Visi dan Ketaqwaan
Ada satu Kaidah dalam ilmu ushul tafsir: al ‘ibrah bi ‘umuumil lafzhy laa bi khushuushis sabab (hikmah/pelajaran dari suatu ayat Al Qur'an diambil dari redaksinya yang bersifat umum, bukan dari sebab turunnya yang bersifat khusus).
Dalam Al Qur'an, perintah taqwa (dengan frase اتَّقُوا) yang diulang sebanyak 2 kali dalam 1 ayat hanya ada di 2 surat; An Nisaa' dan Al Hasyr.
Pertama, di Qur'an Surat ke 4 (An Nisaa') ayat 1.
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} [النساء : 1]
Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Kedua, di Qur'an Surat ke 59 (Al Hasyr) ayat 18.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ} [الحشر : 18]
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Menariknya, tema pembahasan masing-masing memiliki satu benang merah.
Benang merahnya adalah Visi.
Dan kata taqwa yang disebut sampai 2 kali di masing-masing ayat, seolah ingin menekankan bahwa visi yang dimaksud bukan hanya visi yang goals-nya sebatas pencapaian-pencapaian dunia, tapi visi yang juga berorientasikan akhirat.
Mari perhatikan, di surat An Nisaa' ayat 1, visi itu terkait dengan pernikahan & hubungan kekeluargaan sebagai ibadah terpanjang.
Sedang di surat Al Hasyr ayat 18, visi itu terkait resolusi sebagai bagian dari ikhtiar manusia dalam menginvestasikan amal jangka panjang.
Keduanya seolah ingin mengingatkan kita bahwa untuk menjalani ibadah terpanjang, carilah patner hidup yang visinya tidak hanya berorientasikan dunia tapi juga berorientasikan akhirat. Begitupula untuk investasi amal jangka panjang, meski eksekusinya di dunia, harus ada visi yang berorientasikan akhirat dalam setiap resolusi yang kita buat.
Tidakkah kita mengambil hikmah dan pelajaran?.
Mari jadikan visi kita visi yang berorientasikan kebaikan dunia akhirat.
Seindah do'a yang sering kita panjatkan itu;
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ} [البقرة : 201]
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.(QS.Al Baqarah:201)
Wallahu a'lam bishawab.
Ukhtukum fillah,
@rizqan-kareema.













