"Singularity Effect" #5 (Last Episode)
“Besok kamu akan kuajak berkeliling bumi, benua bumi mana yang ingin kamu kunjungi dulu Zashi ?” Sambil membantu merapikan bajuku di lemarinya, Zenla memberi kesempatan padaku untuk memilih tempat wisata.
“Aku mau melihat laut, aku ingin ke pantai di Bumi” aku menjawab dengan antusias. Terakhir aku mengunjungi pantai saat umurku 5 tahun.
Zenla mengemudi jetnya sendiri, kuakui ia memang lihai dalam hal mesin dan teknologi udara, ia mengambil spesifikasi itu dan menjadi lulusan terbaik dari spesifikasinya. Sekarang ia menjadi ahli teknologi udara di Amerika, salah satu nama negara di Bumi. Sama seperti aku mengagumi Kak Zalka, aku juga sangat salut dengan sikap dan semangat Zenla.
Sepanjang perjalanan, Zenla banyak bercerita tentang perkembangan perilaku manusia di Bumi, sebagian besar dari mereka memiliki pola perilaku yang berubah, dan hanya sebagian kecil yang tetap mempertahankan nilai hidup yang dianutnya.
“Nanti kamu akan lebih banyak lagi menemukan keunikan perilaku manusia di Bumi” ia sedikit menoleh kearahku yang ada di belakangnya, lalu kembali fokus mengemudi.
---
Tidak terasa sudah 14 hari keluargaku menginap dirumah Zenla, hari ini saatnya kami kembali ke Armenda. Ibu sudah memesan tiket pulang untuk kami, roket kami berangkat dari stasiun angkasa tempat kami mendarat 14 hari lalu. Aku banyak sekali mendapatkan pelajaran kehidupan dan perilaku manusia di Bumi. Mulai dari Zenla yang mengajakku mengunjungi Pantai di Bumi, menginap di hotel kutub milik nenekku, berkeliling samudera dengan kapal selam dari perusahaan yang bekerja sama dengan ibu dan tante. Aku sangat bahagia menghabiskan waktu bersama keluargaku selama di Bumi, sebelum nanti aku memilih untuk bekerja sepenuh hati dan berperang melawan para lulusan baru sepertiku untuk meraih posisi di Armenda.
Beberapa hal penting yang kupelajari dari perjalananku ke Bumi dan kukaitkan dengan spesifikasi yang kupelajari di Solaska yaitu, 1) manusia di Bumi terbagi menjadi 2 perilaku dan kecerdasan, mereka yang memiliki nurani dasar yang baik cenderung memiliki perilaku yang saling Tarik menarik antara sesama mereka, begitupun sebaliknya. 2) manusia yang memiliki nilai dan tujuan hidup yang jelas tidak terpengaruh dengan singularitas, mereka hanya beradaptasi namun nilai dan tujuannya konstan. 3) manusia yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih mampu bertahan menghadapi singularitas daripada manusia dengan kecerdasan emosional yang rendah. Tiga pelajaran bermakna ini yang membuka pandanganku melihat dunia yang nantinya akan kuhadapi. Aku tersenyum dengan pandangan yang mantap saat roket kami perlahan mulai menjauh dari Bumi. Kugenggam tangan ibu yang duduk disebelahku, sambil sedikit berbisik padanya,
“Ibu sekarang aku tau apa yang aku inginkan, aku paham apa yang harus aku perjuangkan, dan aku tinggalkan dibelakang, aku mengerti hidup seperti apa yang aku dambakan, dan aku akan bersungguh-sungguh dalam proses usaha untuk meraihnya”
Ibu hanya mencubit pipiku, tatapannya terlihat seperti tersenyum bangga.
Kak Zalka dan Ayah yang duduk berhadapan dengan kami saling berpandangan, mungkin mereka heran melihat tingkah kami.










