Upcoming fiction on Tumblr. Choose your fighter as main character.
JJK or KTH?

seen from United Arab Emirates
seen from France
seen from China
seen from Germany
seen from China
seen from New Zealand
seen from Russia

seen from Brazil

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China

seen from T1
seen from China
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
Upcoming fiction on Tumblr. Choose your fighter as main character.
JJK or KTH?
The Matchmaker
By Arata Kim
[1]
Raisa
Hidup itu lucu. Percaya, deh. Kalau nggak, mungkin hanya hidupku saja yang lucu sampai-sampai aku ingin menertawainya. Karena ini konyol sekali. Sungguh.
Oke, itu bohong. Sebenarnya aku tidak bisa tertawa. Karena jika ada yang ingin kulakukan, itu jelas bukan tersenyum. Yang ingin kulakukan hanyalah menjerit dari jendela apartemenku dan membiarkan orang-orang mendengarnya. Tapi aku belum siap menanggung malu.
Jangankan menanggung malu, memanggung hidup sendiri saja sudah susah setengah mampus.
Bukannya mau sombong nih, tapi aku termasuk orang yang rajin bangun pagi. Tapi mulai hari ini kebiasaan itu rasanya ingin aku hilangkan saja. Ingin rasanya tubuh ini tetap berbaring dan membiarkan gravitasi tempat tidur menahan diri untuk beranjak, kemudian bangun 4 jam lagi hingga mendapat banyak missed call, atau mungkin SMS yang kira-kira isinya begini:
Km lama banget. PA nya ganti aja kalo gitu.
Yeah, I wish. Nyatanya SMS itu tidak kutemukan. Aku tidak bangun kesiangan. Dan aku tidak dipecat.
Aneh ya? Aku malah lebih kelihatan seperti anak baru lulus kuliah yang menolak pekerjaan padahal sudah ditawari. Mencari pekerjaan itu susah memang, tapi pekerjaan yang begini membuatku ingin mengundurkan diri saja.
Kalau bisa sih, aku sudah melakukan itu sejak ditawari. Tapi, nyatanya aku bukan ditawari. Tapi dipaksa.
Jadi sebenarnya aku kerja atau jadi kuli ya?
Bagaimanapun, intinya hanya satu. Aku tetap harus menjalaninya. Sudah nasib. Lagi pula ini pilihanku—sulit untuk mengatakannya sebagai pilihan meskipun nyatanya aku tidak dibiarkan memilih, bahkan kehabisan opsi. Tapi di sisi lain, aku melakukannya karena Sena. Dia sudah banyak membantuku, jadi sekarang giliranku.
Yeah, this probably the most cliche thing in my life. Balas budi. Tapi, serius, aku tahu Sena bahkan layak meminta satu organ dalamku, walau dia pasti tidak akan melakukan itu.
Sambil mengeringkan rambut, mengambil ponsel yang sebelumnya kuletakkan di tempat tidur. Ada satu chat yang masuk di sana. Chat LINE dari Sena.
Sena Adipratama
Hasil cek terakhir sih mendingan.
Doain ye, bentar lagi gw cek.
Inget kerja, bukan hunting cogan!!!
Aku tersenyum begitu membaca pesannya, tapi tidak bisa menahan diri untuk menggeleng. Bisa-bisanya dia malah mengirimku pesan dengan isi yang konyol begitu.
Raisa Kartika
Iye bu negara. Siap!
Mangatseu! Gue kgn makan buryam lagi nih.
Jariku berhenti sesaat, mencoba mengetik sesuatu. Balasan baru. Sesuatu yang ingin kukatakan pada Sena. Sesuatu yang...
Kita harus ke NY bareng sih! Harus! Kita berdua pake paket komplit!!
Kita harus ke N|
Kita|
Kalimat itu kuhapus dan kuganti dengan kalimat lain.
Nanti sore gue dateng ok?
