singgasana
bagiku manusia hidup di singgasananya, meyakini kuasa adalah miliknya, memaksa sekitar untuk mengakui kedaulatannya.
mungkin manusia tidak sadar kalau singgasana bukan selalu jadi tempat empuk untuk bersantai. sebagian bahkan menjadi jebakan, menjegal manusia untuk meraih takhta yang lebih tinggi.
mungkin manusia juga tidak sadar bahwa singgasana bukanlah titik tertinggi. layaknya hidup yang berotasi, singgasana seolah enggan menetap pada satu tempat.
manusia selalu hidup dalam singgasananya. kemudian dihadapkan pada pilihan untuk menyadari atau mengabaikan.











