Hey, failnya sudah ku download dari semalam, tapi belum ada keinginan membacanya :'(
Aku hanya ingin bercerita sedikit, tentang angan, mimpi dan keinginan terbesarku.
8:11:18 | 17:7:19 | 8:8:19 | 11:11:9 | 19:11:19 [Merupakan tanggal dan hari-hari terpenting dalam hidupku selama menempuh pendidikan Strata 1. *Eh baru nyadar kalau angka-angkanya hanya seputar angka 7, 8, dan 9. Untuk pengetahuan kalian, aku sangat menyukai angka 8 sejak kecil. Ada alasan kenapa angka itu yang jadi favoritku*]
Setahun yang lalu, dua huruf berhasil ku tambahkan setelah namaku. Dua huruf yang ketika semua orang melihatnya dan berpikir "oh, sudah sarjana. Baguslah, tinggal nikah aja nanti". *Pemikiran makcik-makcik bawang ditempatku* -_-
Dan hari ini, tinggal menghitung hari saja usiaku akan bertambah. Tentang nikah, nanti saja kita pikirkan ya karna tidak baik memaksakan suatu hal yang hanya bisa diselesaikan oleh waktu. Andai saja jin dalam dongeng Aladdin itu benar nyata, dan andai saja Doraemon juga benar adanya, mungkin rencana-rencana yang sudah kita susun sedemikian rapi nya akan terwujud satu per satu. Andai saja yaaa ~~~~~
Tapi realitanya, kita tidak disana. Kita sedang di bumi, di planet yang jika kau hidup tidak punya iman maka celakalah kau. Rencana-rencanamu yang sudah kau susun sedemikian rupa mungkin tidak akan ada-apanya jika tidak kau ikutkan Tuhan. Ya, kau pasti sudah bisa tebak kan pemikiranku seperti apa saat ini. Kalau belum, sini ku bisikkan sedikit. "Aku itu manusia biasa, yang rumit, yang banyak maunya, yang dari kecil pernah beberapa kali berkeinginan menjadi dokter, guru, scientist, polisi, bahkan sempat ingin jadi wartawan. Hehe. Tapi semakin beranjak dewasa, semua hal itu sudah tidak penting lagi buatku. Aku hanya terlalu menyukai belajar, aku senang direpotkan dengan tumpukan tugas, lebih-lebih lagi deadline. Yaaaah, walaupun beberapa kali aku pernah menangis karna tak ku temukan jalan keluar dari tugas-tugas itu, sampai akhirnya balik lagi ke kodrat kita sebagai manusia biasa. Mau sebanyak apapun ilmu yang kita punya, mau sebanyak manapun keinginan kita kalau Dia tidak meng-iyakan tidak akan berarti apa-apa untuk kita.
Well, sederhananya begini, aku ingin, ingin sekali belajar lagi, mengerjakan semua tumpukan-tumpukan tugas itu, tapi mungkin bukan sekarang. Catatan -catatan kecil berisi daftar tempat yang ingin ku tuju itu mungkin selayaknya dijadikan catatan saja. Untuk direnungkan. Tentang tercapai tidaknya nanti ku serahkan ke Yang Maha Kuasa. Aku hanya mampu merencana, tapi aku bukan penentu akhir dari rencanaku sendiri. Begitu bukan?