Jika mati 'kan berujung pada siksa
'Kan kuketuk pintunya
Jika api yang menungguku di sana
'Kan kudekap nyalanya
Tashoora - Nista
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
Jika mati 'kan berujung pada siksa
'Kan kuketuk pintunya
Jika api yang menungguku di sana
'Kan kudekap nyalanya
Tashoora - Nista
🇵🇸🇵🇸🇵🇸
Tashoora Kembali Menuai Cerita Kebebasan Berpendapat Lewat Single ‘Safi’
Dania Joedo (gitar, vokal), Dita Permatas (akordeon, kibor, vokal), Gusti Arirang (bass, vokal) yang tergabung dalam Tashoora kembali dengan rilisan barunya bernama “Safi”. Trio unit pop/alternatif asal Yogyakarta ini memang dikenal dari awal hadir bersama goresan lirik-lirik kritikal yang tajam bernafas sosial dan perjuangan. Kali ini lewat single Safi, Tashoora mencoba bersua atas maraknya diskriminasi terhadap kelompok rentan dan minoritas.
Safi, termasuk dalam album kompilasi Sounds Cute Might Delete Later edisi Desember persembahan dari Sun Eater. Awal mula lahirnya Safi seharusnya sudah dipersiapkan dari tahun 2020, namun masa pandemi membuat project ini harus ditunda dan Sun Eater memanggil kami untuk mengkobarkan semangat hingga perilisan single ini.
“Safi merekam situasi kebebasan berpendapat khususnya di media sosial. Atas nama bebas, kerap kali upaya untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan jadi terpinggirkan, ruang untuk memahami situasi yang dialami kelompok rentan dan minoritas menjadi sangat kecil dan nyaris tidak ada. Padahal jika suatu hal tidak kita alami, bukan berarti hal tersebut tidak terjadi,” ungkap Dani melalui rilis pers.
Simak klip videonya di sini.
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Sajian Kritik Lugas Akan Kasus Salah Tangkap Lewat Single ‘Aparat’ Dari Tashoora
Tashoora, sebuah band asal Yogyakarta yang sangat vokal akan problematika ranah politik dan isu sosial di Indonesia ini kembali bersua dengan lantang melalui single barunya yakni “Aparat”. Dalam rilisan single ini Tashoora bekerjasama dengan LBH Jakarta atas riset penulisan karyanya dan juga menggaet Dian Widjajanto yang mengambil peran sebagai produser. Dari sesi rekaman semua dikerjakan di Kios Ojo Keos, Jakarta, kemudian proses mixing dibantu oleh Danang di tempat yang sama. Menuju tahap mastering dipercayakan kepada Anton Gendel di Sangar Emas, Yogyakarta. Proses pembuatan klip videonya dikerjakan secara mandiri kurang lebih selama dua jam oleh ketiga member Tashoora yakni Danang, Dita, dan Gusti di daerah Lebak Bulus, Jakarta.
Melalui rilis pers Tashoora banyak menorehkan ungkapan yakni “Fenomena salah tangkap atau rekayasa kasus saat ini masih menjadi ‘gunung es’ dalam situasi penegakan hukum di Indonesia. Penelitian LBH Jakarta yang bertajuk “Kepolisian dalam Bayang-Bayang Penyiksaan” mencatat terdapat 37 kasus terkait praktik penyiksaan yang dilakukan aparat penegak hukum yang ditangani LBH Jakarta dalam kurun waktu 2013-2016. Tujuh puluh persen (70%) penyiksaan dialami oleh korban dengan kelas ekonomi rendah. Pada penelitian sebelumnya (2008-2009) berjudul “Mengungkap Kejahatan dengan Kejahatan”, LBH Jakarta mengungkap 70-80% tahanan mengalami berbagai bentuk penyiksaan. KontraS selama 2019-2020 mencatat terjadi 62 kasus penyiksaan dan mayoritas penyiksaan tersebut terjadi pada korban salah tangkap (47 kasus). Pada tahun 2019-2020 juga, kita menyaksikan ribuan massa aksi ditangkap oleh aparat di berbagai kota. Suara-suara protes berakhir di kalkulasi kerugian, kita dipaksa santun di tengah penindasan”.
“Kita harus menjaga mata dan memori kolektif agar aparat melakukan penegakan sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak lagi melakukan penangkapan sewenang-wenang”, ucap Asta, staf Kampanye Strategis LBH Jakarta. Semua hasil pendapatan dari single ini akan disalurkan langsung kepada LBH Jakarta melalui Simpul LBH Jakarta untuk membantu penanganan kasus-kasus salah tangkap dan kerja-kerja bantuan hukum lainnya dalam mendampingi masyarakat miskin, buta hukum, dan tertindas.
