Tuan, semenyakitkan apapun hatiku saat mendengar ceritamu tentang wanitamu, aku tetap lebih suka kau bercerita tentang hal itu dibandingkan mendiamkan ku seperti sekarang.
- R
seen from Sweden
seen from United States

seen from Sweden
seen from Mexico

seen from United States
seen from Estonia
seen from China
seen from China
seen from Vietnam
seen from China

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from Japan
seen from United Kingdom
seen from India
seen from Malaysia
seen from China
seen from Taiwan
Tuan, semenyakitkan apapun hatiku saat mendengar ceritamu tentang wanitamu, aku tetap lebih suka kau bercerita tentang hal itu dibandingkan mendiamkan ku seperti sekarang.
- R
Aku; Sebelum Mengenalmu
Jika hari ini masih aku yang dahulu, mungkin kamu tidak akan pernah ada di sampingku. Aku akan katakan kita bertentangan. Sangat.
Akupun tak mengenal seperti apa kamu yang dulu, entah bisa dibaurkan denganku atau tidak. Yang jelas kita tak dipertemukan hingga waktu yang tepat.
Kamu selalu bilang bersyukur aku tidak banyak diam dan mau menjelaskan banyak hal. Jika saja kamu tahu dulu aku adalah seseorang yang selalu ingin dimengerti karena selalu merasa sudah mengerti, padahal tidak sama sekali.
Kamu bilang aku bukan wanita pencemburu tak beralasan dan seseorang yang selalu mengekang pasangannya, kamu tak tahu saja bahwa dulu aku selalu cemas dengan seseorang yang menjadi kekasihku. Di mana dia, dengan siapa, dan apa saja yang dia lakukan, selalu penuh dengan curiga yang pasti membuat mereka tidak nyaman, termasuk kamu.
Kamu bilang aku wanita yang riang, padahal sebelum bertemu aku adalah wanita yang suram karena selalu merasa tidak dicintai sama sekali, bahkan tidak mencintai diri sendiri.
Sebelum bertemu kamu, aku sudah lebih dahulu belajar banyak hal. Berdamai dengan diri sendiri yang keras kepala dan egois ini.
Sebelum bertemu kamu aku mendapati banyak sekali jalan ini dan itu yang tajam. Untunglah aku dapat melaluinya dengan baik, sehingga bertemu denganmu yang baik.
Jauh pada masa laluku tersimpan cerita tersendiri, jauh sebelum kamu bertemu wanita yang bagimu baik ini.
Jauh pada masa laluku aku menyimpan banyak luka, mungkin di perjalanan denganmu sudah aku relakan dan mungkin ada yang tidak.
Jika suatu hari saat bersamamu salah satu lukaku hadir dan mengusik kebersamaan kita, saat itulah kamu perlahan tahu diriku sebenar-benarnya seperti apa.
Aku tak berharap banyak, hanya meminta sabarmu untuk membantuku menyembuhkan luka masa lalu secara perlahan.
Aku bukan wanita baik, tapi bersamamu aku akan menjadi yang terbaik..
