Buat Seorang Teman yang Satu Tahun Ini Menjadi Lebih Kuat
Saya punya seorang teman. Sebut saja namanya Andar, karena memang itu namanya. Tidak tahu ini sebuah pemikiran sok tahu atau apa, tapi saya percaya kalau dalam setahun terakhir ini, dia tumbuh menjadi seorang remaja yang lebih kuat dari remaja-remaja lainnya.
Kuat hatinya, maksud saya. Kalau orangnya sih, nggak kuat-kuat amat. Coba aja suruh dia lari di lapangan atletik kostrad 5 putaran, pasti ogah.
Pada dasarnya, dia memang teman paling kuat dan paling sabar yang pernah saya temui. Andar itu seperti cahaya putih. Tahu, kan, yang kalau dilewatkan ke sebuah prisma akan menjadi cahaya warna-warni? Iya, itu Andar. Yang baik-baik dalam dirinya terbentuk dari kisah warna-warni yang saya yakin tidak mudah buat dijalani.
Terus, kenapa Andar bisa?
Saya juga tidak tahu. Andar pasti pernah menangis, pernah ada di titik terendah, pernah merindu, pernah tidak tahu harus melakukan apa. Tapi Andar yang saya lihat, dan juga mungkin orang lain lihat, adalah Andar yang cahaya putih itu, yang penuh kebaikan dan senyum di setiap langkahnya. Sayangnya, saya bukan seorang Nabi yang doa-doanya dijamin akan dikabulkan, jadi saya cuma bisa berdoa agar doa-doa saya untuk kebahagiaan Andar bisa terkabul semuanya.
Yang di atas sana pasti juga begitu. Beliau pasti ingin Andar selalu bahagia. She misses Andar a lot, pasti, but she must be proud of her right now. Like, who doesn’t?
Makanya, Ndar,
if you can make it for one year, you can make it for hundreds years of happiness!
Semangat terus ya!
And pardon my grammar, puh-lease.