It's my 5 year anniversary on Tumblr 🥳
No title available

Discoholic 🪩

pixel skylines
Cosmic Funnies
cherry valley forever
Misplaced Lens Cap
hello vonnie

if i look back, i am lost

roma★
trying on a metaphor
i don't do bad sauce passes
Three Goblin Art

blake kathryn
taylor price
AnasAbdin
Lint Roller? I Barely Know Her
ojovivo
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
Keni

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from France
@itsonlydy
It's my 5 year anniversary on Tumblr 🥳
Allaah, aku percaya kepadaMu. aku percaya bahwasanya rencana mu jauuh lebih baik dari apa yang telah aku rencanakan dengan begitu baiknya. aku percaya kepadaMu bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari takdirMu yang harus aku imani dengan lekat-lekat.
dan aku percaya kepadaMu bahwasanya setelah kesulitan akan ada kemudahan, setelah kegelapan akan ada cahaya, setelah sukar akan ada kelapangan. aku percaya ya Allaah, dan aku terus menerus mendidik diriku akan hal itu. maka Allaah, jadikan aku hambaMu yang Ridha akan setiap takdirMu. lapangkan hidupku, tenangkan perasaanku, ridhoilah aku dalam setiap keputusanku.
Allaah, aku tak mampu pada ranah yang tidak aku pahami, aku takut pada apa yang belum aku jalani, dan aku terlalu khawatir pada hal-hal yang belum pasti. aku manusia ya Allaah, dan Engkau adalah Rabbku. aku lemah sedangkan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolonganMu kepadaku.
maka ya Allaah, aku memohon kemurahan dan kuasaMu untukku. menangkanlah aku pada hal-hal yang sedang aku tuju, pada hal-hal yang sedang aku doakan, pada hal-hal yang sedang aku upayakan. agar lentera harapku tetap hidup. agar harapanku kepadaMu terus bertambah kuat tak pernah mengecil dengan apapun.
ya Allaah, aku menangis setiap malam. sebab aku merasa lelah dengan hal yang dunia yang tak berkesudahan. ampuni perempuan ini yang selalu merengek kepadaMu. ampuni ia, kasihanilah ia, sayangilah ia.
___ perempuan yang menenun harapannya._
22.29
Kamu hanya perlu memaksimalkan peran yang saat ini sedang kamu jalankan.
Jangan ajari aku sabar, aku pernah....
Sabarmu sudah seluas apa ? Seluas tissu dibagi tujuh? atau seluas samudera yang luasnya tak terhingga?
Bagaimana kamu bisa belajar bersabar?
Kamu tahu kisah Nabiyyullah Nuh Alaihissalam yang berdakwah selama ratusan tahun, namun pengikutnya hanya sedikit dan justru, anak serta istrinya malah menjadi musuh dalam perjalanan dakwahnya?
Kamu ingat kisah Nabi Ayyub alaihissalam yang Allah uji dengan ujian penyakit selama beberapa waktu lamanya, serta kehilangan anak, juga hartanya?
Kamu ingat lagi kisah dalam Al Quran tentang Nabi Zakaria alaihissalam yang Allah uji kesabarannya untuk menantikan keturunan berpuluh puluh tahun lamanya?
Dan terakhir kisah Rasul utusan Allah, khotimul anbiya' yang meniti jalan dakwah nan terjal, li i'la i kalimatillah.
Apakah kamu mengingatnya? Mari kontemplasi sejenak !
Bagaimana dengan diri kita? sudah pasti tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan manusia manusia mulia pilihan Allah terdahulu.
Namun kita perlu belajar dari kisah mereka, dengan segala kelemahan, dengan segala kekurangan yang kita memiliki, dengan setitik masalah yang tengah kita hadapi bahwa semuanya bukanlah hal yang abadi, semua akan berlalu.
Bagaimana mungkin?
Ketika kita menggantungkan segala harapan pada sang Pemilik kehidupan, maka tak ada yang tidak bisa kita lewati bukan?
Ketika kita merasa semuanya begitu sangat berat, sempit juga tak terarah maka kembalilah, lalu luapkan segala resah pada sang pemilik kuasa.
Ketika kita merasa sendiri menghadapi segala ujian yang tengah Allah beri, ingatlah bahwa semuanya tengah diuji oleh Allah sesuai kadarnya masing masing bukan?