Perubahan
Ada yang mengganjal dan terus disyukuri olehnya saat teringat masa lalunya. Dia teringat bahwa, dirinya hari ini berbeda dengan dirinya di masa lalu. Bahkan, dia menyadari dalam hitungan satu dua tahun ke belakang, dia telah berubah banyak. Ada hal-hal positif yang berubah dari hidupnya tapi juga dia tak mengingkari masih ada hal-hal negatif yang tertinggal dari masa lalu atau bahkan hal-hal negatif baru yang bermunculan hari ini. Dia tipikal wanita konvensional yang cenderung lambat akan perubahan; dan ketika dirinya berubah perlahan-lahan dia tersadarkan bahwa segalanya dapat berubah kapan saja. Sifat, sikap bahkan perasaan. Satu hal lagi yang dia ketahui bahwa segalanya telah diatur oleh satu Zat kasat mata, yang membolak-balikan hati manusia. Dia bersyukur, segala hal baik yang berubah dalam hidupnya barangkali atas doa-doa orang-orang baik di sekitarnya. Dan segala hal buruk dalam hidupnya karena kurangnya dia dalam beribadah serta dosa-dosa yang dia perbuat. Perubahan tetap membuatnya risau satu dua kali. Dia akan terus berpikir entah esok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau beberapa tahun yang akan datang akan seperti apa dirinya kelak dan akan seperti apa dirimu kelak. Sesekali dia takut lupa bahwa mengenalmu harus dilakukan seumur hidupnya. Bahwa kamupun berubah mengikuti alur tumbuh dewasanya pemikiran dan jiwa berdasarkan berbagai cobaan yang kelak akan kalian hadapi di depan. Entah perubahan menjadi lebih baik lagi ataukan perubahan yang tidak kamu harapkan sama sekali. Seringnya dia camkan baik-baik dalam hati, bahwa cinta itu memberi banyak bukan menerima dan menuntut untuk menerima banyak. Dia mencintaimu, sungguh. Berusaha memberi banyak yang terbaik. Berusaha memahami kamu dengan baik. Berusaha untuk tidak menuntut kamu mengerti dirinya dengan baik. Dan segala hal yang menjadi keegoisan dirinya sendiri. Dia berubah; mendewasa dari setiap masalah dalam hidupnya. Dari setiap jalan cerita yang dilaluinya. Dari setiap diskusi dan buku-buku yang dibacanya. Kelak diapun akan terus berubah; dari segala rintangan hidup bersamamu. Dari segala perubahan peran yang dia emban. Dari segala input dari lingkungan yang kalian pilih nantinya. Begitupun kamu.. Dan hari ini dia hanya berdoa dari segala perubahan sikap, sifat dan perasaan kalian kelak. Semoga lebih banyak hal-hal baik di dalamnya. Dan dia dengan gamblang berdoa satu hal tentang perasaannya. Semoga dia dan kamu saling terus di jatuh cintakan hingga ke surga...
Jika Wanitamu adalah Aku
Pertama, kuucapkan turut berduka cita karena kamu mencintai wanita yang penuh dengan kekurangan dalam dirinya. Kedua, kuucapkan selamat karena kamu akan terus dicintainya dengan hebat.
Kelak, jika akhirnya kamu yang kupilih menemaiku, ketahuilah bahwa aku telah menerima seutuhnya dirimu. Kamu memang bukan yang pertama tapi kupastikan kamu adalah yang terakhir dari segalanya dan yang menempati satu tempat di hatiku dengan seluruhnya.
Aku tak bisa menjanjikan kamu akan bahagia tapi kupastikan aku akan terus berusaha membuatmu bahagia. Apa yang kamu rasa, aku tak ada kuasa. Kamu akan terus dan terus menemukan setiap kekurangan yang ada. Mungkin sesekali membuatmu jengah, tapi membiarkanmu pergi ke lain hati aku enggan sama sekali.
Jika kamu mendapatiku tersenyum saat kamu memujiku, ketahuilah saat itu aku sedang takut kamu akan kecewa. Jangan taruh ekspetasimu terlalu tinggi tentangku, karena aku tetap saja hanya manusia biasa.
Bahagiakan aku dengan hal-hal sederhana. Sesederhana mungkin aku membuatmu bahagia; dengan perhatian, dengan pijatan di kepala, dengan masakan-masakan uji coba, dengan menggandengmu kemana-mana.
Jangan berharap akan gadis anggun nan jelita, yang ada mungkin aku akan menganggapmu seperti kawan lama. Tertawa keras, berkata kasar sesekali, atau bahkan memukulmu saat kesal.
Kamu akan mendapati aku yang meledak-ledak. Setiap ledakannya akan berbeda tergantung suasana. Jangan kaget jika kamu mendapati aku tiba-tiba menangis tanpa sebab, bahkan hanya karena aku tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa.
