Karena aku memilih bersembunyi. Memilih menatap dari jauh. Bagiku dunia luar penuh misteri pun penghuninya. Aku takut berinteraksi. Aku takut atas prasangka mereka. Akupun takut pada diriku, prasangkaku.
Maka bersembunyi dalam kotak beton dengan satu pintu dan satu jendela adalah pilihanku.
Meski sudah bersembunyi seperti itu aku masih saja ketakutan. Jendela yang tak pernah kubuka dan pintu yang yang sesekali aku singkap dengan penuh getir.
Ketika kupandang dunia dari jendela, langit adalah tujuanku. Aku selalu memohon akan hujan datang menyapa, sebab bersama hujan aku merasakan dunia. Dunia dibawah guyuran hujan.
Saat hujan aku merasa bebas, berjalan diatas aspal yang basah dengan tangan memegang payung jinggaku, namun jika hari secerah musim panas akupun meleleh pada lantai diruang persegi beton.