Ketika kita merasa semuanya begitu sangat berat, sempit juga tak terarah maka kembalilah, lalu luapkan segala resah pada sang pemilik kuasa.
Bertahanlah !
Bukan kah semakin pekat langit pertanda fajar kian dekat?
Bahagia itu apa?
Bahagia itu saat kamu bisa melepaskan semua energi negatif.
Contohnya, marah, kecewa, iri, khawatir, takut dan semua energi yang enggak ada manfaatnya sama sekali buat hidup. Kalau kamu bisa buang semua energi energi negatif itu, percaya deh semua hal positif akan masuk ke kehidupan kamu.
Bahagia itu dicari atau diciptakan?
Kalau bahagia itu dicari, pada seseorang atau pada suatu tempat yang mungkin buat kamu bahagia, saat orang itu pergi atau saat kamu pulang dari tempat itu, apa kebahagiaan itu akan ikut ke kamu? Kan enggak, terlebih kalau kamu mencari kebahagiaan itu ke orang lain, orangnya pergi kamu bakalan nambah sakit.
Jadi bahagia itu enggak dicari, kalaupun kamu mencari kebahagiaan dan menemukannya itu pun cuma sementara. Maka ciptakan bahagiamu sendiri, dengan kamu melihat hal hal sederhana dalam hidup kamu, kamu bakalan tau arti sebenarnya bahagia itu seperti apa. Enggak melulu soal materi, dengan kamu mensyukuri hidup yang kamu punya saat ini kamu bakalan ngerti apa artinya hidup.
"Ahh tapi aku mah gagal terus, enggak pernah tu seberuntung orang lain. Pengen gitu ngerasain keberhasilan kayak orang lain!"
Pssstt. Pernah berpikir atau ngomong kayak gini ke diri sendiri?? Yupppp!! Aku pun pernah ada di posisi ini, ngebandingin pencapaian diri aku, sama orang lain, aku ngerasa aku tu enggak ada apa apanya di banding mereka, di umur segini aku enggak punya apa apa, sedangkan mereka yang mungkin baru mulai tapi udah punya segalanya. Well, perasaan perasaan kayak gitu emang wajar sii, semua orang pasti pernah punya pikiran pikiran yang mengganggu.
Tapi kamu tahu enggak si, kalau setiap orang itu punya waktu yang berbeda? Kamu dan aku tu enggak sama, kamu sama dia itu beda, jadi ya, garis finishnya pun enggak sama. Bukan masalah duluan mulai atau akhiran. Tapi ini masalah waktu. Misal, kamu mulai duluan tapi kok dia duluan yang nyampek? Jawabannya ya, karena jalan kamu lebih panjang dari jalan dia, jalan kamu lebih berliku dari jalan mereka. Dan hasilnya pun pasti beda dengan milik mereka.
Sini sini, analoginya gini, saat kamu mulai mendaki, jalan kamu untuk bisa di atas puncak itu pasti berliku, curam tajam dan bahaya, bener enggak? Tujuan para pendaki itu apa sii? Ya biar bisa lihat view yang indah. Semakin curam, semakin terjal dan semakin tinggi gunung yang didaki pasti viewnya akan semakin bagus dan indah. Pun fisik seorang pendaki itu pasti lebih kuat, karena dia udah terbiasa dengan jalur yang sulit, secara otomatis tubuh juga sudah terbiasa.
Beda sama orang yang enggak biasa mendaki, atau mainnya cuma ke mall, atau tempat hiburan lainnya, ya yang dituju juga itu itu aja kan? Suasananya biasa, pemandangannya juga enggak bagus bagus amat, atau malah kebisingan yang di dapet. Fisik mereka pun jauh dibanding mereka yang suka daki gunung, apalagi orang yang cuma suka rebahan.😆.
Sampai sini faham kan? Tapi ini bukan soal mendaki gunung. Heuheu
Kalau kata orang jawa hidup itu 'sawang si nawang' kita cuma lihat permukaannya aja, tapi kita enggak tau dasarnya itu seperti apa. Orang orang itu cuma nampakin enaknya aja, mereka itu cuma liatin senengnya aja. Kamu itu cuma tahu senengnya aja. Kalau mereka aja nampakin senengnya doang, kenapa kamu enggak? Harusnya kamu juga gitu dong? Masa kamu mau dikasihani sama mereka gara gara kamu posting 'dunia ternyata sejahat ini' sambil emot '😭😭', bukannya atensi malah sensi yang kamu dapet.