Bisa jadi aku manja, merengek padamu seolah anak kecil pada ayahnya. Ketahuilah bahwa rengekan itu hanya kamu yang menerimanya. Bisa jadi aku dewasa, sehingga dapat memanjakanmu yang sewaktu-waktu berubah menjadi anak tk.
Sering kali aku akan banyak maunya. Meminta ini dan itu tanpa malu. Jangan kabulkan semuanya. Terkadang keinginanku hanyalah rasa penasaran yang berujung sia-sia. Kamu harus lebih pintar memilah yang terbaik untuknya.
Bersamanya kamu tidak akan pernah takut untuk ditinggalkan, kecuali jika Tuhan yang menginginkan. Bersamanya, kamu tidak akan pernah berjuang sendirian.
Wanita yang Kau Pilih
Jangan bertanya padanya hari ini, bagaimana jika kelak hal-hal yang kau risaukan terjadi kemudian hari di kehidupan bersama dengannya. Karena dia belum tahu jawabannya. Untuk saat ini cukuplah bagi dia segala kesiapan dan menerima segala resiko yang kelak akan datang. Apapun itu dia akan coba hadapi dengan besar. Namun, sekali lagi jangan tanya dia akan bagaimana nanti, dia sendiri belum mengetahui.
Yang dia tahu hari ini bahwa dia menerima segala resiko atas pilihannya. Atas pilihanmu memilihnya melanjutkan hidup bersama. Dia belum tahu seberapa sabar dirinya kelak menghadapi amarahmu. Seberapa lunak egonya mengalah atas egomu. Seberapa lapang hatinya menerima setiap pemberian darimu. Sungguh dia belum tahu. Dia sedang berusaha yang terbaik, menjadi versi terbaik dirinya sendiri, hingga kelak cobaan datang padanya saat hidup bersamamu dia telah siap. Dia tak diam di tempat, dia sedang mempersiapkan segala bekal yang dapat menghadang bencana kelak, namun urusan tindakannya pada saat kejadian dia belum tahu akan seperti apa. Sama sepertimu, dia hanya manusia biasa yang mudah sekali hatinya terbisiki setan.
Jika kamu hari ini bertanya padanya mengapa dia tak mencari yang lain saja? Bukankah jika kamu diberi pertanyaan yang sama jawabanmu adalah karena setiap manusia kamu yakini tak ada yang sempurna, maka ya sudahlah. Kamu terlalu takut tak bisa memberinya apa-apa. Ataukah kita harus kembali bertanya pada sang kuasa apakah benar jalan yang kita tempuh sebelum segalanya terlambat?
Dia bisa saja mencari seseorang yang jauh lebih baik darimu, yang mungkin bisa memberinya apa saja yang dia inginkan. Tapi di atas semua itu dia sangsi akan sesuatu. Akan tujuan hidup. Hal krusial yang melandasi dua orang berkomitmen untuk hidup bersama. Baginya itu lebih dari cukup, selama kalian memiliki satu tujuan yang sama. Karena baginya, kamu seseorang yang membuatnya merasa cukup.
Dia akan terus belajar mengenalmu sepanjang hidupnya, tak berhenti dan merasa cukup baik mengenalmu pada satu masa. Jika kamu masih merasa takut tidak membuatnya bahagia di dunia, tak ingatkah kamu bahwa segala yang di sisi Tuhan lebih baik nantinya? Pada saat benci melingkup di dalam diri, pada saat cinta tak cukup juga menguatkan setiap cobaan dan komitmen tak kunjung juga berhasil meyakinkan, selama masih satu tujuan, kita punya Tuhan yang selalu bisa mengembalikan keadaan.
Hingga jatuh cinta padamu berulang kali seumur hidupnya tak akan jadi hal mustahil kelak..
Seseorang yang Cukup Baginya
Pernahkah kamu berpikir bagaimana jika wanitamu bukanlah dia? Sama halnya terkadang dia berpikir, bagaimana jika kamu bukanlah orangnya?
