Sabar
"Kenapa sih sabar itu nggak mudah?"
Karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk dapat langsung mengetahui hikmah di balik ujian yang Allah beri.
{وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا} [الكهف : 68]
Dan bagaimana kamu dapat bersabar atas sesuatu, sedang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu.
"Terus gimana dong caranya supaya hati tuh nggak ngerasa berat saat dihadapkan pada ujian kesabaran?"
Bersamailah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dan mengingatkanmu kepada Allah. Siapa mereka? orang-orang yang fokus utamanya mencari ridha Allah semata.
{وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ....} [الكهف : 28]
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.
"Apa sih yang bikin manusia tuh jadi nggak sabaran?"
Ketika hati manusia sudah mulai didominasi oleh dunia, menjadi tidak sabaran lah ia. Sebab, jika ridha Allah bukan lagi yang dituju, maka hati akan ditunggangi oleh hawa nafsu. Dan nafsu yang buruk itu selalu mendorong manusia untuk tergesa-gesa (tidak sabaran).
Tergesa-gesa ingin memiliki, hingga menerabas batas-batas yang Allah beri. Tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, hingga mengabaikan petunjuk-petunjuk yang sudah Allah spill kan. Intinya, jika hawa nafsu sudah dijadikan tuan, manusia akan dibuat tergesa-gesa dalam segala urusan.
Apalagi jika circle pertemanan yang dipilih dikelilingi oleh mereka yang hubbud dunya (terlalu cinta dengan dunia). Yang ambisinya dipenuhi dengan pencapaian-pencapaian terkait dunia saja, tanpa memikirkan bagaimana nanti di akhiratnya. Bahkan kalau berdo'a, isi do'anya semua tentang (keinginan-keinginan) dunia. Akhirnya, semakin menjadi-jadilah sifat tidak sabarannya. Karena terus di push untuk memperturutkan hawa nafsu dan mengejar pencapaian-pencapaian dunia yang semu.
Maka, indah sekali cara Allah menasihati. Allah ingatkan hamba-hamba-Nya dalam surat Al Kahfi ayat 28;
{...وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا} [الكهف : 28]
...dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi & senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya) karena mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Seakan-akan Allah ingin sampaikan pada kita, pepet terus sahabat-sahabat yang senantiasa mengingat Allah dan mengingatkanmu kepada Allah. Pepet terus orang-orang yang fokus utamanya mencari keridhaan Allah. Bersikaplah proporsional dalam urusan dunia dan urusan akhirat. Selektiflah dalam memilih teman, jangan sampai salah pergaulan. Apalagi salah pilih pasangan.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran.
Wallahu a'lam..
@rizqan-kareema



















