Ketika bilang ke suami nggak siap kehilangan ayah ternyata nggak lama ayah meninggal dunia.
Siap nggak siap, harus siap kapanpun itu karena Allah Yang Maha Mengatur
Tak ada seorangpun yang tahu kapan ajal menjemput padahal beberapa jam yang lalu masih bertemu, bercengkrama dan sehat tapi ternyata waktu hidup di dunia cumalah tinggal beberapa jam 🥲
Skenario dari yang Maha Kuasa sudah diatur, hari apa, jam berapa, dimana dan sedang apa telah disetting oleh Allah.
Yang sakit belum tentu yang meninggal duluan dan ternyata yang sehat pun harus siap tidak siap kapanpun kita dipanggil.
Tugas kita hanyalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, membawa amalan terbaik selama hidup di dunia. Sebab seyogyanya di dunia bukanlah kehidupan yang kekal dan abadi tapi nanti di akhiratlah tempat terakhir kita.
Ntah kenapa Allah menciptakan adanya beberapa alam, apa alasan Allah menciptakannya?
Mengapa harus ada perpisahan setelah pertemuan yang sebenarnya kita belum siap untuk berpisah. Benar-benar Allah menguji hati kita, keikhlasan kita menerima ridho dan takdir yang telah digariskan.
Manusia hanyalah makhluk yang selalu dan pasti ada salah, ayah pun berpesan bahwa kita semua itu berproses. Untuk menjadi pribadi yang baik, cerdas, ulet, kreatif, sosialis, simpati itu perlu belajar.
Ayah di usia 69 tahun berusaha menjadi versi terbaiknya dimanapun ayah berada. Hasil karyanya sesempurna itu karena ayah sudah melalui proses demi proses pembelajaran. Ayah, Ulfa bangga sama Ayah terimakasih ya yah sudah menjadi tauladan yang baik buat kita semua.
Jasa-jasa ayah selama di pemerintahan, di perumahan, di keluarga dan di sekeliling yang mengenal ayah insyaallah akan menjadi kenangan yang beramal jariyah.
Ayah terimakasih ya yah meskipun Ulfa perempuan tapi ayah mengajarkan Ulfa untuk mandiri. Ulfa ingat sekali pertama kali belajar sepeda motor ayah ajari Ulfa sekali dan itu pun Ulfa langsung bawa sepeda motor baru ke sekolah. Ayah yang tidak khawatir Ulfa ke Jakarta pertama kali sendirian naik pesawat, ke Jepang keluar negeri pertama kali.
Ayah yang percaya jika anaknya bisa dan mampu mengatasi setiap problematika kehidupan, yang percaya bahwa anaknya mampu beradaptasi dimanapun berada, dan yang percaya selalu berusaha berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Ayah yang ketika Ulfa bilang bisa dan melepasakan anaknya kemudian membiarkan Ulfa melakukannya sendiri. Ulfa yang hanya belajar melihat tanpa diajari ayah mampu belajar dari ayah. Keuletan ayah menemani Ulfa ketika Ulfa kecil, membersamai ayah otak-atik ini itu, membuat ini itu dan Ulfa senang berada di dekat ayah melihat kesibukan ayah.
Ayah, ayah disana sedang apa?
Maaf ya yah Ulfa masih belum bisa beri banyak kebahagiaan, tapi Ulfa janji yah berusaha sebaik dan sekuat mungkin mengejar akhirat demi kebahagiaan ayah.
Sebab Ulfa percaya doa anak sholeh/sholehah yang bisa langsung diterima oleh orang tua yang sudah meninggal. Ayahku sayang yang tenang disana ya yah, istirahat ya yah. Insyaallah Ulfa berusaha terus-menerus doain ayah, sedekah atas nama Ayah dan melakukan amalan atas nama Ayah.
Terimakasih ya yah atas segala ♥️🥲