“Jangan Panggil Saya -Soleha”
Jangan panggil saya “Soleha”.
Karena saya “tidak” siap, bahkan bukan “belum” siap, tetapi “tidak”. Selamanya saya akan merasa tidak siap ketika mendengar panggilan itu. Jika memang panggilan itu pernah ditujukan pada saya, ada gemuruh dalam hati. Entah itu tanda hati ini malu atau masih tidak terima akan itu. Karena, hanya Allah dan hati ini yang tahu bagaimana ‘isi’ sebenarnya dalam diri ini. Hmm, berat.
Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata jumlah salat di awal waktu masih tak sebanyak dirimu. Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata untuk menghadiri taman syurga masih lebih ringan langkahmu. Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata lebih ikhlas dan khusyu’ salatmu. Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata lebih basah sajadah tempatmu bersujud dari linangan airmatamu. Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata sunyinya malam berbintang lebih bersahabat dennganmu. Bisa saja, ketika kamu mengira saya soleha, ternyata mulut ini tak lebih bisa terjaga daripada diammu. Subhaanallaah...
Pokoknya, saya ini tidak lebih seperti “Serigala berbulu Domba”. JIka kamu pernah menemui saya dengan khimar panjang dan kaus kaki, kamu tahu saya juga bagian dari anak SKI, yang tontonannya tausiyah di YouTube hampir tiap hari. Berarti memang Allah Maha Rahiim pada saya, memberikan kesempatan bahwa memang saya bisa sebaik prasangkamu. Tapi, bukan karena pakaian, kumpulan, dan hampir semua sikap saya lagaknya seperti orang yang “katanya” suci, bukan berarti saya sudah hebat.
Saya tetap sangat butuh nasehatmu. Sungguh!