Dia adalah wanita yang penuh dengan kekhawatiran akan apa yang belum tentu terjadi padanya. Denganmu memang khawatirnya jauh lebih berkurang, dia tenang. Tapi tetap beberapa kejadian tidak terduga di lingkungannya sedikit banyak mempengaruhi sampah emosi yang kian menggunung di dalam dirinya membuatnya memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terpikirkan sebelumnya.
Seperti bagaimana jika kamu tiba-tiba pergi dipanggil oleh-Nya meninggalkan dia seorang diri atau seperti saat ini ketika dia berpikir bagaimana jika bukan kamu orangnya? Bagaimana jika seseorang yang tengah dia cintai dan perjuangkan bukanlah kamu? Bagaimana jika seseorang yang kelak mendampinginya bukanlah dirimu?
Dalam benaknya terbayang seperti apa hari-harinya, apa yang dia dapatkan ketika bersama orang itu, bagaimana perasaannya, seperti apa sebuah lamaran dan pernikahan yang menantinya, seperti apa kehidupan rumah tangga yang kelak akan dibangunnya, dan bagaimana mereka berdua meleburkan impiannya? Semua pertanyaan-pertanyaan itu datang silih bergantian.
Terkadang dia iri ketika nafsu duniawi sedang menyelimuti hatinya. Iri dengan orang-orang terdekatnya yang dia pikir lebih dibandingkan dirinya. Tentang kehidupan dan kebahagiaan dari apa yang mereka dapatkan sedangkan dia tak bisa mendapatkannya. Tentang apa saja yang bisa dia dapatkan jika orang itu bukanlah dirimu.
Karena terkadang dia lupa bahwa bahagia hanyalah penerimaan kita terhadap segala yang ada. Bahwa sesederhana ataupun rumit jenis bahagia yang kita minta, kita sendiri yang menentukannya.
Dia pernah berlari, mengejar dunia yang tak kunjung puas dia dapatkan. Sakit hati ketika apa yang dia inginkan tak jua ada digenggaman.
Dia mencari hal lain yang menenangkan, yang tak peduli apa kata orang dan gengsi sosial. Maka ketika kamu datang dalam hidupnya, menyederhanakan segala bahasa alien dalam kepalanya, menjabarkan benang kusut mimpi-mimpinya, mengajari dan mengajaknya mengejar apa yang lebih daripada dunia; tanpa berpikir jauh dia mengiyakan.
Dia tahu akan ada seseorang yang menghentikan segala kegilaanya akan dunia. Yang meredam segala nafsu duniawi ketika satu dua kali melanda. Yang mengingatkan ketika dia lupa untuk pulang di arah yang benar.
Dia melamunkan apakah dia mendapat hal paling berharga seperti ini jika orang itu bukanlah kamu? Untuk saat ini, sepertinya tidak…
Dan baginya itu adalah kebahagiaan yang tak bisa dunia beli dengan segala materi yang dimiliki..
Sesuatu yang paling berharga yang mendasari kebersamaan dengannya..
Karena dia tahu,
Bahwa apapun yang dia inginkan dalam hidupnya,
Apapun yang dia dapatkan dalam hidupnya,
Akan ada seseorang yang membuat segalanya menjadi cukup baginya; . . .
