Keresahannya
Beliau, sangat baik dalam bertutur kata, sebisa mungkin perkataannya tersampaikan dengan baik, sebisa mungkin meminimalisir keresahan hati dan pikiran usai pembicaraan ini.
Beliau, sangat paham siapa lawan bicaranya, cukup dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan beliau, sang lawan bicara paham kearah mana pembicaraan ini dan apa tujuan pembicaraan ini.
Maka, aku menarik kesimpulan dibalik pembicaraan lama itu, ada keresahan yang beliau rasakan
Keresahan selayaknya orangtua lain, diusia anak sulungnya layak menyempurnakan separuh agamaNya, namun, waktu itu belum tiba,
"Layak menurut Umi, belum menurut Allah swt"tuturku
"iya, Allah swt Maha Baik sama mbak, sambil menanti, dikasih pekerjaan yg serasa liburan, dipertemukan dg orang-orang baik" balasnya
"Makanya apa pantas mbak mengeluh kpdNya karna belum dipertemukannya, padahal Allah swt Maha Baik atas kebaikan dan nikmatNya" jawabku
"Sebentar lagi bulan ramadhan mbak, dibanyakin doa, sedekah, dan upaya-upaya lainnya ya mbak, semoga Allah swt segera memberikan petunjuk" saran umi
Sebaik-baiknya meredam keresahan adalah saling mengingatkan atas kebaikan dan nikmatNya yang tak henti-henti














