Semakin dipuji semakin tahu diri
Semakin sadar kalau diri nyatanya ga mampu untuk melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Sulitnya perjalanan, beratnya rintangan, banyaknya cobaan, menumpuknya beban yang menjelma harapan, hanya kita yang paham, yang meniti perjalanannya hingga bisa sampai tujuan, bisa diliat orang dengan riuh tepuk tangan.
Nyatanya, dalam perjalanan itu banyak yang dikorbankan, banyak yang dilepaskan, banyak yang diikhlaskan, dan lebih lebih lebih banyak lagi yang dimintakan. Iya, minta pertolongan, minta kekuatan, minta kemampuan, minta kesanggupan, kepada Sang Raja dari semua raja, Yang Maha Berkehendak. Karena kita sadar, emang ga bisa apa-apa, benar-benar ga berdaya, tapi Allah dengan segala rahmat dan cinta-Nya berkenan merespon doa-doa hamba-Nya, benar-benar paham kesulitan hamba-Nya, dan mengkaruniakan dua kali lipat kemudahan di balik kesulitan itu. Allah yang kasih pintu saat semua jalan rasanya buntu. Allah yang kasih cahaya saat semua rasanya pekat gulita. Allah yang kasih tenaga saat rasanya udah ga sanggup dan mau menyerah aja. Manusia benar-benar cuma bisa ikhtiar semaksimalnya dan terus memelas lewat doa. Betul memang kata ulama dan ustad dalam ceramahnya, setidak-jelas apapun keadaannya, semustahil dan setidak-mungkin apapun, kalau Allah sudah berkehendak ga ada yang ga mungkin, barang setitik pun. Perjalanan berat ga begitu terasa ketika dijalani dengan keyakinan akan pertolongan Allah, tiba-tiba udah sampai, dan semua ketakutan, kecemasan, keputus-asaan, keraguan yang sempet membelenggu langkah seperti bersembunyi dan menguap begitu aja. Berganti dengan peluh kebanggan dan 'ketidakpercayaan' yang melahirkan tepuk tangan juga beragam pujian dari yang menyaksikan kemenangan.
Semakin dipuji benar-benar semakin sadar, bahwa diri ini ga ada apa-apanya, tanpa Allah. Juga semakin yakin, bahwa pertolongan Allah itu nyata, bisa dijemput dengan kesabaran dan keyakinan.
فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan," (QS. Al-Insyirah : 5).
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah : 6).
Bukan kita yang hebat, tapi Allah yang memampukan, maka seharusnya ga ada yang boleh disombongkan, justru harus banyak direnungkan. Coba ingat-ingat, berapa banyak hal berat yang akhirnya bisa terlewati, dan kamu tidak pernah membayangkannya sama sekali?