Kamu…
Wanitamu dan Ibunya
Jika hari ini kamu melihat dia sebagai sosok wanita yang menawan, ketahuilah semua karena ibunya. Tapi, jika kamu melihatnya sebagai sosok yang kurang ajar, ketahuilah bahwa dia sedang durhaka terhadap ibunya. Segala kebaikannya adalah hasil usaha dan doa yang tak pernah ibunya putus terus menerus. Masa lalunya tak luput dari menyakiti hati sang ibu. Jika kamu melihatnya saat ini begitu patuh pada ibunya, itu adalah segala rasa sesal atas segala kecewa dari masa lalu dan caranya berterima kasih atas segala jasa sang ibu. Padahal patuh adalah segala kewajiban yang seharusnya dia kerjakan sedari dulu. Setelah mendewasa, setelah berbagai cobaan menimpanya, dia baru menyadari bahwa ridho dan kasih sayang ibunya teramat luar biasa. Kelak, sesaat setelah baktinya berpindah tangan padamu, dia berdoa dengan penuh harap kamu akan berbakti menggantikannya pada ibunya. Karena segala baktinya padamu adalah cara lain berbakti pada ibunya. Ridhonya berpindah padamu. Maka harapnya, kamu terus mengambil ridho dari sang ibu. Ketahuilah, saat bakti dan ridhonya berpindah padamu, wanita itu belum merasa berbakti apapun pada ibunya. Bahkan berbagi sedikit beban dengan materi dia tak mampu. Yang selama ini dia lakukan adalah sebisa mungkin tidak lagi membebaninya terlalu jauh. Bahkan dia merasa belum cukup membuat ibunya bahagia, lalu kamu datang mengambil alih segalanya. Tapi apa daya, kedatanganmu adalah salah satu kebahagiaannya. Dia tak pernah melihat ibunya sebahagia itu ketika kamu datang memintanya. Dia tak pernah sesemangat itu melihat lelaki yang datang menemui putrinya. Dan dengan segala kemudahan yang ibunya berikan, kamu dapat mempersuntingnya. Kamu menjadi anak lelaki pertama ibunya. Maka surgamu bertambah menjadi dua; pada ibumu dan ibunya. Dan tak ada lagi yang wanita itu pinta selain kamu berbakti pada keduanya..
Wanitamu dan Teman-temannya
Pada saat pertama kali kamu memutuskan untuk bersamanya, hal pertama yang dia lakukan adalah menceritakan teman-temannya. Mungkin kamu akan heran, apa pentingnya? Ketahuilah bahwa itu penting baginya, karena dia tak mau kamu salah sangka.
Dia akan menceritakan setiap orang yang mesti kamu ketahui. Terutama mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Karena baginya mereka sudah seperti saudaranya sendiri.
Barangkali kamu tidak akan pernah cemburu karena kamu percaya pada wanitamu, tapi baginya menceritakan mereka langsung dari dirinya adalah perlu.
Tak apa bila hanya dari cerita kamu belum bisa mengingat nama dan rupa mereka. Nanti saja saat bertemu tatap dengan mereka perlahan-lahan kamu akan ingat juga.
Sesekali, ikutlah bermain bersama dia dan teman-temannya. Lihatlah betapa bangganya dia mengenalkanmu pada mereka, seolah dia ingin memberitahu kabar gembira bahwa apa yang sering kali merisaukan hatinya kini tak lagi ada. Bahwa sosok yang selama ini ditunggunya sudah di depan mata. Dia hanya ingin berbagi bahagia dan baginya kamu dan teman-temannya adalah dua hal penting dalam hidupnya.
Perhatikanlah mereka berbicara, kamu akan menemukan sosok yang tidak pernah kamu lihat ketika bersamamu, wanitamu yang berbeda di hadapan teman-temannya. Bukankah kamu ingin tahu seperti apa utuhnya wanitamu?
Sesungguhnya wanitamu juga berharap kamu dapat berteman akrab dengan mereka. Bercengkrama, bercanda, atau melakukan hal-hal lain bersama. Sehingga kelak mereka berkunjung ke rumah masa depan kalian, tak ada canggung saat menyapa. Mungkin, kamu juga bisa bertanya hal-hal mengenai wanitamu di mata mereka. Karena sejatinya mereka lebih dahulu hidup di hari wanitamu, menemaninya melewati hari-hari bahagia dan berduka.
Satu dua kali izinkanlah dia kembali berkumpul dengan mereka sendiri. Menikmati masa-masa seperti sebelum kamu hadir. Tenanglah, dia tak akan begitu saja melupakanmu saat bersama mereka.