Beberapa waktu yang lalu, dapat bukunya @aksarannyta dari sayembara #sahurontumblr yang diadakan oleh sang empunya buku sendiri, @karenapuisiituindah, dan @hujanmimpi. Walaupun agak terlambat, saya merasa saya memiliki hutang jika tidak membahas buku ini.
Hal yang pertama saya sadari dari mata tumpul dan awam ini adalah…
ternyata tidak ada cap lipstick disana.
——————————————————————-
Rindu yang Tergesa-gesa adalah sebuah buku yang cukup ringan bagi yang hidupnya menderita, dan cukup berat bagi yang tidak punya masalah. Berisikan serangkaian rasa penuh doa, membentuk sebuah pola yang sepertinya adalah sebuah hal klise dalam setiap hubungan.
Namun, buku ini mampu menyuguhkan sebuah siklus yang sedikit berbeda dari biasanya. Pembaca akan dibawa serta ke dalam dunia kecil yang diciptakan sang penulis, dalam siklus yang saya kategorikan sebagai mempertemukan - mengakhiri - beranjak - membersamai.
Ditulis dengan gaya bahasa yang cukup ringan, sederhana, dan apa adanya. Buku ini, sebaliknya, sarat dengan makna yang cukup dalam. Terlebih lagi saat bagian-bagian yang cukup gelap dalam sebuah hubungan, ketika ditinggalkan (menurut buku ini), salah satunya. Beberapa kalimat di dalam buku ini cukup menyentak dan sesekali menghadirkan sebaris senyum di wajah, entah senyum apa.
Buku yang cukup tebal ini, untuk saya pribadi cukup cepat memuai dalam ingatan. Mungkin karena saya termasuk orang-orang menderita yang saya sebutkan diatas. Hanya saja, dari sekian banyak rasa yang digambarkan, ada satu yang paling berkesan untuk saya. “Padaku kamu sudah terlampau abai. Padamu aku masih saja terlalu berandai, meski tau jelas takkan pernah sampai…” Hal.77
Terima kasih sudah menulis buku ini dan memberikan saya kesempatan untuk membacanya. Semoga sukses selalu menyertai! Selamat merindu!
Jangan lupa beli, Akang, Teteh!
Salam,
Karmaaksara
