Pada akhirnya hanya itu yang bisa aku kirimkan. Hanya doa. Hanya doa dengan keinginan yang tidak bisa kusampaikan. Bahkan untuk menyemangati pun, aku tidak bisa sembarangan. Sena yang mengatakan itu, memintanya langsung padaku.Jadi aku hanya bisa tersenyum, kembali meletakkan ponsel di tempat tidur dan kembali bersiap-siap.
Menggantikan peran Sena memang bukan hal yang mudah, meskipun cara bekerjanya kurang lebih mirip. Aku sudah dua tahun menjadi sekretaris di perusahaan konstruksi, sementara Sena jadi personal assistant untuk beberapa agensi musik ternama. Jelas pekerjaan Sena lebih dari apa yang aku kerjakan, karena urusannya bukan hanya di ruang kantor. Tak jarang banyak yang meremehkan pekerjaannya, tapi aku selalu tahu itu passion Sena. Ketika dia menjelaskan bagaimana kesehariannya, aku tahu dia menyukainya. Dia menikmati kegiatan yang sering membuatnya lelah.
Kami berdua memang dua sisi koin yang berbanding terbalik. Selama 3 tahun bekerja, aku masih tidak bisa menjelaskan pekerjaanku dengan semangat yang sama dengan Sena, tidak bisa bersenang-senang dan menghargai hidup seperti yang Sena lakukan.
Ini mungkin kedengaran dramatis, tapi dunia jauh lebih membutuhkan orang seperti Sena, who knows what she wants and chase after it, a person who will do everything with her heart. Aku memang bukan Sena, tapi paling tidak, aku akan mencoba membantu sampai dia kembali. Dan dipecat jelas bukan hal yang akan membantu.
Begitu siap dengan skinny jeans, onesie putih dengan logo Hardrock Cafe dan outer panjang setengah lengan warna biru pastel, aku duduk untuk memoles make-up. Tapi dentingan ponsel terdengar berulang-ulang, membuatku beranjak. Ada telepon yang masuk dari Om Dave, adiknya Mama, bosnya Sena—yang berarti bosku sekarang.
Sambil kembali duduk di meja rias, aku menggeser layar ponselku untuk menjawab panggilan yang masuk. “Halo, Om Dave?”
“Pagi, Sa. Udah di mana kamu?”
Aku diam, bergumam pelan sebelum menjawab. “Lagi jalan, Om.”
Bukan bohong. Tapi memang benar. Aku sedag berjalan dari tahap siap-siap sebelum berangkat ke kantor agensi.Memang pintar banget ya Raisa Kartika yang satu ini.
Aku bisa mendengar Om Dave balik begumam. Kemudian, “Bagus deh. Langsung ke sini ya, soalnya mau ngomong sama Alvaro.”
“Oke, Om. Nanti saya ke sa—eh, tunggu.”
Jelas ada sesuatu yang aku lupakan di sini. Sesuatu yang aku lewatkan. Sesuatu yang tak asing.
“Kenapa, Sa?”
Kugelengkan kepalaku sementara tangan berusaha memberi pijatan kecil pada dahi. Oh, tidak. Tentu tidak. Sena tidak pernah cerita soal Alvaro, apalagi Alvaro yang itu. Dan lagipula, ada banyak nama artis dengan nama Alvaro. Alvaro yang Om Dave maksud belum tentu artis.
Duh, kenapa mendadak aku jadi heboh sendiri hanya dengan satu nama itu sih?
“Nggak papa, Om,” kataku akhirnya. “Nanti aku langsung berangkat.”
“Oke kalau gitu. Ditunggu ya.”
Aku hanya bisa menghela napas ketika sambungan telepon ditutup. Ini hari yang konyol. Atau, tidak. Aku yang konyol. Kutepuk kedua pipiku, menatap pantulan diri sendiri yang tergambar dari kaca.
Aku benar-benar harus serius sekarang, bahkan kalau bisa membuang “Alvaro” dari kepala. Karena Alvaro yang itu sudah tidak ada lagi.