Kalau kamu lihat sekarang ada seseorang yang mungkin saat ini lagi berjuang di jalanan sana, hidup dengan penuh perjuangan, hidup dengan ketidak pasti-an, bisa makan enggak besok? Masih bisa tidur dengan nyaman enggak besok? Atau mungkin kalau besok hujan, rumahku bakal kebocoran enggak ya?
Heii lihat ! Lihat mereka! Ternyata mereka itu lebih struggle dari kamu. Kalau di buku 'The subtle art of not giving a fuck' karya Mark Manson, kamu itu enggak spesial jadi enggak usah berharap kalau hidup kamu itu enggak ada masalah. Selama kamu hidup, berarti masalah akan terus berputar dan berjalan. Bahkan orang yang punya banyak uang pun gitu, iya kan?
Jangankan kita sebagai manusia biasa yang enggak ada jaminan apapun, Rasulullah yang punya privilege sebagai manusia yang maksum, atau terbebas dari dosa aja ujiannya banyak banget, apalagi kita ya kan?
Jadi ya udah deh, jangan merasa paling buruk, jangan merasa paling tersakiti. Kita semua sama, sama sama masih berjuang di jalannya masing masing. Enggak Usah lagi banding bandingin kamu sama mereka yang sudah jelas jalannya beda. Lanjut aja jalan, terus fokus sama tujuan. Kalau capek, kamu boleh kok istirahat sebentar, yang penting enggak nyerah gitu aja. Lagian nyerah juga enggak dapet apa apa kan? Lebih mending capek karena berjuang dari pada capek karena berdiam diri.
Jadi, gimana masih mau terus berjuang kan? Yuk kita berjuang bareng bareng. Jangan pernah merasa sendiri, Kamu punya bayak teman. Ingat itu!😆
Aku sering berkata pada diriku sendiri, bahwa orang hebat selalu punya jalan berbeda. Tapi hari ini aku sadar bahwa 'jalan yang berbeda' adalah bahasa halus dari 'hidup yang lebih perih di banding yang lain.'
Aku kadang ingin jadi orang biasa saja. Aku lelah jika menjadi hebat harus berbeda, yang tandanya ia harus lebih sakit. Aku siap saja, tapi orang-orang yang aku cintai? Aku tidak rela.
Benar ya, kata orang, rasa sakit yang begitu dalam justru diciptakan oleh orang yang kita sayangi. Meskipun lukanya kecil, tapi sungguh sakitnya luar biasa.
Ya Rabb Ampuni hamba atas segala kesalahan yang mengakibatkan luka ini terasa begitu menyakitkan.
14april2024-
I've Moved On
Aku pernah sehancur itu karena mencintai seseorang. Aku pernah berderai air mata setiap malam karena merindukannya. Dadaku pernah sesesak itu akibat ditikam rindu. Aku betul-betul menginginkannya.
Aku telah lama mengenalnya. Dan menurutku, dia begitu sempurna—meskipun aku juga tahu kekurangannya. Intinya, semua kriteria yang kuinginkan ada pada dirinya. Dia selalu ada dalam hatiku, sekalipun aku tak pernah berjumpa dengannya semenjak menyukainya.
Dia jauh. Tapi ternyata, jarak tak cukup kuat untuk menjadi alasan berhenti mencintainya. Aku pernah berusaha sekuat tenaga untuk membunuh perasaanku. Tapi semakin kubunuh, ternyata semakin tumbuh. Aku juga pernah bertekad melupakannya. Tapi aku tak pernah bisa. Ya, cinta tanpa pertemuan itu nyata adanya.
Saat dia memutuskan untuk pergi, aku setia menanti. Berharap suatu saat dia akan kembali. Sungguh, selain dia, rasanya tak ada lagi yang kuinginkan. Dia benar-benar telah menjadi keinginan terbesar dalam hidupku.
Aku telah melakukan segala cara, pun tak putus berdoa. Bersimpuh di hadapan-Nya sambil berderai air mata. Dan meminta agar kelak kami bisa bersama. Aku ingin kami bisa melewati suka dan duka berdua. Aku bahkan sudah siap jika harus meninggalkan semua kenyamanan demi mendampinginya. Ke manapun, aku tak masalah, asalkan bersamanya.
