Ep.4
Semenjak aku memutusakan untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi kembali untuk fakultas kedokteran, selain jam untuk kuliah, makan, dan beres-beres, aku usahakan waktuku terisi dengan belajar. Aku tidak mau mengecewakan orang tuaku dan teman-temanku yang sudah mempercayaiku.
Selain Saka, teman dekatku sejak SMA yang kuliah di fakultas kedokteran, dan orang tuaku, tidak ada yang tau mengenai keinginanku untuk pindah karir.
Mereka memang tidak menunjukkan dukungan mereka dengan kata-kata afirmasi. Tapi aku bisa merasakan dukungan dan rasa sayang untukku. Act of service. Mungkin itu love language mereka.
Misal ketika aku belajar tengah malam, mama dan papaku bergantian setiap hari mengetuk pintu kamarku untuk mengantarkan cemilan. Atau ketika aku harus pulang malam karena les, papa menungguku sampai selesai dan menjemputku. Atau ketika Saka dengan sukarela mengerjakan tugas kuliahku untuk memperbanyak waktu belajarku.
Aku merasakannya.
Aku merasakan dukungan dan kasih sayang mereka.
Aku beruntung punya mereka.
*****
D-Day.
Sejak hari sebelum ujian, aku memutuskan untuk menenangkan diri. Aku tidak belajar dan hanya beribadah.
Hari ini aku diantar orang tuaku. Sebelum memasuki ruang ujian, papaku berkata, "Kamu udah usaha, udah ikhtiar, sisanya pasrahkan kepada Allah ya, Nai.", sambil mengheluskan rambutku.
"Apapun hasilnya, semoga diberi yang terbaik oleh Allah ya, Nai.", dilanjutkan oleh mamaku sambil memeluk dan mencium keningku.
Kemudian aku memasuki ruang ujian.
Bismillah.
Bersambung.













