Pernahkah Kau Memikirkan Hujan?
Pada hujan, Kau memamah pilu saat kerontang tersipu Di kepalamu yang menawar rindu; Hujan adalah tangis alam di atas bantal kesayanganmu
Pernahkah kau memikirkan hujan? Rintik-rintik berkah tak perlu kau kasihani. Dalam tumpahnya, Hujan memberi tanah keinginan Menyuap hidup sedikit hiburan hijau berkepanjangan.
Busur hujan melukiskan keberatan Untukmu semena-mena bermain kubangan kenangan.











