Hati-hati dibilang parno, taat beragama dibilang fanatik, fundamental, atau wahabi. Ngerti wahabi juga nggak? Kalau agama sudah tidak lagi ditaati. Mau taat sama apa? facebook? twitter? Amar ma’ruf dibilang sok suci, nahi mungkar mencegah kemungkaran, kemaksiatan dibilang anarkis. Terus kita bolehnya ngapain? Kita boleh mengaji pak ustadz, mengaji untuk diri sendiri itu kan lebih baik. Mengaji untuk diri sendiri itu bukan cuman lebih baik tapi wajib. Tapi kebaikan ajaran agama islam bukan cuman disimpen buat diri sendiri tapi harus disebarkan, dicontohkan, dipraktekkan untuk kebaikan bersama. Sumber: Part 1 Part2
#4 Surat Cinta untuk Umat Muslim
Saudara-saudariku yang saya sayangi..
Bagaimana kabarmu? Bagaimana imanmu saat ini?
Semoga kita selalu distiqomahkan langkah kaki ini menuju jalan yang diridhoiNya ya..
Sebenarnya, ada sesuatu hal yang sering membuat saya gelisah dengan keadaan umat muslim saat ini. Kita tercerai berai dan tak berjalan bersama untuk meraih kebenaran yang haqiqi. Semua orang berdebat, beragumentasi mempertahankan ideologi yang tertanam pada diri mereka, pada kelompok mereka, atau pada guru yang mereka agung-agungkan.
Saya sedih ketika banyak umat muslim saat ini sangat mudah dipengaruhi oleh berita atau ucapan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan hoax yang membuat orang terkatung-katung memilih jalan yang mana yang harus dipilih. Fitnah-fitnah dunia bertebaran dan tak terkendali. Sehingga menyebabkan sesama umat beragama saling berhujat mengenai sesuatu hal.
Mata hati mereka tertutup, kebenaran yang datangnya dari kitabullah dan sunnah sudah tak lagi didengarkan, dan berita dari Allah yang apabila diucapkan oleh orang yang dibencinya sudah tidak lagi dihiraukan. Lantas, apakah kalian sudah hebat benar menyalahkan suatu pihak? Padahal kalian sendiri belum mengetahui apa yang sebenarnya diajarkan oleh para ulama-ulama yang insyaAllah akan menghijrahkan hati kita untuk lebih mendekat kepadaNya.
Janganlah kita sesama saudara saling adu domba, bermusuhan, membenci karna perbedaan pendapat, dsb. Tetaplah teguh dalam memegang Kitabullah dan sunnah, bertabayyunlah terlebih dahulu. Carilah kebenaran yang datangnya dari Allah dan Rasul. Kita telah mengetahui dalam suatu hadist yang berbunyi, “ Sesungguhnya bani Israil berpecah-belah menjadi tujuh puluh satu, dan sesungguhnya umat ini akan berpecah-belah menjadi tujuh puluh dua, semuanya di neraka kecuali satu, dan dia adalah jama’ah” [HR Ibnu Majah ; 3983] dishahihkan Al-Albani Shahih Ibnu Majah 2/364. Hanya ada satu yang memperoleh surga yakni jama’ah yang berarti kembali kepada yang haq atau berpijak pada Al Qur’an dan Al hadist.
Jadi janganlah lagi terlalu fanatik pada suatu golongan, tetapi fanatiklah kepada kebenaran yang disampaikan oleh Allah dan Rasulullah. Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayahNya dan menjauhkan kita dari pemikiran yang menyimpang seperti syiah, liberalisme, dan komunisme. Sebarkanlah kebaikan walaupun hanya sebesar sebiji sawi dan niscaya Allah akan mendatangkannya dan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).
Terinspirasi dari tausiyah ust Oemar Mita berikut linknya.
Tulisan ini dibuat untuk projek menulis bertagar #7HariSurat Cinta bersama sahabat XYGen yang beranggotan @popatochips @dhiyaulmahya @lluviaphile @gadisturatea dan @syuraik.












