Sinetron Ramadhan
Langit tertutup awan kelam semenjak kemarin malam. Langit sepi tanpa gemerlap gemintang. Malam ini hanya ada satu bintang yang menemani sabit yang meredup.
***
Bulan romadhon merupakan bulan yang membawa keberkahan bagi semua ummat manusia. Pada bulan ini semua jadi terasa aji mumpung. Ada yang dadakan jadi penjual pakaian, jadi pembuat kue, jadi penjual minuman, dan masih banyak lagi, entah itu di desa, kota kecil hingga kota besar.
Termasuk yang ikut menyemarakkan ramadhan adalah acara-acara di televisi. setiap stasiun menyediakan program hiburan untuk menemani sahur sampai untuk menunggu berbuka. Biasanya acara yang disajikan tiap stasiun rata-rata sama. Acara yang menurut saya banyak sekali dramanya, main-mainnya dan Cuma sekedar untuk haha hihi saja. Sinetron pun ikut kena sindrom ramadhan, jadilah sinetron yang bernada islami. ceritanya jadi pemain-pemainnya pake baju muslim-muslimah, pake kopiah, pake jilbab, ada acting ngaji dan solatnya. Subhanallah.
Menurut pandangan saya, sinetron-sinetron yang bernuansa ramadhan, sekilas bagus tampak luarnya saja. Tapi ada banyak sekali campur baur antara hal yang benar dan yang salah. Misalnya tadi, saya ngak sengaja aja ketonton salah satu film di salah satu stasiun tivi, jadi ceritanya adegannya lagi di masjid-lagi solat terawih gitu, terus hijab di masjid itu ngak sengaja terbuka, jadi akhirnya tokoh utama yang laki-lakinya ngak sengaja ngeliat tokoh wanita yang juga ternyata liat ke arah yang sama. terjadilah adegan senyum-senyum. padahal itu di dalam masjid, inilah yang bisa meracuni pikiran-pikiran pemuda..
Sebenarnya ada banyak sekali sinetron yang mencampur adukan seperti itu. bukan Cuma di bulan puasa ini saja tapi juga di bulan-bulan seperti biasanya. Sinetron yang jadi pedoman anak muda dalam bergaya hidup, bersekolah dan lainnya.
saya merasa-bahkan memang sudah faktanya bahwa ada banyak sekali orang-orang yang tidak menyukai Islam. Mereka ingin sekali menjatuhkan islam, merusaknya dan menjauhkan pemeluknya sejauh-jauhnya dari islam. Kebanyakan kan, pemilik stasiun televise adalah orang-orang non muslim. ikut menyemarakkan ramadhan karena melihat peluangnya yang besar. Tapi sedikit atau tidak ada pesan islami yang didapat oleh penontonnya selain hura-huru saja. Mungkin iya acara islaminya bernada islami tapi apakah kontennya menunjukkan akhlak, kebiasaan dan gaya hidup seorang muslim. saya pikir, jauh sekali dari itu. Bahkan stasiun televise jarang sekali memberitakan keadaan-keadaan umat islam yang dizolimi oleh bangsa lain, misalnya Palestina, Suriah, Rohingya, Afrika Tengah dan masih banyak lagi. Kalaupun beritanya ada, tidak sampai 5 menit dibahas bahkan cerita aslinya justru diubah sehingga dikira umat islam lah yang salah.
Karena itulah, kita harus sadar bahwa perang pemikiran ini sudah berjalan-mungkin sudah sejak lama. Pelan-pelan menggerogoti kita. Banyak sekali pesan tersirat dan tersurat yang disampaikan dari film-film tersebut.
Hiburan memang perlu, sebagai pengusir penat sejenak. Tapi sebelum menonton acara-acara di televise, kita harus memiliki filter untuk menyaring informasi yang masuk ke otak kita. Dan sebaik-baik filter itu adalah pemahaman agama.
Semoga Allah Yang Maha Penyayang menjaga kita dari hal-hal buruk yang bersumber dari apapun itu. Menjaga diri kita, keluarga kita, sahabat kita, hingga anak cucu kita nanti. Semoga kita terus belajar untuk meningkatkan kapasitas diri kita agar bisa membedakan yang benar-salah dan baik-buruk. Aamiin. Allahumma aamiin.
barokallahu fiikum.
Malam ketujuh Ramadhan, Palembang | Mardliya :)