Aku ingin sekali menjadi perempuan yang berada di baris terdepan untuk mendukungnya meraih impian-impiannya. Menjadi penyemangatnya yang nomor 1.
Aku bahkan pernah mengatakan pada diriku sendiri. Jika kami ditakdirkan bersama, aku ingin ibunya tak merasa kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Setulus itu rasaku untuknya.
Aku bahkan pernah sangat ingin menjadi rumah baginya. Tempat yang sangat nyaman untuk dia pulang.
Tapi apa daya. Tak peduli sederas apapun air mataku saat mendoakannya, memintanya, Allah belum mengizinkan.
Sungguh. Awalnya sangat berat menerima keputusan-Nya. Sebenarnya, dari awal aku telah menyadari bahwa dia tak ada perasaan apa-apa padaku. Hanya aku yang menginginkannya. Dan dia tidak menginginkanku.
Kuatnya perasaanku memaksaku untuk berjuang sendirian. Namun semua perjuanganku itu tak sedikit pun menggerakkan hatinya. Dan aku tahu, tidak ada yang mampu untuk menahan atau pun menggerakkan hatinya itu kecuali Allah Yang Maha Kuasa.
Dulu, aku tidak terima dengan keputusan-Nya. Kenapa aku tidak bisa bersama dengan orang yang begitu kucintai. Aku bahkan berpikir bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang bisa menikah dengan orang-orang yang mereka cintai. Ya, betapa beruntungnya mereka. Sebab tidak semua orang bisa seperti itu, termasuk aku.
Dulu, aku merasa marah. Kenapa aku dianugerahi rasa ini kalau pada akhirnya aku tidak bisa bersamanya? Kenapa aku tidak bisa melupakannya? Kenapa aku masih saja merindukannya dan menginginkannya? Kenapa?! Aku marah pada takdirku dan aku benci pada diriku sendiri.
Karena telah mempertahankan rasa ini selama bertahun-tahun, pada akhirnya aku menyerah. Sudah kukerahkan segala daya dan upayaku. Sudah tak henti-henti doaku. Tapi barangkali, Allah punya maksud sendiri kenapa doaku tidak dijawab seperti yang kuinginkan. Hingga pada akhirnya, aku memilih ikhlas untuk melepas. Ikhlas, seikhlas-ikhlasnya.
Dan hari ini, kalau teringat tentang aku yang dulu saat masih mencintainya, aku jadi heran pada diriku sendiri. Bagaimana bisa aku mampu bertahan sampai sekian lamanya. Bagaimana bisa aku sebodoh itu, menginginkan orang yang bahkan tak ingin aku ada di hidupnya. Lelahnya berjuang sendirian seperti tak kupedulikan.
Sekarang aku telah sadar. Aku seperti diberi petunjuk oleh-Nya, bahwa ternyata segala penolakan yang kudapatkan itu adalah bentuk kasih sayang-Nya. Aku bersyukur masih dilindungi, masih diselamatkan dari apa-apa yang (mungkin) tak baik untukku.
Kini, ruang hatiku sudah tak lagi berpenghuni. Kubiarkan dia pergi, dan aku juga sudah tidak mengharapkannya untuk kembali. Semua perasaanku padanya telah pudar, bahkan hilang sama sekali. Ceritaku tentangnya telah selesai. Aku pun tak lagi peduli pada apa-apa yang berkaitan dengannya. Lega sekali rasanya setelah melepaskan. Hati juga tak lagi tersiksa.
Aku sendiri bahkan tidak menyangka bisa mengakhiri perasaanku untuknya. Alhamdulillah. I've moved on.
Aku jadi ingat satu quote yang sering sekali kudapati di laman media sosial. Quote itu berbunyi:
"Jika Allah menginginkan dua hati untuk bersatu, maka Dia akan menggerakkan keduanya, tidak hanya satu."
–Anonim
(27 Februari 2024| 08:15 WIB)
Saat dunia dijajah hiruk-pikuk alur video linimasa cepat seperti tiktok, reels, hingga youtube shorts yang membuat manusia seolah dipaksa berfikir pendek dan singkat. Ada dunia lain bernama tumblr, yang membuat seolah waktu berjalan lambat dan tenang, membuat penghuninya berjalan perlahan, berhenti untuk membaca, merenung, lalu kembali bergerak. Tak ada beat musik yang bising atau gerak layar yang menusuk mata, hanya ada tulisan yang dibaca.
