Tangis bisa menggambarkan orang itu sedang merasakan kesedihan atau kebahagiaan. Tapi berdiam diri sudah dipastikan kesedihanlah yang dirasakan.
Kemarin baru saja aku menuliskan perihal luka. Kali ini yang kutulis adalah sesuatu yang direnggut olehnya. Oleh luka.
Kesedihan. Dukacita yang tertera membuat orang yang mengalaminya seakan telah berputus asa, tak mau melakukan apa-apa, bahkan hanya berdiam diri saja bukan sesuatu yang diinginkannya. Kesedihan. Kesusahan hati atas kehilangan apa yang dimiliki, terenggutnya hal-hal yang begitu berarti. Ibarat pelangi tanpa warna, ada tapi tak ada yang mengaguminya.
Saat kesedihan datang, orang yang merasakan memang terlihat hanya berdiam dengan muka datar. Namun keadaan sebenarnya kesedihan itu datang meradang. Mengambil sedikit demi sedikit gelak tawa menjadi gejolak fana.
Saat kesedihan datang, orang tersebut akan menutup diri, mengabaikan orang yang sedia membantunya. Tapi pahamilah, memang seperti itu fasenya. Dekati dia saat mulai berucap lagi beberapa kata. Lalu mulailah langkah agar dia kembali pada keadaan seperti semula.
Setidaknya bisa memancarkan sedikit tawa.