Simak klip videonya disini
Tashoora Mengulas Bangkitnya Para Penyintas Konflik Lewat Single Terbaru 'Sintas'
Tashoora, band Pop/Alternative asal Yogyakarta yang selalu membawakan nafas isu sosial politik dalam tiap karyanya, kini di bulan Maret 2020 mereka kembali dengan seruan tersebut lewat single terbaru bertajuk "Sintas". Danang Joedodarmo, Dita Permatas, Gusti Arirang, dan Ikhwan Hastanto menangkap tentang kisah bangkitnya para penyintas konflik yang juga berkontribusi langsung pada kemanusiaan di sekitarnya.
"Berakhirnya konflik, apapun bentuknya, jelas meninggalkan luka yang tidak bisa segera sembuh. Perjuangan hidup para penyintas melawan trauma yang ditimbulkan konflik masa lalu dipastikan terus berjalan. Beberapa tenggelam dalam gelap, beberapa memutuskan jadi terang yang menyala untuk diri dan sekitarnya" ungkap Tashoora lewat pers rilis.
Sintas, adalah hasil kerjasama Tashoora dengan Narasi yang diciptakan sebagai soundtrack resmi serial dokumenter bernama The Invisible Heroes. Serial dokumenter tersebut dikerjakan oleh Narasi dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Paramadina yang sudah tayang pada 11 Maret 2020. The Invisible Heroes sendiri adalah sebuah rekam jejak perjuangan para penyintas konflik dalam menjalani hidup sehari-hari sembari berusaha melupakan bayangan kepahitan masa lalunya. Penyintas yang diangkat dalam serial ini tidak terbatas hanya pada konflik perang saja, namun juga pada diskriminasi rasial, konflik berbasis gender dan kelas, bencana alam, body-shaming, hingga perundungan.
Dalam proses pengerjaannya sendiri memakan waktu satu bulan, dimana dari segi aransemen musik, konsep ataupun lirik semua dikerjakan kolektif oleh Tashoora. Namun pada produser single Sintas ini dipercayakan kepada Heston Prasetyo, mixing oleh Stevano, mastering oleh Andy Miles di Stardelta Mastering, Britania Raya. Untuk sesi recording semua direkam sepenuhnya di Bro's Studio, Jakarta Selatan.
Sintas, bisa dibilang langkah awal dari Tashoora di kuartal tahun 2020 ini, sekaligus secara resmi bergabungnya Ikhwan Hastanto di Tashoora setelah tujuh kali berganti formasi. Yang paling saya suka dalam Tashoora adalah selain konsep musiknya yang simple tapi lugas, disisi lainnya pula mereka selalu berhasil menampilkan konsep visual yang bagus, bisa dibilang tampilan artsy dari visual yang dihadirkan punya magnet tersendiri. Simak langsung versi penuh Sintas secara khidmat via layanan musik streaming favorit kalian atau klip videonya via kanal youtube Tashoora.
Simak klip video “Sintas” disini
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Sintas
Sempat waktu berhenti melangkah
Buta mataku dan hilang arah
Sirna harapku pada manusia
Dingin bergulir mendekap getir
Kembali lahir, kembali lahir
Dingin bergulir mendekap getir
Belum berakhir, belum berakhir
Lawan pandang-pandang yang merendahkan
Bisikan suara yang menjatuhkan
Kita harus saling menguatkan
Sudahi sepi dalam perjalanan
Buka satu dua lagi lembaran
Kita harus saling menguatkan
Sebagian menaruh harapan
Dari penebusan-penebusan
Dihantui masa lalu kelam
Bangkit berdiri kaki sendiri
Berkali-kali, berkali-kali
Bangkit berdiri kaki sendiri
Menolak mati, menolak mati
Lawan pandang-pandang yang merendahkan
Bisikan suara yang menjatuhkan
Kita harus saling menguatkan
Sudahi sepi dalam perjalanan
Buka satu dua lagi lembaran
Kita harus saling menguatkan
Nyalakan apinya, gelap ini hanya, gelap ini hanya sementara
Nyalakan apinya, gelap ini hanya, gelap ini hanya sementara
Lawan pandang-pandang yang merendahkan
Bisikan suara yang menjatuhkan
Kita harus saling menguatkan
Dinyanyikan oleh: Tashoora
Lirik: Danang Joedodarmo dan Iduberga Gusti Arirang
"Harapan dan usaha, sekarang tinggal rencana
Neraka kita bersama, hilang penyelamatnya
Harapan dan usaha, sekarang tinggal rencana
Neraka kita bersama, hilanglah pelayannya"
Tashoora - Terang feat. .Feast
Speed Instinct, Rocket Rockers, Tashoora and their collaborative performance with Feast, & Theory of Discoustic Live at Rock In Celebes 2019 Parking Lot Ambalat Trans Studio Makassar November 23-24
Photos by: Ai Wajdi & Rezky Mulawardhana