Tumblr seperti kamar tempat kita berbaring setelah penuh dengan kepenatan dunia, tumblr seperti pantai kala senja tempat melepas lelah dari kebisingan kota.
Menenangkan...
Setengah tahun yang lalu, atau sekitar pertengahan dari tahun 2023. Menjadi titik balik setelah jauh melangkah, berkali kali jatuh berkali kali juga bangkit kembali. Mempunyai idealisme yang begitu sempurna, mempunyai impian yg mungkin orang mendengarnya hanya akan merespon tawa?
Namun aku lupa, bahwa tidak semua yang kita ingini segaris dengan ketetapanNya. Terlalu berkutat dengan riuhnya pikiran sendiri, terlalu sibuk dengan asumsi yang entah apa itu. Terlalu berambisi dengan satu tujuan.
Akhirnya aku melupakan, melupakan seseorang yang selama ini selalu kupaksa untuk berdiri dan berlari.
Suatu waktu aku bertahan di tengah keputus asaan, berjuang antara hidup dan mati. Hanya satu hal yg ku ingat kala itu " jika aku mati hari ini, apa yang akan ku bawa? Dan kebaikan apa yang aku tinggalkan untuk orang-orang di sekitarku?"
Tapi ternyata Allah masih mengizinkanku untuk terus menapaki jalan hingga detik ini. Memberiku kesempatan untuk menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, memberiku waktu untuk memperbaiki segalanya.
Mungkin dengan cara ini Allah mengingatkanku, agar lebih menyayangi apa yg telah Dia titipkan, mensyukuri apa yang telah Dia amanahkan, dan menjaga setiap apa yang telah Dia berikan.
Ujian atau cobaan? Entahlah tapi kuharap apa yang telah kulalui waktu itu seperti "Nahrul Hayat" ( sungai kehidupan) yang bisa menggugurkan segala dosaku di masa lalu. Semoga saja...
Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmus sholihaat
Kamu tau mengapa aku sangat menyukai langit?
Langit itu luas, tanpa batas dan tanpa cela, dan di sana aku melihat salah satu tanda kuasa penciptaku yang tak dapat ditembus oleh apapun dan siapapun. Di sanalah harapanku terbentang, di sanalah doa-doaku tak terhalang.
Dulu Rasulullah juga suka menatap langit ketika sedang bersedih, ketika arah kiblat masih mengarah pada masjidil Aqsa, hal itu menjadi bahan olok-olokan bagi kaum kafir.
Lalu Beliau duduk menatap langit kemudian berdoa dan memohon pada Allah agar arah kiblat dipindah ke baitullah.
TerKadang kita mengharap ridho Allah, tapi kita lupa kalau jalan menuju ridhoNya itu ada pada taat. Selama ini kita lemah karena dikuasa nafsu. Sampai engga melihat kalau rahmat Allah itu begitu dekat. Jalan yang selama ini kita ambil hanya berdasar hawa nafsu. Seremeh itukah tujuan hidup kita? Hanya di perbudak nafsu ?
Kalau kamu sebegitu yakin Allah melihat segala bentuk ikhtiar kita, seharusnya kamu juga yakin Allah bisa mengubah hidupmu.
Syaratnya satu, taat. Ambil jalan taat. Perbaiki jalan kita yang sudah terlanjur rusak. Bukan malah mengambil jalan rusak yg lain. Memang ga mudah, tapi bukan berarti ga bisa kan?
Aku paham, hidupmu berat sangat berat dan jalan satu-satunya untuk meringankan beban itu hanya kembali ke Allah. Ga ada yang lain.
Kembali sebelum terlambat, kita sudah punya bekal tauhid yang benar kan? Hanya saja kita salah mengambil langkah, dan jangan sampai langkah kita yang salah menghancurkan kita di dunia terlebih lagi di akhirat.
Dulu aku melihat cita-citamu begitu besar untuk agama ini, tapi sekarang ? apa cita-cita itu sudah bergeser? Atau malah hilang?
Jika batu yang begitu keras saja, bisa terlubangi dengan tetesan air yg terus menerus. Lalu bagaimana dengan hati kita yang bersifat dinamis? Yang seharusnya begitu lebih mudah lunak, karena tetesan air mata. Sesombong itukah kita sampai untuk merendahkan sedikit saja kepala untuk bersujud kita enggan?
