadaNya, atau berkurangnya jarak kau padaNya?
Hujan
Hari ini, 15 Februari 2018, hujan kembali turun ke bumi Negeri Sawai. Disini aku belajar bahwa "Hujan" adalah nikmat dan rezekiNya. Tidak ada aktifitas yg terhenti ketika hujan melanda. Warga tetap beraktifitas. Para mama sedang mencuci tetap mencuci. Anak-anak mandi di Asinahu tetap melanjutkan. Malah lebih lama mandinya. Berenang sesuka hati hingga bibir membiru kedinginnan.
Mungkin seperti itu juga para makhluk hidup lainnya. Tanaman, unsur hara tanah, bakteri, dan binatang lainnya bersuara mengucap syukur dg cara dan bahasa mereka sendiri. Seperti para tumbuhan bersyukur disirami hujan. Akar dengan cepat menyedot air dari tanah, menguatkan akar. Tanah berbahagia, menjadi subur. Para organisme lainya pun turut berbahagia.
Dan sama halnya dengan aku. Berbahagia setiap hujan turun. Mengucap doa أَللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Mengucap syukur atas nikmat dan kekuasaanNya 😉