“Banyak puisi yang kupendam. Kemudian larut dalam kebisuan yang tak bertuan. Hingga Puisi memilih melompat dan tenggelam; menuju palung paling gulita.”
—wnpputri




#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman

seen from Russia

seen from United States

seen from Uruguay
seen from Algeria
seen from United States
seen from Jordan

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
“Banyak puisi yang kupendam. Kemudian larut dalam kebisuan yang tak bertuan. Hingga Puisi memilih melompat dan tenggelam; menuju palung paling gulita.”
—wnpputri
Soon. wnpputri.wordpress.com
Kekhawatiran yang kamu rasakan terlalu berlebihan. Setidaknya, jangan sampai menyangka kelak Kekasih barunya juga akan mematahkan hati yang sempat kamu sakiti. Sudah jelas jika kamu dan Kekasihnya yang sekarang jauh berbeda; kamu dengan mudah melepaskannya sedangkan Kekasihnya tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan dia.
—wnpputri
“Aku hanya ingin tawa mu yang renyah itu, untuk ku bawa pulang. Agar ketika ku rindukanmu, aku tidak perlu repot-repot mengutuk jarak yang menjadi orang ketiga di antara kamu dan aku.”
—wnpputri
[P I L I H A N]
Rasa ini memilih untuk tenggelam, daripada harus mati sesak nafas.
Rasa ini memilih untuk terbaikan, daripada harus hidup tetapi disia-siakan.
Dan rasa ini memilih untuk bersembunyi,daripada harus bahagia diatas kepura-puraan.
Tetapi..rasa ini akan selalu ada didalam ketidaktahuan, sekalipun kosekwensinya berujung dengan jatuh cinta sendirian.
“Begini.. apabila nantinya kamu dan aku tidak berujung bersama, atau bahkan hanya sekadar teman bercerita, mungkin tidak ada salahnya jika kita tetap saling berbagi tawa tanpa menyelipkan asa. Kita sama-sama tahu, tidak ada yang instan dalam melupakan. Maka dari itu, perlahan.. kita biarkan jarak dan waktu memainkan perannya. Hingga masing-masing dari kita mampu merelakan.”
—wnpputri
Kamu memilih berhenti ketika aku mencoba untuk membuka hati. Kamu memilih berjarak ketika seluruh rasa sedang ditahap marak-maraknya. Tidak adil.
—wnpputri
Kini, walau kita telah duduk berhadapan, rasanya sudah tidak kutemui lagi kebahagiaan yang dulu kamu sebutkan.
—wnpputri