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
-widy, 29 des 2022.
#Menghitungwaktu
Sadar ga kalau selama ini kita selalu dipertemukan atau didekatkan dengan orang orang-orang mempunyai tujuan yang sama, atau bisa dibilang sefrekuensi?
Analoginya mungkin gini, seperti algoritma instagram ketika kita explore satu kata kunci misal "kucing" di instagram, dan semakin sering kita mencari kata kunci tersebut maka explore, beranda sampai iklan di instagram kita yang kebanyakan muncul adalah kucing atau yang berhubungan dengan kucing,
Maka siapa diri kita bisa dilihat dengan siapa circle pertemanan kita. Memang bukan hal yang mutlak untuk menilai baik buruknya seseorang tapi pertemanan itu memengaruhi pola pikir juga presepsi. Kualitas pertemanan kita menetukan seberapa berkualitasnya diri kita. Bahkan Rasulullah pernah bilang "agama seseorang tergantung teman dekatnya. Semakin kita mendekatkan diri dengan orang-orang baik, maka Allah akan mempermudah kita untuk menemukan hal hal baik juga.
Dalam hidup tak selamanya Perjalanan itu bisa dilalui dengan kemudahan, dalam beberapa hal butuh perjuangan yang begitu luar biasa, Maha baik nya Allah selalu memberikan jalan keluar, dan pertolongan di saat langkah kita mungkin tak lagi sampai untuk menggapainya. Tawakkal di ujung ikhtiar, ketika panca indera dan logika tak lagi mampu meraba.
📝widy_16november2021
Bila nanti aku tak lagi kau upayakan. Semoga kebaikan itu tetap menyapa kita. Perihal takdir yang selalu kita yakini dengan begitu terpatri dalam diri.
Bila nanti aku tak lagi mengupayakanmu dalam doa. Semoga masih ada doa-doa kebahagiaan untuk masing-masing kita nantinya
Bila nanti, tak ada kata kita. Semoga perasaan merelakan adalah sebuah keputusan yang tepat yang pernah kita ambil. Sebab tidak ada kebaikan bila mencintai tanpa adanya tindakan untuk mengupayakan kebaikan.
Setidaknya, aku pernah diupayakan olehmu. Setidaknya aku pun pernah mendoakan untukmu. Meski pada akhirnya aku kalah dalam memperjuangkannya. TakdirNya adalah baik untuk kita. Begitu, kan?
Dan aku menangis seketika menuliskan ini.. rupanya aku kalah oleh perasaanku.
Dan aku pun menangis ketika membaca nya, :')
Tentang jarak dan waktu semua adalah misteri, hari ini yang dilalui juga masa depan yang akan dihadapi.
Samar bahkan tak terlihat, sebuah penantian yang tak pernah tau, adakah ujungnya?
Ibarat samudera lepas, begitu pula aku, menanti jawab yang tak kunjung usai. Jika dikata, lelah? Itulah temanku. Lelah, menggenggam rasa berbalut ilusi.
Tapi inilah jalanku, jalan yang Rabbku telah tetapkan untukku. Ketahuilah aku mencintaimu tanpa jeda, tanpa karena.
Terimakasih sahabat pemilik hati, kau telah membuat ku jatuh begitu dalam. Tapi dari mu aku mengerti apa arti ketulusan.
Mencinta mu membuat ku sebodoh ini ☺️
Jika hanya sekedar mengucap "jangan insecure banyakin syukur" mungkin suatu hal yang mudah, tapi untuk mengimplementasikan teori tersebut butuh effort yang ga biasa. Dengan menyadari bahwa Allah menciptakan kita sepaket dengan potensi dan kelebihan yang telah Allah beri, itu salah satu cara bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat Allah yang tak terbilang jumlahnya. Menyadari bahwa kita dicipta sebagai ahsanul makhluqiin, adalah cara bagaimana kita bisa melihat begitu besar Allah menganugerahkan segala sesuatu dalam diri. tak perlu mentitik api kan pada kelebihan yang mereka punya, tapi cukup fokuslah terhadap diri sendiri, bagimana Allah telah menitipkan segala kebaikan dan kelebihan dalam diri yang mungkin tidak kita sadari selama ini?!
Widy_01oktober2021