Sudah berakhir.
Alvaro-nya Raisa sudah menghilang sejak setahun yang lalu.
Dan sekarang hanya ada Raisa. Raisa Kartika. Bukan Raisa-nya Alvaro.
*
📙 The Matchmaker 🖋️ Saman Shad ➡️ Synopsis 💗💗💗💗💗 A wonderful heartwarming love story set in my own backyard! I love this to bits from the very easy read, all the recognisable settings, to the guaranteed HEA. There were many things that are discussions-worthy too, especially as this story is totally immersed in culture. I don't read very many romcoms but I found this very enjoyable and actually unputdownable. I enjoyed that characters are of mature age (in their 30s) who have their own issues but had real good friends who helped them AND even seek professional help! They seem like sensible people most of the time but we all have our ups and downs so they also have their silly moments. Yet, these flaws are what made them and their love story even more vibrantly alive. A fabulous debut and I'm looking forward to her next book. There are 2 things I'm wishing for at the end of this book (from the author): 1. A playlist 2. 'The Matchmaker - Gastronomical Tour' - I'm totally IN for this!!!! My thanks to @penguinbooksaus for gifting me a copy of this book. Thoughts are mine own. 🏷 #thematchmaker #samanshad #romance #romcom #contemporary #chicklit #booksandflowers #flowersandbooks #booksandwine #aussieauthor #australianwomenwriters #pocauthor #poc #bookstalife #bookstagram #bookstagrammer #ausbookstagrammer #booklover #booksta #igreads #lovetoread #eclecticreader #bookishfeatures #aussiebookstagrammers #readersofinstagram #bookreview #bookphoto #bookish #booklife #booksofinstagram #eclecticreader https://www.instagram.com/p/CpOYez4Shuz/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Our amazing and extremely talented client @tamerahillwrites really outdid herself with this one y'all !! Please join us in San Diego on Sat, November 2nd 2019 for the Red Carpet Movie premiere of "The Matchmaker." P.S the after party is also going to be something for the books! Grab your tickets now, because they are going fast! https://www.eventbrite.com/e/the-matchmaker-red-carpet-affair-tickets-66061418481?aff=eac2 Feel free to contact me if you have any questions! #moviepremiere #TheMatchMaker #TameraHill #filmwriter #Filmproducer #Filmdirector #GirlBOSS #Bcreative #brackinscreativeagency (at San Diego, California) https://www.instagram.com/p/B33Wk_BnAKF/?igshid=ml8mjfnymv31
Sylvia y Wander al estilo de los dibujos de 1930 — Sylvia and Wander in 1930’s cartoon style
#galaxiawander #wanderoveryonder #craigmccraken #disneyxd #elcasamentero #thematchmaker #wanderlooksmorelikeBimbo #1930 #fleischerstudies
Instagram girls be looking all cute and glam and I'm sitting over here like: 💁🏼🌸☀️ #facemask #mulan #thematchmaker #amicoachellayet
Day 83 of Sophomore Year
Today was a great day. I got to spend time with some awesome people in the student center, including Ryan (Ryan, you're part of one of my posts now ☺), Katie, Dane, and Gabriella. Then I hung out with some of the cast of the Matchmaker, and we had a singing session near the end (we were all very tired). The best part of my day though was getting to see one of my friends who is so close to me that he is my brother, and that is David. I was so glad we got to spend time together. We laughed and cried and talked. That was the therapy I've been needing. Thank you so much Russell for bringing him. I need to head to bed if I'm waking up for church tomorrow. 43 days of Christmas.
Day 82 of Sophomore Year
Today was the best day of my week. I went to see the play The Matchmaker which was the best play I've ever seen. Everyone in the play was wonderful, but my favorites were probably Andrew, David, and Meredith Hope Griffin. Then afterwards, I hung out in the student center with Alan and Stephen. Alan was teaching me how to play pool, and I need lots of practice. I had fun though. I'm so excited about tomorrow. I get to see David. 44 days till Christmas.