Karena Kamu yang Akan Menjalaninya
Sampai hari ini, tetangga-tetangga masih menyayangkan kenapa aku tidak ikut tes CPNS tempo hari.
Dan aku cuma bisa senyum.
Terlebih lagi, ada tetangga yang anaknya 1 tahun dibawah saya, qodarullah jurusan kuliahnya adalah jurusan yang memang porsi & peluang jadi PNSnya besar, alhamdulillah ia memang keterima. Ketika tahu aku nggak ikut tes, mereka menyayangkan saja dengan keputusan itu.
Kadang bingung harus bagaimana menjelaskannya. Toh, ini adalah pilihan hidupku.
Orang serumah-rumah sebenarnya nrimo sih, tapi kadang ikut baper juga kalau ada tetangga yang masih aja ngungkit-ngungkit kok gak ikut tes CPNS didepan mereka.
Dalam benak tetangga, dengan jadi PNS itu hidup sudah aman. Punya gaji besar dan jaminan di hari tua. Gitu kata mereka.
Aku ngak sama sekali mikirin soal gaji tapi aku lebih mikirin soal kebermanfaatan yang lebih besar dan jaringan pertemanan yang luas. Soal materi semua sudah Allah jamin tinggal bagaimana kita melipatgandakan berkahnya dengan sebaik-baik upaya .
Aku adalah tipe orang yang dinamis dan punya mobilitas yang cukup tinggi. Aku senang bergerak, kesana kemari dan bertemu banyak orang. Aku menyukai hal-hal yang berbeda setiap hari. Dan tidak suka dengan rutinitas yang itu-itu saja.
Teringat 2 tahun lalu aku pernah menulis sebuah catatan di Google Keep, dibawah ini screenshotnya
Aku menulis catatan itu di saat masih mengerjakan skripsi, dan entah jari jemariku digerakkan Allah untuk mengetik seperti itu.
Jadi, apa yang aku jalani sekarang memang sudah jadi plan dan pilihanku sejak lalu, jauh sebelum orang-orang ingin mengintervensi hidupku. Yha walaupun aku nggak kerja di kitabisa.com seperti yang aku idamkan dulu, alhamdulillah Allah sudah menggantinya dengan yang lebih baik dan pantas untukku. Tabarakallah.
Kalau kamu juga pernah mengalami hal serupa. Ada orang kanan kiri yang komentar dengan pilihanmu, biarkan saja. Mereka tidak tahu kan dengan apa yang sedang kamu butuhkan atau apa yang sedang kamu cari.
Kalau kata ustad Khalid Basalamah, omongan orang itu hanya sepanjang lidahnya. Jadi tetep jalani apa yang sudah kamu pilih karena kamu yang menjalani pilihan itu, bukan mereka. Ngikutin apa kata orang mah ngak akan ada habisnya, selalu aja ada yang kurang dan ngak bener di mata orang.
Yuk senyum, ambil yang baik-baik dari perkataan orang, tetap tampilkan sikap yang baik .